AGAMA IS WHAT YOU CALL AGAMA
 
   
T = Dear Bung Leo, anda berbicara tentang Akibat
Agama..., Efek Agama..., dll. Tapi tidak pernah
membahas apa definisi AGAMA itu. Bagaimana mungkin
anda membahas sesuatu dimana anda sendiri tidak tahu
apa definisinya, ini berarti anda berbicara tentang
sesuatu yang anda tidak tahu tau dan tidak anda
kuasai.

J = Well,... saya rasa saya SUDAH mendefinisikan apa
itu "agama". Agama is apa yang disebut oleh orang
sebagai agama. Termasuk disini yang bilang agamanya
itu adalah Agama Karuhunan. Atau, ada juga yang bilang
punya Agama Sunda, Agama Leluhur, Agama Jawa. Termasuk
juga yang agamanya itu Atheisme. So,... agama is apa
yang PENGANUTNYA itu bilang sebagai AGAMA. 

T = AGAMA, terdiri dari 5 di Indonesia, tidak semua
AGAMA mengajarkan satu Tuhan, Ada agama yang memiliki
3 Tuhan, Ada juga agama yg tidak percaya Tuhan (Semi
Ateis), Ada agama yg memiliki Kitab, Ada juga yang
tidak memiliki Kitab, Apakah ustad itu simbol agama ?
Apakah pendeta itu simbol agama ? dsb, dsb...

J = Itulah BEJAD-NYA politik agama di Indonesia.
Agama2 yang ada di dunia itu jumlahnya hampir TIDAK
TERHITUNG. Nah, ini ada negara yang keblinger (baca
Indonesia), dan dengan SEMENA-MENA menetapkan bahwa
hanya ada 5 agama yang diakui.

Lalu, siapa yang gila disini ? Yang gila adalah
politik agama di Indonesia. Negara itu TIDAK BERHAK
menentukan agama2 apa saja yang bisa dianut oleh
warganya. Agama itu TIDAK BERHAK menentukan agama2
mana saja yang benar dan yang salah. Negara itu TIDAK
BERHAK untuk menentukan bahwa warganya itu harus
beragama. It doesn't work that way !

Yang jelas, di dunia ini agama2 itu LEBIH dari 5 itu
yang KONON diakui sebagai agama "sah" oleh Negara
Indonesia. Lha, emangnya ada agama sah dan tidak sah ?
Emangnya ada agama yang halal dan agama yang haram ???

Agama itu merupakan PILIHAN dari setiap pribadi
manusia. Itu HAM. Hak Azasi Manusia untuk beragama
ataupun atau untuk TIDAK beragama. Lalu, agama apapun
yang mau dianut oleh manusia, itu juga HAM. Mau pilih
salah satu agama yang "diakui" oleh Negara Indonesia,
ya boleh saja. Mau ikut agama yang tidak diakui oleh
Negara Indonesia, ya bisa saja, so what ? Mau BIKIN
AGAMA BARU, ya boleh saja. Itu HAM, Hak Azasi dari
tiap manusia.

Negara itu TERPISAH dari agama2. Agama2 itu mengatur
dirinya sendiri DAN tidak diurusin oleh negara. Nah,
Indonesia ini kan negara yang punya kebijakan gila
juga. Masa ada Departemen Agama ???

Departemen Agama itu aslinya DEPARTEMEN URUSAN HAJI.
Nah, kalau seperti itu masih bisa diterimalah, karena
itu menyangkut ngurusin transportasi orang yang pulang
pergi ke Tanah Suci (= tanah yang disucikan, benernya
sih tanah yang BIASA2 SAJA, gak ada bedanya dengan
tanah yang anda injak di bawah sepatu anda sekarang
ini). 

Tapi Departemen Urusan Haji akhirnya jadi KEBLINGER
dan menjadi Departemen Agama (salah satu departemen
yang paling KORUP di Indonesia,... saingan dari
Departemen Kehakiman, hmmm hmmm hmmm...). Adanya
Departemen Agama itu kelakuan salah kaprah, dan
siapapun yang menjadi pemimpin Indonesia di masa depan
harus koreksi itu. Agama2 harus diatur oleh dirinya
sendiri DAN bukan oleh negara.

T = Jadi apa definisi AGAMA itu.. Ayo kita pecahkan
permasalahan dengan cara yang benar.. dengan mencari
satu definisi kata dari analisa sederhana.

J = Agama adalah apa yang disebut oleh penganutnya
sebagai agama. Jadi, orang2 Ahmadiyah itu bilang
agamanya adalah Islam Ahmadiyah. Itu AGAMA MEREKA,...
dan negara, MUI, atau orang2 dari sekte Islam lainnya
TIDAK BERHAK untuk menteror orang2 Ahmadiyah. Apalagi
membakar rumah2 ibadah mereka.

Kelakuan orang2 yang melakukan kekerasan terhadap
penganut Islam Ahmadiyah adalah tindakan
PIDANA/KRIMINAL. 

Para pemimpin agama Islam non-Ahmadiyah yang
menyerukan "jihad" terhadap Ahmadiyah seharusnya
dituntut secara PIDANA. Itu tindakan kriminalitas. 

Agama adalah apa yang disebut oleh penganutnya sebagai
agama. Dan kita TIDAK BERHAK untuk mencap agama orang
lain sebagai "sesat"... --Well, benernya boleh juga
sih, kalau masih terbatas di mulut saja. Tapi kalau
sudah melakukan pengrusakan secara fisik, itu TINDAKAN
PIDANA. Jelas kannnn ??? 

T = Bahkan anda juga belum membahas apa kata GILA
menurut definisi anda, karena ada juga orang Jenius
juga dikatakan sebagai orang GILA..

J = Gila is TIDAK WARAS. Saya rasa saya SUDAH
mendefinisikan itu. Please baca lagi yah !

T = Ada kemungkinan Bung Leo ini sering sekali
menggunakan (insting, Instuisi,Pengalaman,Spiritual)
atau bisa digolongkan kemampuan Otak Kanan (EQ), tapi
anda jarang menggunakan Otak Kiri (IQ). Jadi sebaiknya
gunakan langkah-langkah analisa yg terstruktur dalam
membahas sesuatu. Gunakan bukti-bukti empiris, kalau
bisa dalam bentuk tabel.

J = Kalau saya pakai TABEL untuk menulis, gak ada
orang yang akan baca. Anda juga GAK BAKAL BACA. 

T = Man.. Kita hidup di dunia nyata, dan harus
berbicara fakta lho.. bukan angan2 atau logika2
kepercayaan yang didapat dari pengalaman2 pribadi..
Pengalaman yang anda alami berbeda dengan yang orang
lain alami... 

J = Pengalaman itu memang BEDA2. Tetapi kita bisa
menarik BENANG MERAH nya. Ada suatu hal yang paralel.
Saya melihat dari sisi ini. Orang lain melihat dari
sisi itu. Bahkan simbol2 (kata2) yang saya gunakan itu
bisa juga berbeda dengan simbol2 (kata2) yang
digunakan oleh orang lain.

Tetapi, sebenarnya ESSENSI (Hakekat) dari yang
dibicarakan (diungkapkan) itu SAMA SAJA. Kita bisa
mengalami "GOD" karena kita memang berhubungan dengan
God secara Ruh. Nah,... saya memakai kata2 itu.

Ada orang lain yang mengungkapkan pengertian
(pengalaman) itu dengan menggunakan kata2 berbeda
(simbol2 berbeda). Tetapi saya akan TAHU bahwa yang
dibicarakannya itu hal yang SAMA secara Essensi /
Hakekat. Dan orang2 itu juga TAHU. So, jadinya TAHU
SAMA TAHU,... nyambung kan ???

Kalau anda mau TERBUKA, maka bisa nyambung. Kalau anda
mau tertutup seperti para ustads di MUI itu, ya cappe
dehh !!

T = Pengalaman adalah Guru, betul sekali.. tapi
faktanya, pengalaman adalah Guru untuk diri kita
sendiri.. Saran saja..  Jika ingin menjadi Guru bagi
orang lain.. Jangan gunakan Pengalaman Pribadi atau
Pengalaman Orang Lain.. Karena Guru yang hebat
bukanlah murid dari seorang Guru.. OBYEKTIF..
OBYEKTIF.. bukan SUBYEKTIF.. 

J = That's what I've been doing. Segala pengalaman
SUBYEKTIF yang dikumpulkan dan disharing setiap hari
itu kan namanya DATA. Dan data itu adalah data yang
OBYEKTIF. Namanya DATA PENGALAMAN SPIRITUAL. Dan itu
100 % obyektif... -- Kalau saya rekayasa data2 itu,
namanya baru subyektif. Tetapi, karena datanya itu
datang dari rekan2 semua, maka saya OBYEKTIF.


+++++++++++++

MASING2 DIRI YANG TAHU JAWABANNYA


T = Tolong berikan "pemahaman" kamu tentang hal ini.
Benar kah pemahaman aku ini ?

Dalam topik pembicaraan +/- minggu ini, ada tentang
lahir, ada tentang jodoh, ada maut... kelihataannya
rejeki yang belum di bicarakan.

Rahasia alam mengenai Lahir, Rejeki, Pertemuan/Jodoh,
Maut... menjadikan  ke'dewa'saan spiritual, {MENAHAN
DIRI}, di UJI, karena, setelah mengerti dan tahu
tentang 4 hal ini... ada sesuatu X yang menahan
untuk nggak ngomong... ITU BATASAN dalam hal ini,
sebab dalam hal "tau", ADA kita terbataskan dalam
ruang dan waktu juga... dan di dalam empat hal itu,
dia berubah ubah... Soo... "masing masing diri
yang tau jawaban nya".

J = Ya, memang begitu. Ada orang2 yang TIDAK mengerti
tentang lahir, rejeki, jodoh, dan maut. Mereka itu
mengikuti apa yang dijejalkan ke otak mereka oleh para
ustadz/pastor/pendeta/pedanda/bhikku/kyai... whoever. 
Ada penjelasan2 dari sudut agama/kepercayaan/tradisi,
dan itu diikuti oleh mereka TANPA berpikir. 

Menurut saya, it's oke2 saja. Itu HAM juga. Untuk
menerima apa yang dicekokkan oleh segala pemuka ini
atau itu juga merupakan HAM. Biar saja, itu hak orang.
Asalkan TIDAK menginjak-injak hak orang lain, ya biar
saja. Itu kan URUSAN PRIBADI dari orang per orang.
Bahkan kalau dia bilang dia itu mau ngumpulin BONUS
supaya dapet TIKET KE SORGA, ya biar saja. Itu HAM
orang untuk percaya hal2 seperti itu.

Tapi,... ada orang2 lainnya yang bisa ELING dan
mengerti tentang lahir/hidup/mati. Dan pemahamannya
itu memang BEDA dengan pemahaman "standard" seperti
yang jelas bisa kita denger tiap2 Jumat siang
(loudspeakernya itu GEDE BANGET) dari pinggir2 jalan.
Itu standard. Dan pemahaman standard itu memang buat
orang2 kebanyakan (the men and women in the streets).

Nah, orang2 yang ELING itu ya biasanya memang diam2
saja. Udah tahu sendiri. Dan gak mau ribut2 mengadu
argumen dengan orang2 yang lagi SHALAT JUMAT demi
ngumpulin bonus supaya bisa masuk Sorga. Biarin aja
mereka begitu, hmmm hmmm hmmm... Tapi orang2 yang
ELING itu gak mau mengungkapkan apa yang sebenarnya
dipercayainya tentang LAHIR/HIDUP/MATI.

Nah, sikap seperti itu is also OKE2 SAJA. Gak usah
merasa risih kalau melihat orang2 yang keblinger dan
ngomong still yakin tentang hal2 yang jatuh dalam
bentuk GELONDONGAN DARI LANGIT (for instance, kitab
suci mereka). Biarin aja, itu HAM juga.

Tapi kita ketawa aja. We know level mereka itu BELOM
NYAMPE. Asal mereka itu masih sebatas cuap2 saja,
biarin aja. Tapi kalo udah melakukan pengrusakan,
seperti yang dilakukan terhadap mesjid2 Ahmadiyah itu,
kita musti ngomong juga. Bilang aja: LU GILA !!!


+++++++++++++

[Leo seorang praktisi Psikologi Transpersonal dan bisa
dihubungi di no HP: 0818-183-615. Untuk bergabung
dengan Milis Spiritual-Indonesia, please click:
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia/join>.
NOTE: Except mine, all names used in the YM / email
conversations are PSEUDONYMS.]















































































































































































Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke