Beberapa jam yang lalu saya hendak menyebrang sebuah jalan. Didepan saya ada seseorang yang memiliki tujuan yang sama. Dari arah selatan tempat kami berdiri ada sebuah motor yang melaju lumayan kencang. Semakin lama motor itu semakin mengarah kepinggir aspal padahal disebelahnya masih banyak tempat. Jadi, saya pikir motor tersebut akan berhenti. Namun ternyata, motor itu tidak berhenti justru masih melaju hingga seseorang didepan saya menjadi korban. Alhamdulilah kaki saya dikehendaki mundur oleh Allah dengan spontan dan orang yang didepan saya tidak terluka parah. Dalam hati saya berkata, coba yang didepan tadi saya... coba yang dari arah selatan bukanlah motor namun mobil atau truk mungkin saat ini saya berada dirumah sakit dan mungkin saya tidak lagi bersilaturahmi dengan anda melalui tulisan ini. Subhanallah, Allah masih sayang dengan saya. Saya semakin sadar bahwa semua adalah titipanNya termasuk waktu dan saya bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri didunia yang kita sendiri tidak tahu kapan meninggalkanya. Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.( Az Zumar 42) Katakanlah: "Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.( Al Jaatsiyah 26) Ketika online yahoo, seorang teman berkata,terima kasih mbak, saya sudah meminta waktu mbak. Saya tahu niat teman saya hanya berterima kasih, namun dari kejadian itu Allah telah mengingatkan saya kembali bahwa WAKTU BUKAN MILIK SAYA, NAMUN MILIK ALLAH. JADI, SAYA TIDAK MUNGKIN MEMBERIKAN WAKTU. SEANDAINYA SAYA PERNAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK SESUATU HAL, HAL ITU MERUPAKAN BEBERAPA JALAN UNTUK MENGISI WAKTU YANG DIANUGERHAKAN PADA SAYA. (c-ya) Kadang, terasa aneh juga bila kita mendengar kalimat,saya tidak punya waktu untuk sholat, saya sibuk sekali nie..., Astaghfirullah, sebenarnya siapakh yang meminjami waktu pada kita kalau bukan Allah?. Terlupakah bahwa kesibukan merupakan ujian, apakah kita masih ingat dan bersyukur padaNya atau kufur dengan nikmatNya. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.( Al Mujaadilah 19) Mungkin kita juga pernah mendengar statement,Aku udah pake make up nie... ntar kalo wudhu make up nya ilank dunk. Ntar aja deh sholatnya ya???. Kalau kita pikir, emang kita tahu kapan nyawa dicabut? kalau sebelum sholat dicabut gimana? trus, apa tidak bisa menggunakan make up lagi setelah wudhu? wajah yang cantik kan juga dari Allah. Kalau Allah mau mengambilnya bisa saja dan dengan mudah melakukan itu. Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (Al Israa' 83) Saya jadi ingin tahu, apakah orang yang sedang melangsungkan resepsi pernikahannya dan harus berada dikursi pelaminan sedangkan dia bisa sholat kira-kira apa akan merelakan make up nya yah demi menghadap Rabb Nya yang memberikan kecantikan, rizki, keberkahan yang dia pinta dalam rumah tanggaNya??? atau... apa sholatnya bisa di qodo dan ada hadist yang membolehkan hal tersebut??? bagi kakak-kakak semua yang pernah menikah atau memahami tentang hal tersebut, mohon berbagi pengalamannya yah, maaf pemahaman saya masih kurang J (serius hehehe....). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.( Thaahaa 14) .........Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.( Al 'Ankabuut 45) Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). (Al Mu'min 13) Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.( Adh Dhuhaa 11) Ketika, kita bisa bilang bagaimana seseorang kurang bisa berterima kasih pada kita, pada saat yang sama mari kita tanyakan pada hati kita, apakah kita sendiri sudah menjadi hamba Allah yang mensyukuri nikmatNya? apakah segala perbuatan kita mencerminkan hal itu? semoga Allah memberikan hidayahNya pada kita semua Amin. .....Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia"( An Naml 40) Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( Al Jaatsiyah 37) Ketika kita berusaha membalas kebaikan orang lain pada kita dan selalu mengingat kebaikan mereka, pada saat yang sama mari kita tanyakan pada hati kita, sudahkah kita berterimakasih pada Allah? apakah kita selalu mengingat kebaikanNya pada kita? apa bukti dari perbuatan kita untuk hal itu? semakin dekat denganNya kah atau justru semakin jauh? Semoga kita termasuk hamba yang dipilhNya untuk dianugerahi nikmatnya kenikmatan iman mencintaiNya... semoga kita termasuk hambaNya yang tidak merugi dan semoga waktu yang dititipkannya pada kita, bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya karena titipan ini pasti akan kita pertanggungjawabkan dihadapan SANG MAHA MENGUASAI kelak... Amin... Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (An Naml 62) ............. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.( An Nuur 35) Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.( Al ´Ashr 1-3) ............."Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.( Al Israa' 80) "....... Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." ( Ali 'Imraan 191-194) Semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya berbuat dan berbicara salah. Wallahu alam bishshawwab... Wassalamualaikum wr wb Pasuruan, 7 Mei 2008 / 02.29 c-yakuw [EMAIL PROTECTED] http://cheya.blogspot.com --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
