Salam, SAMA-SAMA KORUPTOR HARUS SALING MENGKASIANI. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Sel, 24/8/10, rifky pradana <[email protected]> menulis: Dari: rifky pradana <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Korupsi Remisi..... Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Tanggal: Selasa, 24 Agustus, 2010, 6:09 AM “Justice must be brought to all Indonesian citizens without discrimination in any form,” kata SBY. (Dari: strokes) Nah, ketahuan latar belakang mengapa presiden yang terhormat itu memberikan grasi kepada ratusan koruptor yang telah menghancurleburkan negeri ini. Hhhmmm. Grasi adalah hal biasa bagi para terhukum setiap peringatan hari kemerdekaan di republik ini. L ogika SBY: koruptor yang masuk penjara itu juga warga negara Indonesia, sebab itu mereka juga berhak mendapatkan grasi. Sang besan presiden yang sekarang ini, Aulia Pohan yang juga koruptor walau ketua DPR yang semakin tidak terhormat itu mengatakan bahwa Pohan yang satu ini bukan koruptor, sudah bisa bebas menikmati bahkan hujan sehingga dia bisa berhujan-hujan segala di luar rumahnya. Bagi yang harus mondok di penjara, bahkan berada di luar ruangan berhujan-hujan pun adalah sebuah berkat. Jadi bagi Anda yang belum masuk penjara, silahkan nikmati alam terbuka baik sedang hujan deras atau panas terik secara bebas mumpung masih gratis dan bisa. Mengorupsi Hukuman Para Koruptor. SBY sebagai presiden yang sudah sejak awal berjanji-berjinja memberantas korupsi di negeri ini melakukan tindakan yang berbalikan. Bahkan para pemimpin agama (Islam) pun sudah sampai pada pemikiran untuk tidak menshalatkan mayat para koruptor. Para pemimpin agama malah bisa lebih tegas memperlakukan koruptor; SBY kalah jauh. Membebaskan para koruptor pada peringatan kemerdekaan adalah sebuah tindakan penistaan terhadap martabat bangsa ini; sebuah tindakan yang sangat kontradiktif dalam proses penyehatan mental bobrok yang sudah menjalar di seluruh lapisan kehidupan warga negara di republik ini. Cuma ya, itu tadi, dengan plintir sana plintir sini, dengan kata bombatis dari presiden, nampaklah bahwa seolah-olah, bahkan grasi bagi para koruptor itu adalah sebuah tindakan keadilan. Kupas saja ke lapisan yang labih dalam maka akan nampak betapa bombastis pembelaan yang mengatakan : Justice must be brought to all Indonesian citizens without discrimination in any form. Perhatikan saja tanggapan masyarakat dan pihak-pihak yang pro rakyat terhadap ungkapan bombastis dan tindakan mengenaskan membebaskan koruptor yang terjadi tahun ini yang melihat betapa janggal prilaku SBY sebagai seorang presiden yang berjanji memberantas koruptor. Marzuki Alie bertindak menjilat presiden bahkan dengan mengatakan Aulia Pohan bukan koruptor walaupun Aulia Pohan jelas dihukum sebagai seorang koruptor. Mentang-menting satu partai dengan SBY apa ya ?. Pemerintah yang aneh yang bahkan bertindak mengorupsi hukuman para koruptor. Apa namanya itu kalau bukan mengorupsi ?. Bahasa bombastisnya memang grasi tetapi grasi dalam konteks pembebasan koruptor adalah sebuah tindakan koruptif !. *** Hukuman Koruptor Pun Dikorupsi http://sosbud.kompasiana.com/2010/08/23/mengorupsi-hukuman-para-koruptor/ *** “Pak Aulia Pohan bukan koruptor, dia besan SBY loh harus kita hormati”, kata Ruhut Sitompul. “Bahkan kalau ditanya kepada kader PD bagi saya yang dialami Pak Aulia, dia korban penzaliman. Tidak ada satu perak pun beliau ambil”, kata Ruhut Sitompul. Demikian yang disampaikan oleh Ruhut Sitompul, anggota DPR sekaligus jubir partai Demokrat, di Gedung DPR pada hari Senin tanggal 23 Agustus 2010, yang meminta masyarakat untuk berhenti memvonis Aulia Pohan sebagai koruptor. Ruhut juga mengatakan bahwa Aulia Pohan adalah besan Presiden SBY yang harus dihormati. Senada dengan pernyataan Ruhut Sitompul itu, Marzukie Ali yang Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina partai Demokrat juga mengatakan bahwa besannya Presiden SBY (Aulia Pohan) bukan koruptor. “Yang bersangkutan hanya mengambil kebijakan, tidak menguntungkan dirinya, dia tidak mengambil uang sepeserpun”, tambah Marzuki Ali. “Pak Aulia Pohan juga bukan koruptor, hanya terkena pasal ikut serta saja kok. Orang itu tidak mencuri untuk kepentingan pribadi”, kata Marzuki Alie di Gedung DPR pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2010. Namun mengenai Aulia Pohan itu di jajaran pejabat KPK mempunyai pendapat yang berbeda dengan kedua petinggi partai Demokrat itu. “Kasusnya sepenuhnya sudah melalui proses pengadilan. Aulia sudah divonis bersalah pengadilan, dan dia dijerat UU Tindak Pidana Korupsi”, kata juru bicara KPK, Johan Budi pada hari Senin tanggal 23 Agustus 2010. Entah mana yang benar, namun yang jelas, berkat pemberian remisi yang diberikan oleh pemerintah pimpinan Presiden SBY, maka Aulia Pohan pada tanggal 18 Agustus 2010 telah dapat dibebaskan dari hukuman penjaranya. Dan, pada hari Jumat tanggal 20 Agustus 2010 sudah bisa berbuka puasa bersama dengan menantunya, Agus Harimurti Yudhoyono, di rumah kediaman Aulia Pohan. Bahkan pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2010 juga sudah bisa menghadiri dan turut memeriahkan acara pesta ulang tahun Aira, cucunya yang sekaligus juga cucu pertama Presiden SBY. Dan terlepas dari antara pendapatnya KPK atau pendapatnya para petinggi partai Demokrat, tentunya tak harus sampai mengganggu kegembiraan acara ulang tahun tersebut, yang disamping dihadiri oleh Aulia Pohan juga dihadiri oleh ibu Negara, ibu Ani Yudhoyono. Wallahualambishshawab. * Artikel dengan tema terkait dapat dibaca di : Kado Ulang Tahun buat Aira Yudhoyono ,Reuni Keluarga Presiden SBY , Momentum Pencitraan yang Tepat Artikel dengan tema Polhukam dapat dibaca di : Referendum Masa Jabatan Presiden , SBY: Anak Tunggal yang Charming , SBY kacung Amrik ? , Terapi Narsisme SBY Artikel dengan tema Sosek dapat dibaca di : Fakta Baru Ledakan Tabung Elpiji , Ledakan Tabung LPG = Ledakan Kenaikan Harga , Surat Keluhan buat Presiden SBY Gambar foto ilustrasi dicopypaste dari sini dan sini serta sini . *** Demokrat: Besan SBY bukan Koruptor http://hukum.kompasiana.com/2010/08/24/demokrat-besan-sby-bukan-koruptor/ ***
