====================================== 
  THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER
  [ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia" ]  
  =======================================
  [Ec_Q]
   
  BANK KAUM MISKIN
  Oleh : Muhammad Yunus
  Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
  Bersama Alan Jolis
   
   
  Belajar dari : 
  Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
  Memerangi Kemiskinan
   
   
  37. Perkataan Anda Menakutkan Kami
   
  “Perkataan Anda menakutkan kami, Pak,” seru seorang perempuan sambil 
menyembunyikan muka di ujung sarinya.
   
  “Uang adalah sesuatu yang hanya dipegang oleh suami saya,” ujar yang lain 
sambil berbalik punggung, sehingga saya tidak bisa memandangnya secara langsung.
   
  “Berikan pinjaman ke suami saya. Dia yang pegang uang. Saya tidak pernah 
menyentuhnya sepeser pun dan saya tidak ingin melakukannya,” kata perempuan 
ketiga.
   
  “Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan uang itu,” ujar perempuan 
yang duduk paling dekat ke saya sambil memalingkan pandangan matanya.
   
  “Jangan, jangan saya. Kami tidak pernah menggunakan uang,” kata seorang 
perempuan yang lebih tua. “Kami semua sudah cukup bermasalah dengan pembayaran 
mahar dan kami tidak ingin bertengkar lagi dengan suami. Profesor, kami tidak 
ingin mendapat masalah lagi.”
   
  Dampak kemiskinan dan penindasan yang sewenang-wenang mudah terlihat di 
wajah-wajah mereka. Karena tidak memiliki kekuasaan atas orang lain, para suami 
menumpahkan rasa frustasinya dengan menghajar perempuan-perempuan ini. Dengan 
berbagai cara, perempuan-perempuan ini diperlakukan bagai binatang. Saya tahu 
kekerasan dalam rumah tangga adalah persoalan mengerikan, dan paham mengapa 
perempuan-perempuan ini tidak satu pun mau terlibat di wilayah yang secara 
tradisional diperuntukan bagi lelaki: kontrol atas uang.
   
  Saya masih terus mencoba semampunya mendorong mereka agar tidak takut. 
“Mengapa tidak mau meminjam? Pinjaman ini akan membantu Anda mulai menghasilkan 
uang.”
   
  “Tidak, tidak, tidak, kami tidak bisa menerima uang Anda.”
   
  “Mengapa tidak? Jika Anda berinvestasi, Anda bisa memperoleh uang dan 
menggunakan keuntungannya untuk memberi makan dan menyekolahkan anak-anak.”
   
  “Tidak, ketika ibu saya meninggal, nasehat terakhir yang di sampaikannya pada 
saya adalah jangan pernah meminjam dari siapa pun. Jadi, saya tidak bisa 
meminjam.”
   
  “Ya, ibu Anda seorang bijak, beliau memberi nasehat yang tepat. Namun, jika 
kini masih hidup, beliau akan menasehati Anda untuk bergabung dengan Grameen. 
Saat beliau masih hidup, tidak ada proyek Grameen. Beliau tidak tahu tentang 
hal ini. Saat itu, yang ada hanya rentenir, tempat satu-satunya beliau bisa 
meminjam uang, dan beliau tepat sekali menasehati Anda untuk tidak pergi ke 
rentenir karena mereka akan mengenakan bunga 10 persen per bulan atau bahkan 
lebih. Tetapi jika ibu Anda tahu soal Grameen, beliau pasti akan menyuruh Anda 
bergabung dengan kami dan menjadikan hidup Anda sendiri layak.”
   
   
  [ bersambung ] 
   
   
   
  The Flag
  Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
  ERDBEBEN Alarm
   
   


    
  SONETA INDONESIA <www.soneta.org>

  Retno Kintoko Hp. 0818-942644
  Aminta Plaza Lt. 10
  Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
  Ph. 62 21-7511402-3 
   


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke