Terdiam ku di sudut jiwa

Dingin di sekujur tubuhku

Memandang jasadmu terakhir

Tak terasa air mata ini mengalir



Hanya bisa ku diam

Tak ada kata-kata hanya gundah dan kelam

Layangkan mata menabuh cahaya

Membawa jiwa terbang memandang pesona



Masih terjelas pesona kharismamu

Masih jelas terasa getar dawai jiwamu

Terukir semua di relung jiwa terdalam

Terus menyinari hati yang gelam



Inilah perjalanan mu menuju syurga tuhan

Dimana kita akan menuju berjalan

Biarkan kita terus bermain dalam mimpi yang tak nyata

Bersama selamanya di dalam jiwa

Yang akan terus merindu rasa bersama kita yang lama



Perlahan lepas semua Tanya

Tanda lepas semua bersama

Lepas kan peluk terakhir tinggalkan semua

Terangkai bunga cinta untuk dirimu ayahanda



Hanya rasa sepi meratapi

Hilangkan semua tangis di hati

Ayah, Kaulah  sosok pribadi yang tak terganti

Tertancap dalam doaku untukmu dari relung hati



Dalam perenungan malamku, `tuk sahabat ku yang baru ditingal ayah tercinta
sabar ya...

Depok 05 September 2007 21:38

Erwin Arianto
Be my friend come to http://erwinarianto.blogspot.com

On 9/4/07,  wrote:
>
>  Hai Erwin …
>
>
>
> Nice to know you through our milis. Saya suka dgn puisi2 kamu … karena
> saya memang suka puisi dan saya suka mengcollect.
>
>
>
> Baru2 ini papa saya meninggal, sebagai anak tertua (wanita) dalam keluarga
> batak, saya ga punya hak apa-apa, tapi semua tanggung jawab proses kehidupan
> keluarga harus menjadi bebanku.
>
>
>
> Buatin aku puisi dong …
>
>
>
> Thanks ya sobat.
>
>
>
> Cheers,
>
>
>

Kirim email ke