yaelaaa...bener ato nakutin seiy....doi gw dateng dari rusia pulangnya pas
tanggal 5 lagi...duh kalo bener.....kalo ga bener...
[EMAIL PROTECTED] wrote: Rabu, 9 Januari, 2008 oleh: eman
Juni 2008 Jakarta Banjir Pasang 3 meter
Gizi.net - JAKARTA, Investor Daily
Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R Van Nes memperkirakan Jakarta akan
mengalami banjir air pasang laut hingga ketinggian 3 m pada 4 Juni 2008.
Prediksi tersebut berdasarkan analisis yang mengacu pada keberadaan matahari
dan bulan. "Air pasang bakal terjadi di Jakarta bagian utara hingga ketinggian
3 m pada Juni 2008," kata Nes, usai menemui Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta
Prijanto, di Balai Kota Jakata, Kamis (6/12).
Menurut konsultan dari Belanda tersebut, meningkatnya ketinggian air tersebut
merupakan sirklus 18,5 tahunan. Ketika itu, antara matahari dan bulan berada
dalam satu garis lurus. Karenanya, Nes menyarankan agar Pemerintah Provinsi
(Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan sistem informasi terhadap masyarakat.
Apabila informasi terkoordinasi dan cepat diterima masyarakat, diharapkan
dampak buruk banjir dapat
diminimalisasi, kata Nes bersama Jakarta Flood Team (JFT).
Soal itu, Wagub Prijanto mengatakan, informasi yang dikemukakan Nes tidak ada
sesutu yang baru bagi Kota Jakarta. Terutama, rekomendasi yang diajukan agar
warga Jakarta waspada thadap bahaya banjir. Untuk mengantisipasi banjir pasang
air laut, kata Prijanto, Pmprov DKI telah menyediakan anggaran sebesar Rp 15
miliar. Dana tersebut dipakai untuk membuat tanggul pengaman. "Kami juga
siapkan perahu karet dan pelaksanaanya sudah tidak sentralisasi lagi, kilahnya.
Tak Butuh Lahan
Menurut Aart R Van Nes, untuk mengatasi banjir di kota Jakarta tidak dibutuhkan
pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir. Hal
tersebut terbukti, apabila saluran drainase di kota Jakarta berfungsi minimal
50% saja.
Karena itu, sedimen yang mengendap di saluran air harus dikeruk." Kalau sudah
memelihara sistem saluran air, maka tidak lagi dibutuhkan pembebasan tanah,"
ucapnya.
Insiyur Belanda ini mengakui, proses pengerukan sedimentasi saluran air besar
0khususnya tidak mudah dilakukan. Pasalnya, saluran air tersebut melintang di
berbagai tempat dan wilayah daerah lainnya. Karenanya, kata dia, perlu campur
tangan pemerintah pusat.
Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, Aart R Van Nes mengaku telah memiliki
proyek percontohan di Kelurahan Petogogan Selatan, Jakarta Pusat dan di Tomang,
Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi
mengantsipasi bahaya banjir.
Dengan demikian masyarakat mulai terlatih bila banjir tiba. "Masyarakat
berpartisipasi dan selaras dengan lingkungan. Misalnya ketika air yang datang
tinggi, telah terbiasa mematikan listrik dan membantu anak kecil terlebih
dahulu," ucapnya.
(eman/dari [EMAIL PROTECTED])
sumber :
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1199777221,16943,
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.