I'tikaf dan Lailatul Qadar.
oleh Luthfi.
Kapan Masuk Ketempat I'tikaf.
Aisyah berkata : Apabila Rasulullah ingin beri'tikaf , Beliau sholat shubuh
lalu masuk ke tempat i'tikafnya. Beliau minta dibuatkan tenda kecil / bilik
kecil, maka dibuatkanlah. Rasulullah menghendaki ber i'tikaf pada 10 hari
terakhir bulan Ramadahan. Zainab pun minta dibuatkan bilik kecil, maka
dibuatkanlah, Ketika Rasulullah melakukan sholat subuh , beliau melihat
banyak bilik berjajar lalu beliau bersabda "Kebaikan macam apakah yg mereka
kehendaki ini?" Kemudian beliau memerintahkan agar bilik-bilik itu
dibongkar, kemudian beliau membatalkan i'tikafnya dibulan Romadhan.
Sehingga beliau beritikaf pada 10 hari pertama bulan Syawal. (HR.Muslim).


I'tikaf pada 10 Hari pertama dan 10 hari yg tengah.
Abu Sa'id Alhudry RA. berkata, "Sesungguhnya Rasulullah beri'tikaf pada 10
Hari pertama dibulan Romadhon, lalu beri'tikaf pula pada 10 hari yg tengah
didalam sebuah kubah kecil buatan Turki yg pintunya ditutup dengan tikar.
Lalu beliau ambil tikar itu lalu beliau letakkan di sudut kubah, lalu
beliau julurkan kepalanya, sambil berkata kepada orang-orang, agar mereka
mendekatkan diri kepada beliau. Kemudian beliau bersabda, " Sesungguhnya
aku telah beri'tikaf pada 10 hari yg pertama untuk mencari Lailatul qadar,
lalu aku beri'tikaf apada 10 hari yg tengah. Kemudian aku didatangi
malaikat dan dikatakan kepadaku bahwa lailatul qadar ada pada 10 hari yang
akhir. Barang siapa diantara kalian ingin ber i'tikaf maka hendaknya ber
i'tikaf. maka orang-orang ber i'tikaf menyertai beliau. Beliau bersabda
"Aku bermimpi bahwa lailatul qadar ada pada malam ganjil dan pada paginya
aku bersujud dilumpur yang basah . Ternyata pada pagi harinya setelah malam
ke-21 beliau berangkat shalat shubuh, lalu turun hujan sehingga masjid
tergenang dengan air dan aku melihat tanah berlumpur serta genangan air.
Setalah shoalat subuh, Rasulullah keluar dari masjid sementara pada ujung
hidungnya terdapat lumpur basah, malam itu adalah malam ke-21 pada
rangkaian malam 10 hari yg terakhir. (HR.Muslim).


I'tikaf pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan.
Aisyah berkata "Rasulillah selalu beri'tikaf pada 10 malam terakhir hingga
beliau wafat, Kemudian sepeninggal beliau istri-istrinya pun beri'tikaf
seperti itu". (HR.Muslim).


Menggiatkan ibadah pada 10 hari terakhir
Aisyah berkata "Keitika tiba 10 hari terkahir Rasulullah terjaga tidak
tidur pada malam hari untuk beribadah, beliau membangunkan keluarganya,
beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan pakaiannya (tidak menggauli
istrinya untuk lebih mendekatkan dirinya kepada Allah). (HR,Muslim).


Lailatul Qadar dan mencarinya pada 10 malam terakhir dbulan Ramadhan.
Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda "Mencarilah dengan
sungguh-sungguh lailatul qodar pada 10 malam terakhir, kalau engkau tidak
mampu maka jangan lewatkan 7 malam yg terakhir. (HR.muslim).


Lailatul Qadar pada malam 21.
Abu Sa'id Alhudry RA. berkata, "Sesungguhnya Rasulullah beri'tikaf pada 10
Hari pertama dibulan Romadhon, lalu beri'tikaf pula pada 10 hari yg tengah
didalam sebuah kubah kecil buatan Turki yg pintunya ditutup dengan tikar.
Lalu beliau ambil tikar itu lalu beliau letakkan di sudut kubah, lalu
beliau julurkan kepalanya, sambil berkata kepada orang-orang, agar mereka
mendekatkan diri kepada beliau. Kemudian beliau bersabda, " Sesungguhnya
aku telah beri'tikaf pada 10 hari yg pertama untuk mencari Lailatul qadar,
lalu aku beri'tikaf apada 10 hari yg tengah. Kemudian aku didatangi
malaikat dan dikatakan kepadaku bahwa lailatul qadar ada pada 10 hari yang
akhir. Barang siapa diantara kalian ingin ber i'tikaf maka hendaknya ber
i'tikaf. maka orang-orang ber i'tikaf menyertai beliau. Beliau bersabda
"Aku bermimpi bahwa lailatul qadar ada pada malam ganjil dan pada paginya
aku bersujud dilumpur yang basah . Ternyata pada pagi harinya setelah malam
ke-21 beliau berangkat shalat shubuh, lalu turun hujan sehingga masjid
tergenang dengan air dan aku melihat tanah berlumpur serta genangan air.
Setalah shoalat subuh, Rasulullah keluar dari masjid sementara pada ujung
hidungnya terdapat lumpur basah, malam itu adalah malam ke-21 pada
rangkaian malam 10 hari yg terakhir. (HR.Muslim).


Lailatul qadar pada malam 23.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Unais RA. Bahwa Rasulullah bersabda "Aku
bermimpi melihat malam lailatul qadar, namun aku dilupakannya, dan aku
bermimpi bahwa pada esaok paginya aku bersujud dilumpur yg berair" Kata
Abdullah bin Unais "Kemudian turun hujan pada malam ke-23, Lalu Rasulullah
sholat (shubuh) bersama kami. Kemudian beliau pulang dan di ujung hidung
dan dahinya ada lumpur basah. (HR.Muslim).


Carilah Lailatul Qadar pada Malam ke-9, ke-7, ke-5.
Abu said Alhudry berkata "Bahwa Rasulullah beri'tikaf pada 10 malam yg
tengah dibulan Ramadhan untuk mencari Lailatul qadar sebelum diberitahukan
kepada beliau. Setelah 10 malam yg tengah itu berlalu Rasulullah minta
untuk di buatkan bilik/ kemah, tetapi kemudian dibongkar. Lalu beliau
diberitahukan bahwa Lailatul qadar itu ada pada 10 malam terakhir, lalu
beliau minta dibuatkan bilik lagi lalu dibongkar lagi, lalu beliau bersabda
"Sesungguhnya telah diberitahukan kepadaku tantang lailatul qadar, dan aku
diperintahkan untuk memberitahukan kepada kalian. Maka datanglah 2 orang yg
saling bertengkar dimana mereka semua mengaku yg benar dari yg lain, maka
malam qadar terlupakan olehku. maka carilah malam qadar pada malam ke-9,
ke-7, ke-5.


Seseorang bertanya" hai Abu Said , Anda tentunya lebih tahu dari kami
tantang bilangan itu ?. Abu said berkata "Tentu aku lebih tahu dari kalian
tentang hal itu ". Apa yg dimaksud malam ke-9, ke-7, ke-5 ?. Abu Said
menjawab "Apabila malam ke-21 telah lewat, maka maka berikutnya adalah
malam ke-22. Itulah yg dimaksud malam ke-9, Apabila malam ke-23 telah
berlalu maka itulah malam ke-7, dan apabila malam ke-25 telah lewat, maka
berikutnya adalah malam ke-5. (HR.Muslim).


Lailatul qadar pada malam 27.
Zir bin hubaisy RA, berkata "Aku pernah bertanya Ubay bin Kaa, "Saudaramu
Ibnu Mas'ud mengatakan, Barang siapa beribadah dimalam hari sepanjang
tahun, maka dia mendapat lailatul qadar. Ubay bin Kaab berkata"maka maksud
Ibnu Mas'ud adalah agar orang-orang tidak hanya mengandal ibadah pada
hari-hari tertentu saja, Sebenarnya Ibni Mas'ud sudah tahu bahwa lailatul
qadar adalah pada 10 malam yg terakhir pada bulan Ramadhan, yaitu pada
malam 27". Kemudian Ubay bin Kaab bersumpah tanpa kalimat pengecualian ,
bahwa lailatul qadar itu adalah pada malam ke-27. lalu aku tanyakan padanya
"Atas dasar apa kamu katakan itu hai Abul Mundzir (Ubay bin Kaab)?, Dengan
adanya btanda yg telah diberitahukan oleh Rasulullah, yaitu langit pada
malam itu tampak cerah. (HR.Muslim)


Semoga bisa bermanfaat,
wass.


Kirim email ke