SATU LAGI PEMENANG AMERICAN IDOL YANG KRISTEN: DUNIA SEKALIGUS KRISTUS
Pemenang baru dari acara televisi yang
sangat duniawi, American Idol, adalah Kris Allen, seorang "Kristen yang
saleh" yang juga adalah worship leader di Gereja New Life di Conway,
Arkansas, dan telah terlibat dalam pekerjaan misi di berbagai tempat.
Sementara mengejar predikat sebagai American Idol, Allen menyanyikan
lagu-lagu yang ditulis oleh para rockers kotor seperti Freddie Mercury
yang homoseksual ("We Are the Champions"), Michael Jackson yang pernah
dituntut pelecehan seksual terhadap anak-anak dan adalah seorang
monster uniseks ("Man in the Mirror"), Marvin Gaye yang adalah seorang
pecandu obat, prostitusi dan pornografi ("What's Going On?") dan rapper
Kayne West ("Heartless" ), yang muncul dengan gaya yang sangat
menghujat di sampul depan majalah Rolling menggambarkan Yesus memakai
mahkota duri.
Menurut Business Insider, adalah "fans-fans remaja putri"
Allen yang mempertahankan dia dalam kompetisi itu ("Idol Finalist Kris
Allen," 13 Mei 2009). Allen memberitahu gembala sidangnya bahwa
"merasakan hangatnya lampu panggung dan melihat hadirin yang dengan
semangat memandangi dia, mengingatkannya akan satu hal saja: yaitu
pergi ke gereja." Tetapi hal ini hanya mungkin karena gereja-gereja
kontemporer meniru dunia, tipe musik yang sama format band rock yang
sama, gaya pertunjukan rock yang sama, pakaian yang sama, kecanduan
yang sama terhadap back beat yang berat, dan filosofi "jangan
menghakimi" yang sama. Pemenang-pemenang dan finalis-finalis lain dari
kompetisi American Idol yang mengaku Kristen adalah Kelly Clarkson,
Clay Aiken, Ruben Studdard, R.J. Helton, Chris Daughtry, Carry
Underwood, Jordin Sparks, dan David Cook. Aiken dan Helton telah
mengakui bahwa mereka adalah homoseksual. Pada tanggal 20 Oktober 2006,
sebuah edisi majalah People mengutip Helton mengatakan, "Hanya karena
saya gay bukan berarti saya tidak dapat mengasihi Allah. Saya sangat
bangga dengan siapa saya." (Helton's Christian music albom Real Life
sold 20,000 copies.) Aiken menjadi fitur dari sampul depan majalah
People pada edisi 24 September 2008 dengan kata-kata, "Ya, saya gay."
American Idol memang sudah memiliki nama yang tepat [`idol' adalah
berhala dalam bahasa Indonesia], karena ia mewakili kultur pop modern
dalam segala narsismenya, sensualitas kedagingannya, ketidaksopanannya,
uniseksualitasnya, kesia-siaannya, dan kerelatifan moralnya. Para
produsen dan juri-jurinya sama sekali tidak berpura-pura bahwa acara itu
adalah acara yang saleh. Bahkan, acara ini adalah penggenapan yang
sempurna akan dunia yang digambarkan dalam 1 Yohanes 2:16, dunia yang
tidak boleh dikasihi oleh orang percaya, "Sebab semua yang ada di dalam
dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan
hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia" (1 Yoh. 2:16).
Tidaklah mungkin untuk mengasihi dunia dan Kristus sekaligus. Firman
Allah mengatakan "Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu
tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?
Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya
musuh Allah" (Yak. 4:4). Kekristenan yang diwakili oleh para kontestan
American Idol bukanlah kekristenan yang Alkitabiah; itu adalah
kekristenan sesat yang telah diprediksikan dalam nubuatan Alkitab,
kekristenan yang "hidup menurut hawa nafsu sendiri." "Karena akan datang
waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka
akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan
keinginan telinganya" (2 Tim. 4:3).
Editor: Hal yang menyedihkan yang sama adalah bahwa begitu banyak orang
Indonesia yang kecanduan dengan Indonesian Idol.
Dede Wijaya
TOKO BUKU ROHANI DIGITAL
http://kristen-fundamental.blogspot.com
http://www.kristenfundamental.co.cc
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya83.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://www.webkristiani.co.cc
http://www.kompasiana.com/
http://gbiimalioboro.wordpress.com/