Mas Samsul belum pernah ketemu yah....
Betapa nikmatnya sakit itu...

salam, Suzan



On Wed, 23 Jan 2008 13:08:08 +0700, "EngBekasi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote :

> 
> Mas Agus ini aya-aya wae.....:)
> Rasanya belum ada deh orang yg mencapai taraf bisa merasakan rasa sakit
itu menjadi nikmat.
> 
> Regards,
> Samsul
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: agussyafii 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Wednesday, January 23, 2008 12:50 PM
>   Subject: +Nongkrong Bareng Comunity+ Re: Lebih Baik Sakit Gigi Daripada
Sakit Hati....?
> 
> 
>   Mbak Euis,
> 
>   tetangga saya kemaren ada yg sakit hati terus nyebur ke empang.
>   medingan jangan sakit hati dech..gak enak, sakit gigi juga gak enak.
>   yang enak, kalo pas sakit, nikmati aja sakitnya..
> 
>   salam,
>   agussyafii
> 
>   --- In [email protected], "Euis" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   >
>   > ªÅ¥ÕLebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati (Karena Cinta) ?
>   > 
>   > Euis Handayani
>   > 
>   > 
>   > 
>   > Sepenggal kalimat di atas tentu sudah sangat familiar di telinga
>   kita. Jika harus memilih, Anda akan pilih mana, sakit gigi atau sakit
>   hati ? Saya yakin jawaban Anda pasti tidak untuk keduanya. Tapi
>   bagaimana dengan mereka yang pernah mengalami sakit hati, terutama
>   karena putus cinta ? Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan "Lebih
>   baik sakit gigi daripada sakit hati."
>   > 
>   > Kita tidak tahu seberapa dalam sakit hati mereka karena putus cinta,
>   sehingga mereka sampai mengucapkan istilah seperti itu.
>   > 
>   > Seperti sebuah tembang lagu yang didendangkan oleh seorang penyanyi
>   kondang Meggy Z "Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati" Mungkin
>   seperti itulah gambaran sebenarnya.
>   > 
>   > Putus cinta memang amat menyakitkan, terlebih jalinan cinta tersebut
>   sudah sampai pada tahap kehidupan keluarga atau rumah tangga. Banyak
>   diantara mereka yang memilih jalan perceraian atau perselingkuhan.
>   Tidak sedikit pula yang menjalin cinta di sana-sini (mengobral cinta)
>   dengan bebasnya.
>   > Sepertinya tidak ada lagi aturan yang menghalanginya, bahkan
>   norma-norma agama pun diabaikannya. Semua seakan sah-sah saja
>   dilakukan. Tidak peduli lagi halal dan haram, yang penting nafsu
>   syahwat bisa terpenuhi.
>   > 
>   > Putus cinta juga bisa menimbulkan rasa kesepian (loneliness),
>   hilangnya kepercayaan terhadap pasangan dan berpengaruh terhadap orang
>   lain, menimbulkan depresi berat terutama di kalangan remaja, hilangnya
>   rasa percaya diri dan berujung pada keputusasaan. Mereka yang tidak
>   mempunyai cukup keterampilan atau kurang pergaulan, akan menjadi
>   seorang pelamun hebat (hanya bermain dengan khayalannya sendiri). Dan
>   tidak sedikit pula yang menjadi peminum, penzina, pemakai narkoba
>   sebagai pelarian. Jalan seperti ini kebanyakan dilakukan oleh kaum remaja.
>   > 
>   > Namun cinta yang berlebihan terhadap pasangan pun bisa membutakan
>   hati dan pikiran kita. Oleh karenanya, berhati-hatilah dalam menjalin
>   hubungan, jangan sampai ada hati yang dikorbankan (dipermainkan). Jaga
>   dan rawatlah cinta itu agar tetap bersemi selamanya. Dan tetap
>   berpegang teguhlah pada ajaran agama, karena cinta yang suci adalah
>   cinta yang diridhoi olehNya. Mohonlah agar cinta kita senantiasa
>   berada di jalan yang benar dan tidak melebihi cintaNya.
>   > 
>   > 
>   > Serang,
>   > (Ketika hati sedang ingin benar-benar memaknai arti cinta)
>   >
> 
> 
> 
>    
> 

Kirim email ke