Renungan : Mempergunakan Seluruh Indra

Merepotkan sekali ketika seorang kawan datang
meminta bantuan untuk membuatkan proposal penawaran
bagi kegiatan yang akan Ia lakukan, mulai dari Kegiatan 
"Event Tenis Meja" nya hingga Proposal penawaran Sparepart
komputer dan Networking yang akan diajukan oleh kawan lainnya.

Konyolnya mereka hanya meminta "buatkan" tanpa membawa 
bahan2x yang cukup untuk kegiatan yang sama sekali 
saya tidak pernah pikirkan itu...

Notabene saya bekerja sebagai programmer, yang selalu
disibukkan dengan kode2x program dan keinginan klient
yang bervariasi....

Hmm.... begitu berat bagi saya untuk menterjemahkan hal yang 
saya tidak biasa kerjakan menjadi sebuah proposal yang
menarik dan dapat dipercaya.....

Mereka kawan-kawan saya di kelembagaan kampus,
10 tahun lalu mereka orator-orator (reformasi) ulung yang pandai 
berbicara juga di organisasi mereka masing2x.

yah.... mungkin hanya pandai berbicara saya baru sadarkan itu...

Saya menjadi berfikir mengenai apa yang telah teramputasi 
di dalam kemampuan2x nya dulu....

mengaktualisasikan pemikiran hanya sekadar pada ucapan
namun tidak sanggup menorehkannya kedalam bait bait proposal

memang saya bukan penulis, namun mencoba bisa untuk menulis,,,
al-hasil ternyata not bad koq....

sayangnya... mereka menyandarkan keberanianya ditempat lain
"berbicara" memang sudah menjadi kenyamanan dan ketika beranjak
kepada tantangan menulis maka tak sedikitpun kemampuan itu 
datang.............

semakin saya berfikir mengenai Indra.....
seorang anak kecil belajar kali pertama
melalui pengelihatan dan pendengaran......
kemudian belajar bicara dan setelah sekolah 
Ia belajar menulis....... namun itu seorang anak kecil....

menurut saya, untuk seorang mantan organisator seperti mereka
selayaknya melakukan pembelajaran dengan indra2x yang sama
namun berbeda strategi seperti :
- Melihat dan mendengar... yah oke lah itu dahulu
- mencermati
- menorehkan kedalam bait 2x kesimpulan 
- membuahkan konsep 2x dari bait bait kesimpulan yang telah 
di survey kan kebenarannya (dikaji ulang)
- menuangkan kedalam ucapan................................ !

berbicara adalah pekerjaan terakhir, setelah semua fase sudah
terlewati......... setidanya fase pembelajarannya...........

Banyak sekali belakangan ini ... (itupun mungkin)... orang
yang memulai dengan bicara , bicara dan bicara.............
dan kenyataanya kosong......................................................

Belajar melalui fase 2x tertentu seperti tahapan pendewasaan 
Indra ... menurut saya dapat diposisikan menjadi sebuah metode
yang terumus........ agar kelak masyarakat kita tidak hanya pandai 
berbicara, cuap2x saja namun tidak mengerti apa yang diucapkan
dan apa yang lawan bicara maksudkan..................

mungkin gara2x metode basic itu terlewat, Megawati sempat banyak menjual aset 
negara kita
.... hmm bisa saja toh, itu sebuah contoh efek ketidak mapanan indra ... ?

sebuah hal fatal bisa saja terjadi 
ketika kita tidak lengkap mencermati dan mendewasakan Indra.........

who knows ....


Feb 2008 
ibocor

==================================================================
kunjungi http://www.idnethosting.com

Web hosting terpercaya, 
Reseller Hosting, Master Reseller Hosting dan Dedicated Hosting
==================================================================


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke