saya sangat setuju dengan "Stop Perceraian" bukan hanya menjelang bulan suci ramadhan saja, tetapi seterusnya.
Sayang anak, pasti berani berkata "Stop Perceraian" Sayang istri, pasti berani berkata "Stop Perceraian" Sayang suami, pasti berani berkata "Stop Perceraian" Sayang keluarga, pasti berani berkata "Stop Perceraian" salam On Wednesday 05 September 2007 09:16, agussyafii wrote: > Momentum Ramadhan "Stop Perceraian" > > Menjelang bulan suci ramadhan tahun ini kita dikejutkan dengan berita > meningkatnya angka perceraian di Depok dan berdasarkan data departemen > agama, di Indonesia pada 2004 terjadi 813 perceraian. Setahun > kemudian, angka itu naik menjadi 879 dan pada 2006 melonjak menjadi 983 . > > Krisis keluarga yang diawali dengan pertengkaran, perbedaan pendapat, > perselisihan di dalam keluarga bagian dari kehidupan. Namun berpikir > bahwa perceraian sebuah solusi menyelesaikan masalah adalah salah. > Sebab perceraian hanya akan menghasilkan penderitaan. > > Penderitaan bagi diri sendiri, pasangan hidup kita, bahkan anak > merupakan korban yang paling menderita dari akibat perceraian. > Menjelang bulan suci ramadhan sudah saatnya kita mengajak para > keluarga untuk hidup lebih sehat, indah dan bahagia dengan mengatakan > "Stop Perceraian." > > Kami mengundang peran serta aktif anda dalam kampanye "Stop > Perceraian" dengan mengenakan gelang karet berwarna merah di tangan > sebelah kiri sebagai wujud penolakan terhadap perceraian baik secara > pemikiran maupun tindakan pada diri sendiri dan juga orang-orang > sekitar kita. > > Selamatkan biarpun satu keluarga dari perceraian! > > Wassalam, > Agussyafii > > ============================================================= > Kirimkan dukungan anda untuk kampanye "Stop Perceraian" di > http://agussyafii.blogspot.com dan 0888 176 48 72 > ============================================================= -- Suwarto PT Konimex Ds Sanggrahan Kec Grogol Sukoharjo - Jawa Tengah Indonesia
