Sebelumnya terimakasih banyak untuk Pak Supriyadi yang berbagi pengalamannya 
dengan rekan-rekan di mailist. 
   
  Menyikapi artikel dari Bapak Supriyadi disebuah mailist mengenai seorang 
ustadz nyeleneh yang mengatakan “Anda tidak perlu berdoa kepada Tuhan,” saya 
ingin mengutarakan apa yang saya tahu tanpa bermaksud sok tahu. Semoga dengan 
adanya tulisan ini, ada saudara-saudara yang lebih memahami mengenai doa 
berkenan berbagi ilmu dengan kita. Semoga Allah memberikan cahayaNya pada kita 
semua Amin.
   
  Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan 
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang 
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), 
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu 
lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa' 59)
   
  Dalam artikel tersebut menyebutkan bahwa, pak ustadz yang rambutnya dicat 
merah dengan celana jeans ketat dan jaket khas jalanan mengatakan dengan 
maksud,” kenapa harus meminta kalau Tuhan yang memiliki kuasa atas segala 
sesuatu dan bukankah Ia mengetahui segala isi hati.” Pengetahuan saya memang 
masih kurang luas mengenai agama, namun setahu saya perintah untuk berdoa 
SANGAT JELAS ada dalam Al Qur’an dan ketika kita sholat pun kita membaca surat 
al fatihah yang didalamnya juga ada doa yaitu,”tunjukilah kami ke jalan yang 
lurus,” (Al Faatihah 6). Mari kita renungkan ayat-ayat berikut
   
  Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan 
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan 
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (Al Mu'min 60)
   
  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), 
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa 
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala 
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada 
dalam kebenaran.( Al Baqarah 186)
   
  Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) 
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) 
dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada 
orang-orang yang berbuat baik.( Al A'raaf 56)
   
  Dalam Al Qur’an puN dijelaskan mengenai tata cara berdoa seperti ikhlas dan 
dengan suara seperti apa.
   
  Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): 
"Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan 
mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu 
pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)".( Al A'raaf 29)
   
  Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. 
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al A'raaf 
55)
   
  Manusia yang berdoa dengan sungguh-sungguh merupakan sikap yang mengakui 
bahwa dirinya sangat lemah dimata Alah yang Maha Besar, Yang Maha Kuat dan Yang 
Maha Berkehendak. rasa lemah ini bisa menjauhkan seseorang dari rasa sombong 
karena dia sadar bahwa Allah lah yang berhak sombong. Dalam sebuah hadist 
dijelaskan mengenai perintah berdoa meskipun KITA SANGAT TAHU bahwa Allah LEBIH 
MENGETAHUI  DARIPADA HAMBANYA.
   
  Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doamu itu akan dikabulkan 
Allah. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa yang terbit dari 
hati yang hampa (lalai) lagi tidak sungguh-sungguh)” (H.R Turmidzi dan Al 
Hakim).
   
  Jadi, kalau seandainya kita tidak berdoa untuk sesuatu namun Allah 
mengabulkan itu artinya Allah sedang menguji apakah dengan nikmatNya kita mau 
berpikir dan bersyukur akan kemurahanNya atau semakin kufur dengan nikmatNya. 
Semoga Allah memberikan kita hidayahNya Amin.
   
  Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan 
oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan 
mereka). (Al Hijr 3)
   
  Selain itu dalam Al Qur’an juga terdapat banyak doa dalam beberapa surat. 
Beberapa doa diantaranya meliputi:
   
  ……….” Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari 
kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang 
banyak berbakti.” (Ali 'Imraan 193)
   
  ……..."Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami 
dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".( Al A'raaf 126)
   
  Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan 
beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan….” (Nuh 28)
   
  Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku 
janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang 
Paling Baik.( Al Anbiyaa' 89)
   
  Kita berdoa atau tidak memang terserah kita, namun mari kita pikrikan lagi. 
SIAPA KITA??? UNTUK APA KITA DICIPTAKAN??? APA TUJUAN HIDUP KITA??? AKAN KEMANA 
SETELAH KITA MATI??? JALAN SEPERTI APA YANG MEMBUAT KITA MERAIH BAHAGIA 
SEJATI???. mengapa manusia tidak berdoa? bukankah tanpa kemurahanNya manusia 
bukanlah apa-apa??? semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong yang tidak 
disukaiNya. Kalau kelak tidak ingin masuk neraka, tentunya kita harus banyak 
berbuat amal kebaikan.
   
  Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi 
kepada-Ku.( Adz Dzaariyaat 56)
   
  Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau 
belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang 
bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?( Al An'aam 32)
   
  Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan 
baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik 
perbuatannya. (Al Kahfi 7)
   
  (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah 
mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, 
disebabkan kekafiran mereka.( Yunus 70)
   
  Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; 
dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan 
niscaya dia berputus asa. (Al Israa' 83)
   
  Dalam buku “akhlak mulia” oleh Romadhoni muslim S.Ag menyebutkan bahwa “doa 
adalah sebab dan faktor yang paling kuat untuk menolak segala sesuatu yang 
tidak diinginkan dan tercapainya cita-cita. Banyak orang yang lalai tentang doa 
padahal ia seorang muslim dan percaya pada Allah.” kalau dipikir, apakah salah 
meminta pada Allah dengan linangan air mata untuk dikabulkan dan merengek agar 
doanya untuk diampuni dikabulkan??? saya rasa hal itu tidak salah. Kalau 
memaksa sembari merengek atau menuntut Allah, itu yang memang tidak boleh 
karena Allah lah yang memiliki kehendak dan kita hanyalah hamba. Jadi, kalau 
menuntut emang diri kita ini siapa?. Saya rasa bagaimana bisa menerapkan “tidak 
berdoa” namun bisa mengaplikasikan rasa syukur, ikhlas dan tawakal??? sementara 
dalam ayat-ayatNya dijelaskan mengenai pentingnya berdoa???. 
   
  Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): 
"Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan 
mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu 
pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)".( Al A'raaf 29)
   
  Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh 
pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. 
Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan 
memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (An Nisaa' 146)
   
  Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah 
untuk Allah, Tuhan semesta alam.( Al An'aam 162)
   
  (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, 
sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak 
ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.( Al 
Baqarah 112)
   
  Dalam bukunya, HaruN Yahya menyebutkan bahwa,” Berdo’a merupakan cara 
berdialog dengan Allah; juga merupakan ciri utama yang membedakan orang yang 
beriman dari orang musyrik. Berdo’a bisa dijadikan sebagai alat ukur keimanan 
seseorang kepada Tuhannya. Kebanyakan orang berpikir bahwa tidak ada yang 
mengatur alam semesta ini dan segala sesuatu berinteraksi dengan sendirinya. 
Akan tetapi, mereka tidak mengetahui bahwa segala sesuatu di langit dan di bumi 
tunduk kepada-Nya, tidak ada makhluk yang takdirnya tidak diatur oleh Allah dan 
tidak patuh kepada-Nya. Akan tetapi, haruslah dipahami bahwa Allah tidak harus 
mengabulkan semua yang diinginkan dari-Nya. Bagi orang-orang yang jahil, “Dan 
manusia mendo`a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo`a untuk kebaikan. Dan 
adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (al-Israa`: 11) Dengan demikian, Allah 
menjawab semua do’a kita, namun terkadang mengabulkan, terkadang tidak bila 
ternyata akan menimbulkan “keburukan” yang nyata.
   
   
  “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di 
segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa 
Al-Qur`an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa 
sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat: 53)
   
  Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada 
mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi 
petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (Al A'raaf 52)
   
  Sesungguhnya (dalam al-Qur an) terdapat peringatan yang jelas bagi orang-orang
  yang menyembah. (Q.s. al-Anbiya : 106).
   
  Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa al-Qur an itulah 
yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya, dan 
sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada 
jalan yang lurus. (Q.s. al-Hajj: 54).
   
  Berdasarkan penjelasan diatas, saya rasa tidak mungkin bila islam mengajarkan 
tidak berdoa. Semoga kita termasuk hambaNya yang selalu berdoa disetiap waktu 
dan senantiasa berdzikir padaNya dan semoga Allah mengampuni saya jika karena 
pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya berbuat dan berbicara salah. 
Wallahu a’lam bishshawwab...
   
  Sebuah kalimat bukan mengenai siapa yang mengatakan namun apa yang dikatakan 
dan jelaskah dasar-dasar dari perkataan itu untuk diamalkan. Penulis ingin 
mengakhiri tulisan ini dengan mengutip doa, sebagaimana yang tercantum di dalam 
Al-Qur'an: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih 
dekat kebenarannya dari pada ini".( Al Kahfi 24)
   
  Wassalamualaikum wr wb
   
   
  Pasuruan, 9 Mei 2008
  c-yakuw
  [EMAIL PROTECTED]
  http://cheya.blogspot.com

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke