Jejak
Banyak orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datang dan pergi
silih berganti. Ada yang tinggal untuk sementara waktu dan meninggalkan
jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yang membuat diri kita berubah.
Alkisah seorang tukang lentera di sebuah desa kecil, setiap petang lelaki tua
ini berkeliling membawa sebuah tongkat obor penyulut lentera dan memanggul
sebuah tangga kecil. Ia berjalan keliling desa menuju ke tiang lentera dan
menyandarkan tangganya pada tiang lentera, naik dan menyulut sumbu dalam kotak
kaca lentera itu hingga menyala lalu turun, kemudian ia panggul tangganya lagi
dan berjalan menuju tiang lentera berikutnya.
Begitu seterusnya dari satu tiang ke tiang berikutnya, makin jauh lelaki tua
itu berjalan dan makin jauh dari pandangan kita hingga akhirnya menghilang
ditelan kegelapan malam. Namun demikian, bagi siapapun yang melihatnya akan
selalu tahu kemana arah perginya pak tua itu dari lentera-lentera yang
dinyalakannya.
Penghargaan tertinggi adalah menjalani kehidupan sedemikian rupa sehingga
pantas mendapatkan ucapan: "Saya selalu tahu kemana arah perginya dari
jejak-jejak yang ditinggalkannya."
Seperti halnya perjalanan si lelaki tua dari satu lentera ke lentera
berikutnya, kemanapun kita pergi akan meninggalkan jejak. Tujuan yang jelas dan
besarnya rasa tanggung jawab kita adalah jejak-jejak yang ingin diikuti oleh
putera puteri kita dan dalam prosesnya akan membuat orang tua kita bangga akan
jejak yang pernah mereka tinggalkan bagi kita.
Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan anda yang akan
menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yang mengikutinya.
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites.
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs