Mengenal Kafein Pada Minuman Bersoda
  Kompas, Jakarta, 18 Desember 2007 
  Kafein dikenal sebagai trimethylxantine dengan rumus kimia C8H10N4O2 dan 
termasuk jenis alkaloida. Nama lengkap kafein adalah 
3,7-dihydrotrimethyl-1H-purine-2,6-dione. Bentuk alami kafein adalah kristal 
putih, prisma heksagonal, dan berbobot molekul 194,19 dalton. Kafein memiliki 
titik leleh 238oC dan mengalami sublimasi pada suhu 178oC (Karch, 2002).
  
Kafein terdapat secara alami pada biji kopi, biji coklat, daun teh, serta cola 
nuts. Metabolisme kafein di dalam tubuh akan menghasilkan theophylline 
(1,3-dimethylxanthine) dan theobromine (3,7-dimethylxanthine), yang kemudian 
akan  diekskresikan ke luar tubuh dalam bentuk paraxanthine (60 %), theobromine 
(20 %), dan  theophylline (14 %).
  Kafein sebagai zat stimulan tingkat sedang (mild srimulant) memang seringkali 
dituding sebagai penyebab kecanduan. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar.  
Kafein hanya dapat menimbulkan kecanduan jika dikonsumsi dalam jumlah yang 
sangat banyak dan rutin. Namun kecanduan kafein berbeda dengan kecanduan obat 
psikotropika, karena gejalanya akan hilang hanya dalam satu dua hari setelah 
konsumsi (Moore, 2001).
  Peranan Kafein
Sejak dahulu kala, kafein telah dikenal sebagai zat stimulan yang populer. 
Kafein sering digunakan dalam dunia kedokteran sebagai perangsang kerja jantung 
dan peningkat produksi urin. Kafein dosis rendah juga dapat berperan sebagai 
pembangkit stamina dan penghilang rasa lelah. Kegunaan di bidang kedokteran 
lainya adalah pengobatan sakit kepala dan migrain (EUFIC, 2006).
  Di beberapa negara maju, kafein digunakan untuk mengatasi asma dan batu 
ginjal, walaupun belum didukung penuh oleh penelitian ilmiah. Kafein bahkan 
digunakan dalam bahan penyusun obat-obatan. Sebagian besar obat flu mengandung 
kafein yang bertujuan untuk mengatasi rasa kantuk yang ditimbulkan oleh 
bahan-bahan lainnya. Hal tersebut dilakukan karena kafein memiliki sifat 
antisoporific yang dapat mengatasi sergapan rasa kantuk (Lewin, 1998).  
  Minuman Bersoda
Kadar kafein per 240 ml untuk berbagai jenis minuman adalah: coca cola 23 mg, 
kopi 65 - 120 mg, energy drinks 70 - 85 mg, teh 20 - 90 mg, coklat 5 - 35 mg 
dan susu coklat 1 - 15 mg.  Bagi yang tidak menghendaki kafein, dapat memilih 
minuman bersoda yang tidak mengandung kafein (caffeine free).  Informasi 
tersebut dapat dibaca pada label kemasan produk.  Oleh karena itu, biasakan 
membaca label sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk.   
  Pada minuman bersoda, perasaan menyenangkan (enjoyment) dan menyegarkan 
(refreshment), bukan hanya berasal dari unsur kafein, tetapi merupakan 
perpaduan antara kafein dengan komponen lainnya (seperti gas CO2, gula/pemanis 
dan flavor).  Oleh karena itu anggapan bahwa konsumsi minuman bersoda dapat 
menimbulkan kecanduan akibat kadar kafeinnya, tidak berdasar sama sekali.
  Konsumsi Bijak, Kafein Jinak
Sebagai konsumen minuman bersoda, kita harus jeli dalam mengamati kandungan 
kafein dalam minuman tersebut. Jika kadar kafein dalam sekaleng minuman bersoda 
(240 ml) sekitar 23 mg, maka kita dapat mengonsumsi minuman tersebut sebanyak 6 
- 7 kaleng, tanpa perlu khawatir terhadap efek kafeinnya.  Apabila kita 
berhasil mengatur berapa jumlah yang layak untuk dikonsumsi, maka kita akan 
mendapatkan hasil yang maksimal dengan kondisi kesehatan tubuh yang terjaga. 
Kita tidak perlu takut dan menjauhi minuman bersoda hanya karena alasan kafein, 
yang sesungguhnya kadarnya sangat rendah.  
  Salah satu minuman bersoda yang mengandung kafein adalah cola, yang lebih 
populer dengan sebutan coke, yaitu minuman yang berbahan dasar cola nuts 
berpadu dengan coca leaves. Minuman cola ini berasal dari cola nuts yang secara 
tradisional digunakan oleh bangsa Indian Bolivia sebagai zat stimulan alami 
(kafein). Daun coca sendiri berasal dari famili Erythroxylaceae, biasanya 
didapat dari spesies Erythroxylum coca. Bangsa Amerika dulu sering mengunyah 
daun tersebut karena dipercaya dapat menyegarkan tubuh. 
  Kafein yang terdapat dalam minuman cola secara alami berperan sebagai 
stimulan dengan efek yang sama dengan kafein dalam minuman penyegar lainnya. 
Akan tetapi karena terkandung dalam jumlah sedikit, maka efeknya dapat 
dirasakan enak, tanpa membuat ketagihan.  Beberapa jenis coke malah ada yang 
tidak berkafein sama sekali, sebagai suatu pilihan bagi yang menghendakinya. 
   
   

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke