Regards,
Irwan
1. PENYESALAN (Hadiah Sang Ayah)
Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda,sebentar lagi dia akan menjadi
seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku
pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh
cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa
bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan
membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-
satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia
pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu,
bersenang-senang dengan teman-temannya,
bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.
Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia
mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya
itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci ! Dengan
hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia
membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang
bersampulkan kulit asli, dikulit itu
terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara
yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya,
dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? " Lalu dia
membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak
bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu
pasang mata yang hadir saat itu.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan
bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang
terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri
yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan
tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak
pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu,
hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang
rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada
hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang
memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia
mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh
menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua
harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya
menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia
merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan
bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua
barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab
Suci itu, masih
terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata
berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di
halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya,
"Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan
Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini"
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci
itu. Dia memungutnya,.... sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu
tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan !
Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK
dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi
pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari
menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu
selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak
disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport
yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada
jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik
membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto
ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia
menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak
terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin
diobati........
SEBERAPA MAHAL DAN BERHARGANYA KITA PERNAH KEHILANGAN SEBUAH BARANG, NAMUN TAK
SEMENYESAL JIKA KITA KEHILANGAN ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI (Sebelum kita
meminta maaf padanya)
--------------------------------------------------------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
#####################################################################################
This message is for the named person's use only. It may contain confidential,
proprietary or legally privileged information. No confidentiality or privilege
is
waived or lost by any mistransmission. If you receive this message in error,
please
immediately delete it and all copies of it from your system, destroy any hard
copies
of it and notify the sender. You must not, directly or indirectly, use,
disclose,
distribute, print, or copy any part of this message if you are not theintended
recipient. The Detmold Packaging Group and any of its subsidiaries each reserve
the
right to monitor all e-mail communications through its networks.
Any views expressed in this message are those of the individual sender, except
where
the message states otherwise and the sender is authorized to state them to be
the
views of any such entity.
#####################################################################################