Harga BBM naik pengangguran dipastikan bertambah
Rabu, 07 Mei 08 

Jakarta, Koran Internet: Peneliti dari Lembaga Kajian Reformasi
Pertambangan dan Energi Reforminer Institute menghitung kemungkinan
penambahan pengangguran per tahun mencapai 16,92 persen jika pemerintah
jadi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 30 persen. 

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, dalam
pertemuan membahas "Mengukur Dampak Sosial-Ekonomi Rencana Kenaikan
Harga BBM 2008" di Jakarta, Rabu (7/5), mengatakan, dari hasil simulasi
model dengan menggunakan "time serries" data, kenaikan harga berbagai
jenis BBM dari mulai minyak tanah, solar, dan premium, sebesar 30 persen
akan membawa dampak terhadap pertumbuhan pengangguran sebesar 16,92
persen per tahun. 

Dari hasil penelitian, katanya, solar merupakan jenis BBM yang paling
berpengaruh terhadap peningkatan pengangguran. Kenaikan harga solar
sebesar 30 persen akan berdampak pada pertumbuhan pengangguran sebesar
10,83 persen karena hal tersebut tentu terkait dari kemampuan industri
maupun perusahaan untuk tetap berproduksi. 

"Dengan menaikan BBM 10 persen saja dampak inflasi mencapai lebih dari
delapan persen, pengangguran mencapai 5,6 persen. Terlalu berat
dampaknya apalagi jika 30 persen yang dipilih, dampaknya bisa 24 kali
pengangguran saat ini," katanya. 

Ia mengatakan, dari hasil simulasi dengan model kemiskinan diketahui
bahwa menaikan harga BBM hingga 30 persen akan menyebabkan pertumbuhan
kemiskinan mencapai 8,55 persen per tahun. Minyak tanah merupakan jenis
BBM yang paling besar kontribusinya terhadap peningkatan kemiskinan,
karena dengan kenaikan harga BBM 30 persen akan meningkatkan kemiskinan
4,26 persen. 

Jika simulasi dilakukan dengan menggunakan model Indeks Harga Konsumen
(IHK) maka kenaikan harga BBM mencapai 30 persen akan menyebabkan
pertumbuhan inflasi mencapai 26,94 persen per tahun, katanya. Minyak
tanah juga menjadi faktor terbesar yang menyebabkan inflasi tinggi,
yakni mencapai 16,17 persen, sedangkan solar mencapai 4,56 persen, dan
premium mencapai 6,21 persen. 

Jika simulasi dilakukan dengan menggunakan model Produk Domestik Bruto
(PDB) maka kenaikan BBM sebesar 30 persen akan berdampak pada penurunan
pertumbuhan sebesar minus 4,11 persen, katanya. Solar merupakan jenis
BBM yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan PDB, karena dengan
kenaikan 30 persen maka pertumbuhan PDB minus 2,30 persen sedangkan
minyak tanah minus 0,71 persen dan premium minus 1,11 persen. 

"Kesimpulannya memang kenaikan harga BBM sekarang akan meningkatkan
inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, menambah pengangguran dan
kemiskinan," katanya. 

Selain itu, Pri Agung mengatakan, jika kenaikan BBM mencapai 30 persen,
yang berarti akan terjadi penghematan sebesar Rp35,6 triliun, maka
kompensasi yang harus dikeluarkan oleh pemerintah kepada masyarakat
mencapai Rp28,98 triliun, dan pemerintah hanya menerima Rp6,62 triliun
untuk menyelamatkan APBNP 2008. (Mnr/Ant) 

Sumber: www.koraninternet.com <http://www.koraninternet.com/> 

 

 

 

 

 

 

Kirim email ke