Mbah Wal yang Baik, Kalau boleh sharing juga, saya ini benernya sama bosennya dimintain "terawang" oleh banyak teman2 yang menurut saya tidak mengerti tentang apa sebenarnya hidup ini. Terawang means menerawang, artinya menatap dengan pandangan mata kosong di awang2.
But for what ? Ngapain mata itu di awang2 ? Mending menjejak bumi saja kaannn ??? Kita itu menjejak bumi kalau kita RASIONAL dan LOGIS. Kita bicara apa adanya saja, menulis apa adanya saja tanpa pakai segala hiasan2 sahibul hikayat menurut ini atau itu, especially menurut agama2. You know yourself bahwa saya bilang agama2 itu seperti jualan kecap saja, semuanya bilang nomor satu. Kecap itu semuanya nomor satu, mana ada yang nomor dua ? As it is with kecap, so it is with agama2. Semuanya nomor satu which is oke2 aja. Biarin aja, urusan orang, hmmm hmmm hmmm... Tetapi, kalau ada yang mau terbuka matanya dan menjadi diri sendiri saja, dan TELAH merasa siap untuk meninggalkan kecap, itu juga oke2 aja. Saya sendiri tidak suka makan kecap because tidak bikin kenyang, dan saya TIDAK suka memuji-muji merek kecap tertentu walaupun diiming-imingi oleh tiket masuk Surga dan ditakut-takutin dengan Neraka. Kecap kok menawarkan bonus Surga dan mengancam orang yang tidak mau beli dengan Neraka ? Tapi itu is oke2 aja karena kita akhirnya tahu bahwa segalanya itu cuma PROMOSI belaka. Kalau tidak diiming-imingi bonus nanti pelanggan pindah. Kalau sudah biasa makan Kecap Bango, harus ditakut-takutin oleh SPG Kecap Bango. Ditakutinnya dengan ancaman Neraka, yaitu: kalau pindah ke kecap Merek ABC nanti bisa masuk neraka, hmmm hmmm hmmm... Dan setelah mati, mereka yang fanatik dengan Kecap Bango pasti akan dilayani oleh para BIDADARI bango. Maksudnya, bidadari berparuh dan bersayap. Bango booo,... bango.... That's burung2 Bango, hmmm hmmm hmmm... +++ Terawang itu klenik, ngapain kita jadi klenik. Fanatik sama kecap2 BUKAN klenik melainkan kelakuan kekanak-kanakan, dan itu bisa dimengerti. Memang masih anak2, memang masih doyan kecap. Biar aja. Nanti kalo udah pada jadi MALAIKAT di Surga Bango baru sadar kalo ternyata salah pilih. Mustinya TIDAK termakan oleh rayuan gombal pemilik pabrik kecap Bango atau kecap lainnya, melainkan menjadi diri sendiri saja sehingga bisa jadi malaikat bener. Malaikat asli dan BUKAN malaikat bango. Have a nice weekend ! Leo --- Wal Suparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Entak karena apa tetapi ada beberapa anggota milis > yang secara japri, minta kepada saya untuk melakukan > penerawangan mengenai beberapa macam hal tentang > dirinya. > Saya orang biasa yang sederhana dan sama sekali > tidak mempunyai kemampuan untuk hal yang luar biasa > apalagi yang supernatural. Dan buat saya hal itu > juga tidak penting dan malah bisa menyelewengkan > maksud saya untuk mencapai tujuan. > Jika Anda manganut suatu agama dan yakin akan > kebenaran agama itu, peluklah dengan baik karena > agama juga menjanjikan yang sama.Justru saya ini > "sedih" karena tidak dapat MENELAN apa yang > disajikan oleh agama dan menurut orang beragama > ,justru itu yang salah karena saya terlalu bertopang > kepada LOGIKA padahal harus dengan HATI yang > dinamakan BELIEF SYSTEM.Sayapun sudah PASRAH akan > nasib saya dan berbahagia dalam kedaan seperti ini > dan mensyukurinya. > Wasalam, > Wal Suparmo. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
