Belajar Dari YusufTetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya 
kepadanya, dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Siapa
 yang tidak kenal tokoh Alkitab yang satu ini, Yusuf anak Yakub dalam 
Perjanjian Lama? Dia orang yang dikenal sebagai anak kesayangan atau 
anak emas Yakub dari istri yang paling dikasihinya Rahel, karena Yusuf 
lahir pada masa tua Yakub.

Yusuf merupakan buah kasih atau anak 
dari Yakub dan Rahel, yang mengalami serangkaian proses pembentukan dan 
persiapan dari Allah untuk menjadikan dia pemimpin dan penyelamat bagi 
bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain. Yusuf menjadi orang kedua atau 
orang kepercayaan dalam Istana Raja Firaun dengan jabatan Perdana 
Menteri/Mangkubumi/Pangeran Mesir/Raja Muda.

Awal
 mulanya pada usia 17 tahun, ABG (Anak Baru Gede) lho alias Usia Sweet 
Seventeen, Yusuf bermimpi dan menceritakan mimpi-mimpinya pada semua 
saudara-saudaranya bahwa mereka semua akan sujud menyembah kepada Yusuf 
termasuk ayah dan ibunya. Hal ini menyebabkan iri hati dan rasa cemburu 
yang dalam pada semua saudara-saudaranya terutama anak-anak selain 
Benyamin/Ben-Oni dan Yusuf apalagi Yusuf disayang secara berlebihan oleh
 Yakub, ayah mereka. Yusuf diberikan jubah yang maha indah dari ayahnya,
 Yakub dan menyebabkan iri hati saudara-saudaranya.

”Yusuf, 
tatkala berumur 17 tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing 
domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan 
Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar
 tentang kejahatan saudara-saudaranya. Israel atau Yakub lebih mengasihi
 Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang 
lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah 
bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih 
mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu 
kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Pada suatu kali 
bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada 
saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. (Kej
 37:2-5)

Akhirnya mereka menyusun rencana dan berhasil 
menyingkirkan Yusuf dengan cara menjual Yusuf seharga 20 syikal perak 
kepada saudagar-saudagar Midian keturunan Ismael, yang membeli 
orang-orang untuk dijadikan budak dan diperjualbelikan sesampainya di 
Mesir. Di Mesir, Yusuf dibeli menjadi budak oleh Potifar, pegawai istana
 Firaun, yang juga kepala pengawal Firaun. Yusuf yang secara fisik 
tampan dan berperilaku baik berulangkali berhasil dalam segala pekerjaan
 yang dipercayakan kepada dia karena Alkitab berkata Allah menyertainya.
 Namun karena dituduh berzina atau memperkosa istri Potifar, akhirnya 
Potifar menyebabkan Yusuf dijebloskan ke dalam penjara karena Potifar 
termakan atau percaya perkataan istrinya.

Dalam kisah 
selanjutnya, Yusuf dipercaya oleh kepala penjara dan tetap setia pada 
Allah. Lewat kedua mimpi Juru Minuman dan Juru Roti Raja Firaun yang 
diberitahukan artinya oleh Yusuf, akhirnya terjadilah sesuai 
pemberitahuan Yusuf bahwa 3 hari kemudian, Juru Roti Firaun mati 
digantung sesuai arti mimpinya. Dan Juru Minuman Raja diangkat kembali 
pada posisinya semula yaitu menjadi Juru Minuman Raja Firaun kembali, 3 
hari kemudian. Setelah lewat 2 tahun, Raja Firaun bermimpi dan Juru 
Minuman ingat bahwa ada Yusuf yang pernah menafsirkan mimpinya secara 
tepat. Akhirnya Yusuf -yang berusia 30 tahun- dipanggil menghadap Firaun
 dan berhasil mengartikan mimpi Raja Firaun serta diangkat menjadi 
penguasa atas seluruh Mesir dibawah kekuasaan Firaun.

Singkat 
cerita dalam usia yang relatif muda, 30 tahun, Yusuf sukses dan Yusuf 
menjadi Orang Kedua dibawah Firaun. Olehnya, Allah menjaga kehidupan dan
 memelihara kehidupan bangsa Israel dan banyak bangsa yang kelaparan 
yang datang ke Mesir waktu itu. Sampai akhir hidup Yusuf, orang Israel 
terjamin hidupnya di Tanah Gosyen di Mesir.

Dari tokoh Yusuf kita
 belajar bahwa dia adalah orang yang hidup takut akan Tuhan yang menjaga
 kekudusan hidupnya sebagai seorang pemuda yang ditawari kenikmatan 
dunia, namun memilih lebih takut pada Allah daripada manusia. Yusuf juga
 seorang yang terkenal karena sangat mengasihi keluarganya, punya hati 
mengampuni saudara-saudara dalam keluarganya, tidak mengingat-ingat 
kesalahan. Perkataannya yang terkenal dalam Alkitab yang dicatat dalam 
Kkejadian pasal terakhir yaitu ”Janganlah takut, sebab aku inikah 
pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap 
aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud 
melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup 
suatu bangsa yang besar.”

Yusuf orang yang bertanggungjawab dalam
 setiap tugas yang dipercayakan kepadanya, mulai dari perkara kecil 
sampai dipercayakan perkara-perkara atau tanggungjawab yang besar, dia 
berhasil dengan sepenuh hati mengerjakan semuanya. Dia adalah seorang 
yang rendah hati dan punya hati mengasihi, meskipun punya kesuksesan 
yang luarbiasa. Dia juga orang yang tidak menyalahkan Tuhan atau 
mengeluh dan bersungut-sungut untuk hal-hal buruk yang menimpa hidupnya.
 Dia adalah sang Visioner yang melangkah bersama-sama Tuhan dalam 
lintasan yang tepat dengan cara-cara yang berkenan dihadapan Tuhan.

Akhir
 kata dia adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam segala aspek 
hidupnya. Dia adalah teladan manusia unggul yang disertai Tuhan Sehingga
 Alkitab berkata ”TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang 
yang selalu berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakannya”

Sumber: Buku PESONA ALKITAB


Dede Wijaya
TOKO BUKU ROHANI DIGITAL
http://kristenfundamental.co.cc/
http://fundamentalbaptist.co.cc/
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya83.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://www.webkristiani.co.cc  3000 SITUS KRISTEN BERMUTU
http://thesecretofpersonalpower.co.cc/  SUMBER IDE BISNIS
http://www.kompasiana.com/
http://gbii.co.cc


      

Kirim email ke