---------------------------------
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.Title: Amanah yang dititipkan" Amanah " yang dititipkan
Apakah yang penting untuk kita semua pada masa sekarang? Apakah dia yang
'Dermawan,Hartawan, Sudiman pada diri kita ini.Bukankah telah
di''dermakan" untuk tuboh yang kosong ini dengan 'roh ciptaannya'.
Justeru, menjadilah kita ini sebagai orang2 " Hartawan" hasil titipan
yang dikurniakan tidak kira rupa ataupun kaum. Namun apabila manusia
melihat dirinya yang cukup maka ia lupa akan sejarahnya dari 'Ibu' dan
'Bapa'nya.
Sering kita mengatakan" Dari Allah kita datang dari Allah jua kita akan
dikembalikan" . Dimanakah hendak kita letakkan perkataan yang amat
tinggi ini.Tanpa memahami, mempelajari, asal muasal siapakah diri kita
ini? Maka jadilah cakap2 kita itu cakap yang tidak berfaedah. Tanpa erti
dimanakah hendak dudukkan tujuan maksud yang mengandungi ilmu
pengetahuan didalamnya.
Menjadilah kita dari golongan2 yang bakhil ,tama, dan haloba kerna sudah
tidak mengenal manusia itu dari bangsa apa. Lantas, bolehkah diri ini
menjadi seorang yang " Sudiman" . Sudi untuk menaikkan agama pada
dirinya sendiri, tanpa disuroh dan dipaksa? Sepertinya kesudian 'Ibu dan
Bapa'' yang awalin yang mana telah memberikan kita waris pusaka yang
tidak ada nilainnya. Tanpa meminta apa pun dari usaha kita. Malahan
ianya akan kembali semula untuk kita juga.
Apa yang dikehendaki bukanlah banyak. Kembalikanlah Iman dan Islam.
Yaitu Rukun Iman 6 perkara dan Rukun Islam 5 perkara. Itu saja. Sebagai
amanah yang dititipkan kita sebagai 'anak' untuk dikembalikan kemartabat
yang puji dan tinggi.
Nabi telah membina Islam setinggi derajat. Apabila tiba pada umat
semuanya telah jatuh melarat. Nabi diseru tak kenal nabi. Tuhan diseru
tak kenal Tuhan.
Apakah akan jadi pada diri kita ini. Hinggakan nabimu dan Tuhanmu sudah
tak kenal lagi. Mencari kekayaan tidak lah menjadi suatu larangan.
Carilah apa2 kurnian yang ada dimuka bumi ini. Namun, kebanyakkan
'anak2' sekarang, sudahlah kurang mencari. Lebih pula menuntut harta
pusaka 'Ibu dan Bapa'. Menjadilah kita semua anak2 yang 'salah' bukan
'anak2' yang 'soleh' lagi. Maka sudikah kita menjadikan "Sudiman"
lambang keagungan dari kedua 'Ibu dan Bapa' kita bersama?
Revised: 09/30/07.
