Saya juga ingin curhat,

Karena kemacetan Jakarta yang sudah terlalu parah itulah, akhirnya saya 
putuskan saya beralih ke KRL untuk berangkat ke kantor setiap harinya dan 
teryata di KRL sungguh menderita sekali karena penuh sesak, padat bagaikan 
barang yang ditumpuk, dan yang paling menyakitkan sekali saya pernah kehilangan 
HP di KRL tersebut. Tas saya disilet oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Tapi mau bilang apa lagi, saya tidak berdaya apa2, tidak ada yang bisa menolong 
saya. Dan tidak ada lagi yang perduli dengan nasib saya. Apalagi pemerintah 
yang dzolim yang sama sekali tidak memperdulikan rakyat kecil.
MAKA DARI ITU KITA HARUS BERSAMA-SAMA PEMERINTAH/PENGUASA YANG DZOLIM INI.


----- Pesan Asli ----
Dari: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Selasa, 13 November, 2007 12:16:09
Topik: Re: ~Milis NB~ Ketika PEMROP DKI mengatakan busway bukan solusi macet


Sekedar ingin curhat, 

Saya ke kantor sebetulnya hanya 30 menit pada saat jam biasa, tetapi sekarang 
menjadi 2,5 jam, dimana-mana macet, bahkan saya telah lewat jalan tikus, jalan 
kampung, semua jalan telah saya coba. 
Akhirnya saya menemukan jalan baru dan mau tidak mau harus lewat tol, pertama 
byr 2000 kemudian 6000rb, demi menghindari macet padahal jarak tempuh hanya 13 
km. Sangat menyebalkan sekali. Tapi tidak menjamin, ketika mau keluar pintu 
tol, jalanan sudah sangat macet. Sekarang pergi kekantor menjadi 1,5 jam. 

Pemerintahan kita telah bejat krn semua program menjadi ajang bisnis agar 
keluarga mereka semakin kaya dengan mengalirnya rupiah ke kantong masing - 
masing krn semakin banyak proyek, membuat mereka semakin kaya. Kita sebagai 
rakyat hanya menjadi korban mereka, terkena macet yg semakin hari semakin makin 
parah. Jumlah mobil mewah dan baru yang semakin banyak tak terkendali, jumlah 
motor sudah seperti lalat hinggap dimakanan. 

Busway akan membuat Pondok Indah banjir, masa penghijauan kita korbankan demi 
semen beton demi lewatnya busway dan proyek pemerintah yang ujungnya demi uang. 
Hanya JAKARTA SELATAN yg masih penuh dengan penghijauan dibandingkan dengan 
jakarta lainnya. Kita harus pertahankan dan bukan menghancurkannya. 

Semakin tidak jelas jakarta ini......... ......... .......





"Erwin Arianto" <erwinarianto@ gmail.com> 
Sent by: Nongkrong_bareng@ yahoogroups. com 
11/13/2007 03:40 PM Please respond to
Nongkrong_bareng@ yahoogroups. com

To
cc
Subject~Milis NB~ Ketika PEMROP DKI mengatakan busway bukan solusi macet







Begitu parahnya lalu lintas di jakarta saat ini, dan menurut pendapat saya 
tingkat kemacetan dijakarta sudah terlalu akut, apa lagi saat pembangunan 
busway bukan solusi yang ditawarkan tetapi bencana yang di dapat. 
  
            Sebagai pengguna jalan raya, yang saya inginkan, dan pasti juga n 
teman-teman inginkan adalah kenyamanan dalam jalan raya, tetapi saat ini yang 
kita terima kemacetan yang parah, tidak perduli waktu, pagi, siang, malam, 
libur atau hari kerja. 
  
            Saat ini jalanan adalah seperti sekolah, ya sekolah yang 
mengajarkan stress, sekolah stress yang sangat baik, dimana setiap orang 
dilatih untuk tidak sabar, dilatih gontok-gontokan. Penurunan kualitas hidup 
berada disini. 
  
            Saat kenaikan jalan tol, dengan tenang pemerintah mengatakan bahwa 
kenaikan sudah sesuai dengan undang-undang, yang bisa dilakukan oleh rakyat 
hanyalah menerima dengan hati tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan, mau gimana 
ya pemerintahnya bela investor terus sih. Padahal jalan tol keadaanya tidak 
memadai, tetap macet, kok pelayanan payah bayarnya naik terus ya. Bayar kok 
macet!!! 
  
            Saat rencana pembangunan monorel, yang merupakan proyek yang bisa 
dianggap solusi, yang terjadi kemacetan semakin parah, dan ternyata tidak bisa 
terselesaikan, karena contraktor kurang dana. Yang terjadi sekarang seonggok 
tiang tidak terpakai… 
  
            Saat pemerintah DKI (gubernur sutiyoso) pertama kali mendengungkan 
program busway, banyak penentangan yang terjadi, dan apa yang dilakukan 
pemerintah, seperti biasa arogansi pemimpin, rakyat tidak digubris…. Dengan 
bangga dia berkata inalah yang dibutuhkan rakyat DKI. 
  
            Seiring dengan berjalannya waktu, busway ternyata tidak menjawab 
solusi kemacetan, dan saat menjelang lengser sutiyoso sebagai gubernur DKI 
terdahulu mengkebut proyek busway yang nota bene telah dikecam banyak 
pihak…adakah satu tanda tanya ada sesuatukah dibalik itu, bukan berburuk 
sangka.. dan telah menjadi rahasia umum ketika suatu proyek dapat dilaksanakan 
pasti terdapat upeti untuk penguasa. 
  
                        Pemerintah DKI boleh bangga bahwa busway telah mendapat 
anugrah menyelamatkan dunia dengan mengurangi polusi. Satu pertanyaan saya yang 
tak berilmu… benarkah hal itu, yang terjadi adalah Jarak tempuh sebelum busway 
dibuat dengan adanya busway mengalami waktu yang lebih lama, dan menghabiskan 
konsumsi BBM yang lebih banyak. Apakah ini mengurangi pulusi yang ada, dan saat 
banyak tanaman di tebang untuk proyek busway ironi. 
  
Membaca berita pada surat kabar… gubernur terbaru DKI fauzi bowo, mengatakan 
bahwa busway bukan lah salah satu solusi kemacetan. Betul bang fauuzi… karena 
busway.. kami semakin menderita di jalan. Saya yang berkendara dengan motor pun 
saat ini susah, tidak bisa cari celah jalan dan kestukan yang terjadi. 
  
Inikah program yang dibanggakan oleh pemerintah DKI, berikan kami solusi, 
sampai kapan kami akan tua dijalan, benarkah busway itu sebagai solusi, bahkan 
pemerintah DKI tidak bisa menjawab. Sampai kapan rakyat harus bersabar 
menghadapi kemacetan ini, ketika pejabat pemerintah menggunakan protokoler yang 
terasa nyaman dalam berjalan. 
  
Hanya membayangkan bagaimana jika terdapat keadaan urgensi, saat ada yang 
sekarat dalam ambulan, ketika terjebak kemacetan, susahnya menyelamatkan nyawa 
sesorang, ketika mobil pemadam kebakaran terjebak macet, berapa rumah yang 
harus menjadi korban. Ketika kita terdapat urusan bisnis, berapa nilai peluang 
yang hilang. Begitulah akibat kemacetan yang terjadi. 
  
"Hanya berharap mendapat kenyawaman dalam jalan raya. " 
  
  
Dalam Perenunganku, Cape di jalan… 
Depok 13 November 2007, 12:07 
Erwin Arianto 
http://blogerwinari anto.blogspot. com

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor  
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi 
------------ --------- --------- --------- -----
See my Article On http://blogerwinari anto.blogspot. com/ 

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagel abs.com/email 
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____ 


____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagel abs.com/email 
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____




      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke