tumben ya NB kok sepi banget ya............pada sibuk kejar target ya hehehe.....
----- Original Message ----- From: leonardo rimba To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 27, 2007 6:53 AM Subject: ~Milis NB~ Kesaksian: "Aku dalam Ketidak-berdayaan" MAS KARIYAN (DI BONTANG, KALTIM), PLIS CERITA DUNK ! Dear Friends, Tiga hari lalu Mas Kariyan di Bontang, Kalimantan Timur, telpon aku malam2, dan cerita pengalaman pribadinya yang sangat aneh. Aneh karena itu pengalaman pertama baginya, dan aneh juga bagi aku karena itu juga pertama kalinya mendengar pengalaman seperti itu. FYI, Mas Kariyan ini orangnya very berapi-api. Kalo ngomong sama aku, energinya itu meledak-ledak, a genuine Elemen Api. Tapi waktu dua hari lalu Mas Kariyan telpon aku, he was changed. Ada yang berubah di dirinya. Ada SPIRITUAL EXPERIENCE yang sangat membekas di dirinya, sehingga orangnya jadi berubah. Beda banget. He was very quiet,... calmed, confident dan, maybe, masih berusaha mencerna pengalaman batin (dan fisik juga benarnya) yang baru saja dialaminya itu. Aku dengarkan saja Mas Kariyan cerita waktu itu. Aku dengarkan dan aku bilang: ya,... ya,... ya,... tapi aku gak comment kalau Mas Kariyan very calmed saat itu. Sangat lain dari biasanya. Terus aku bilang agar PLEASE MAS KARIYAN SHARING juga di milis, hmmm hmmm hmmm... Aku percaya bahwa pengalaman pribadi Mas Kariyan itu akan ada juga hikmahnya bagi kita semua. Dan ternyata, kesaksian tentang Spiritual Experience yang dialaminya itu dikirimkan kepada email pribadi aku yang kali ini aku share kembali kepada rekan2 sekalian. Berikut kesaksiannya: +++++++++++++ KESAKSIAN: "AKU DALAM KETIDAK-BERDAYAAN" Kemarin lusa pada hari Kamis, 22 Nopember 2007 tiba-tiba saja aku mengalami suatu kejadian yang sama sekali belum pernah aku alami seumur hidupku. Sepulang dari kerja seperti biasanya aku selalu pulang agak lambat hanya untuk menghindari kesemrawutan dan kemacetan kendaraan di jalanan yang merupakan satu-satunya jalan menuju pulang ke rumah. Sekitar jam 17.30 aku baru sampai di rumah, sambil bercengkerama dengan si bontot yang masih TK kecil sesekali aku menikmati hiburan Jejak Petualang. Tiba-tiba ponselku bordering, ada sahabat dari seberang yang mencoba menyapa dan berkelakar via smsnya, aku lirik jam dinding yang ada di buffet atas TV menunjukkan pukul 18.25 bersamaan dengan berakhirnya kumandang Adzan Maghrib. Aku mencoba membalas sms sahabatku tadi. Mendadak tangan kiri saya gemetar hebat serasa tak ada lagi daya dan kekuatan walau hanya sekedar untuk menekan tombol-tombol ponsel, seketika itu aku mencoba beranjak dari tempat duduk dan kedua kakikupun mengalami hal yang sama, gemetar dan rasanya tak kuasa lagi aku untuk berdiri; badanku terasa lemas, lunglai dan tenagapun mendadak luruh serasa hilang dari jasad ini. Ya Tuhanku baru pertama kali ini aku mengalami hal yang serpeti ini, badan sama sekali luruh, lunglai tiada berdaya. Kalau memang Engkau harus mengambil nyawaku sekarang aku sudah siap untuk menghadap Engkau Ya Illahi Robbi.. begitu sikap pasrah yang muncul dari dalam sanubariku tanpa bisa aku bendung. Aku mencoba untuk tenang sambil duduk kembali di kursi, sempat terlontar kata-kata kepada isteriku yang pada waktu itu lagi berada di dapur mengambilkan makanan untuk si kecil yang berada disampingku, "Bu, kenapa tubuhku kok mendadak lemas dan serasa lunglai seperti ini?" isteriku sambil menoleh tanpa mengucapkan sepatah katapun dengan asyiknya mengambilkan lauk pauk buat si kecil dan, saat itupun aku merasa bahwa aku akan meninggal barang kali. Dengan langkah gontai yang aku paksakan, aku mencoba ke kamar untuk mengambil handuk dan langsung ngeloyor dan merambat dinding menuju kamar mandi yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan kamar tidur untuk mengambil wudhlu. Saat dalam kondisi ketiada berdayaan ini akupun sudah merasa yakin bahwa hidupku memang sudah dalam hitungan menit, detik saja sepertinya. Aku mencoba menguatkan untuk berdiri mengayunkan tangan sebisa-bisanya bertakbir pada sang Khaliq melaksanakan shalat Maghrib. Rakaat demi rakaat terlampaui dengan kondisi gerakan yang serba tak menentu, tapi biarlah yang penting aku masih diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang aku bisa dan mampu untuk menjalankannya dalam mengingat dan menyebut Asma-Nya. Usai salam, dengan kepasrahan total aku menyerah kepada-Nya, apapun yang Engkau kehendaki Ya Illahi Robbi aku sudah siap untuk menerima apapun peristiwa yang terjadi padaku, aku sadar dalam ketiada berdayaan ini, ternyata hanya Engkaulah yang Maha Gagah dan Perkasa untuk berbuat sesuatu terhadap semua ciptaan-Mu, sementara aku kini dalam keadaan luruh, lemas dan lunglai tiada berdaya kecuali yang aku bisa hanya menyebut-nyebut kebesaran Asma-Mu yang Maha Suci dan Maha Agung. Dalam duduk Tawarruk akupun lanjutkan mengheningkan DIRI dalam balutan Asma-Nya seperti kebiasaanku selama ini hingga tibanya waktu Isa yang selalu aku lazimkan. Mendadak aku terjaga kembali dari keheningan dan kepasrahan antara hidup dan matiku atas Kuasa-Nya, karena si kecil rupanya telah membangunkan aku sekitar pukul 20.30 wita. Rupa-rupanya sudah 2 jam aku telah berada dalam kondisi entah apa namanya yang jelas aku merasa lenyap dalam KETIADAAN RASA. Langsung saja aku peluk erat si kecil dan rupanya memang aku tidak bermimpi sepertinya dan Duh Gusti Kang Murbeng Dumadi, ternyata aku masih Engkau berikan kesempatan untuk bisa menghirup nafas kehidupan. Aku tidak jadi meninggal seperti yang aku bayangkan sebelumnya padahal saat itu aku telah menyerahkan hidup dan matiku dengan Pasrah, Ikhlas dan Ridho kepada-Mu jika itu yang memang harus terjadi menimpaku. Tapi, rupanya Engkau telah menentukan dan memilihkan jalan lain untukku. Sungguh Engkau memang sama sekali tidak bisa dijangkau oleh sang PIKIRAN. Engkau Jauh tetapi tak ada Jarak dan Engkaupun Dekat, tetapi tak bisa diraih. Engkaulah Yang ADA tetapi sejatinya TIADA dan Engkaulah Yang TIADA tapi sejatinya ADA. Salam, (Kariyan). Blog Kariyan: <www.karyakariyan.blogspot.com>." +++++++++++++ KOMENTAR SAYA: DISINI, SAAT INI Hmmm hmmm hmmm, hmmm hmmm hmmm, what to say? God is great, Allahuakbar, there's nothing more to say. The experience was genuine, aku hanya bisa bilang bahwa pengalaman SPIRITUAL itu memang selalu MENGUBAH kita manusia menjadi insan yang lebih batiniah. Segala yang hewaniah itu semakin ditinggalkan, dan kita menjadi semakin batiniah. Just that. Memang lebih kalem, lebih confident, lebih PD. Lebih pasrah, lebih ikhlas, apapun yang terjadi-terjadilah... apapun yang sudah terjadi ya biarlah. Hmmm hmmm hmmm... memang nothing more to say. Tak ada lagi yang bisa dikatakan. Apa yang mau kita katakan kepada Al Khalik kalau bertemu dengan Nya, anyway? Apakah mau berargumen? Tidak kan, kita hanya bisa menghadap God as we are. Sebagai diri kita sendiri, apa adanya, tanpa topeng, tanpa dogma, tanpa amal ibadah. Tanpa segalanya. We can only meet God as we are. Cuma itu komentar saya,... hmmm hmmm hmmm... one day we'll all BE there. Yet we are already there, actually. HERE AND NOW. Disini dan Saat Ini. Selalu seperti itu. DISINI, SAAT INI. (Leo) +++++++++++++ Bagi rekan2 yang ingin berdialog dengan Mas Kariyan tentang pengalaman spiritual pribadinya yang kesaksiannya dituliskan di bagian atas, dengan saya, atau dengan teman2 lainnya dari segala penjuru Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan, please jangan ragu2 untuk join di milis milik kita bersama di: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Everybody is welcome as brother or sister as we actually are. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
