Salam, Siaran dari Kerajaan Saudi mengatakan para ahli Jerman dan Swiss yang membuat jam tsb adalah WN Jerman dan Swiss keturunan Turki dan/atau sudah masuk Islam.
Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Sel, 24/8/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Mecca Time Mau Gantikan Greenwich Time ??? Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 24 Agustus, 2010, 1:06 PM Mecca Time Mau Gantikan Greenwich Time ??? Se-gala2nya harus Islam, harus ciptaan Islam. Naasnya belum ada satupun teknologi yang diciptakan dunia Islam. Semua teknologi Islam adalah jiplakan dari teknologi kafir, seperti Bank Syariah berasal dari Bank kapitalis. Baru2 ini sedang dibangun lonceng besar di Mecca yang kontrak pembangunannya dilakukan dengan teknologi Germany, ahli2 Jerman dibayar untuk membuat lonceng yang lebih besar dari lonceng big ben di London. Biaya pembuatannya dikeluarkan oleh keluarga Osama bin Laden. Dunia Islam merencanakan untuk mendapatkan pengakuan dunia agar waktu mecca bisa menggantikan GMT atas dasar katanya lebih tepat. Padahal soal waktunya enggak mungkin lebih tepat, meskipun nantinya lonceng Mecca sudah selesai dibangun tetap saja untuk memastikan ketepatan waktunya digunakan waktu GMT, sedangkan sekarang ini waktu Mecca adalah sama dengan waktu GMT+3. Jadi nantinya direncanakan semua negara2 Islam menggunakan waktu Mecca time dengan cara waktu yang sekarang atau waktu setiap wilayah yang berlaku sekarang dikurangi 3. Jadi kalo jakarta adalah GMT+7, maka kalo memakai standard Mecca, maka waktunya adalah Mecca+4. Hal ini mudah diperhitungkan dari selisih GMT Jakarta dan GMT Mecca. Mecca meskipun nantinya punya lonceng besar, namun cara teknis pengukuran atomic time tetap mengikuti GMT. Perhitungan waktu itu berkaitan dengan perhitungan bulan dan tahun dari sebuah kalender yang sekarang digunakan diseluruh dunia. Oleh karena itu, perhitungan kalender Arab itu kacau balau tidak mungkin bisa bermanfaat bagi kehidupan semua umat manusia didunia termasuk dunia Islam itu sendiri. Perhitungan kalender itu terkait memprediksi datangnya musim dalam satu tahun. Oleh karena musim itu bergantung dari peredaran matahari, maka kalender yang cocok untuk digunakan didunia ini adalah kalender yang menggunakan perhitungan rotasi Matahari bukan rotasi bulan terhadap bumi. Memang, pada hakekatnya bumi mengelilingi matahari bersama bulan-nya, sehingga seharusnya kalendar yang menggunakan perhitungan bulan sekalipun tidak akan berbeda jauh dari kalendar yang menggunakan perhitungan peredaran matahari. Dan demikianlah kenyataannya, tahun kalendar Cina, India, dan Yahudi juga menggunakan perhitungan peredaran bulan yang ternyata cocok bisa mengukur datangnya musim setiap tahun secara tepat pada bulan2 yang sama. Berbeda dari kalendar Arab, yang meskipun juga menggunakan peredaran bulan dalam perhitungannya namun karena menciptakan jumlah hari dalam setiap bulannya bukan berdasarkan observasi terhadap bulan atau mataharinya, melainkan berdasarkan jumlah hari yang sama setiap bulannya sehingga tidak bisa cocok dengan datangnya musim. Cobalah anda perhatikan setiap tahun-nya, lebaran selalu jatuh sekitar 3 bulan maju disetiap tahunnya, sehingga mana mungkin bisa memprediksikan datangnya musim tanpa menggunakan juga kalendar masehi yang berlaku internasional sekarang ini ??? Demikianlah, semoga para muslimin yang selama ini berbangga hati dengan kalendar Islamnya, harus mau mengakui kenyataan bahwa kalendar Islam itu adalah kalendar yang paling buruk dari semua kalendar berbagai agama yang pernah diciptakan dibumi ini. Hal ini disebabkan kalendar Islam itu bukan dibuat oleh ahli perbintangan, melainkan dibuat atas jiplakan sembarangan dari kalendar milik orang Yahudi yang tidak dimengertinya. Atas dasar hal2 diatas inilah, TIDAK MUNGKIN waktu mecca bisa menggantikan GMT meskipun dipaksakan kepada kaum muslimin. Karena teknologi itu hanya bisa diterima kalo dirasakan berguna bagi semua orang, dan kalo tidak berguna bahkan mengacaukan waktu maka tidak mungkin ada yang bersedia menggunakannya meskipun di-paksa2 atas nama Allah. Ny. Muslim binti Muskitawati.
