Siang itu saya pulang dari surabaya dan melewati daerah porong. Hal itu 
mengingatkan saya dengan seminar mengenai pendidikan anak-anak sekolah didaerah 
porong pasca pengungsian beberapa tahun lalu di Universitas Brawijaya. Dalam 
hati saya berkata,”bagaimanakah dengan cita-cita anak-anak dari korban lumpur? 
akankah teraih bisa sekolah tinggi bila keadaan orang tuanya masih seperti ini? 
siapakah hamba-hamba yang memiliki hati bening yang Allah gerakkan hatinya 
untuk membantu mereka yang layak mendapatkannya???” Semoga Allah semakin 
membukakan hati-hati hamba yang mencintaiNya untuk menolong sesama.
   
  ............ Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya 
kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan 
yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya 
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( Al Muzzammil 20)
   
  Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal 
ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat 
dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang 
kamu kerjakan. Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) 
yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman 
tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.( An Naml 88-89)
   
  Untuk menghindari situasi yang semakin macet, sopir bus memutuskan untuk 
melewati jalan alternatif lain.  Jadinya, kami harus melawan arah beberapa 
meter menuju arah surabaya untuk menemukan gang beraspal itu. Hampir 
disepanjang jalan menuju gang tersebut banyak orang-orang yang menawarkan jasa 
untuk menunjukkan jalan alternatif dengan tulisan yang melekat pada selembar 
kardus yang sesekali mereka angkat keatas. Sesekali mereka mengusap keringat 
dengan raut muka yang menunjukkan rasa lelah. Namun, tanggungjawabnya terhadap 
anak istri membuat mereka bertahan dan menepis rasa lelah itu. Bisa saja 
sebelum mereka berdiri disana, mereka adalah seorang karyawan yang hampir tiap 
harinya berada diruang yang nyaman dan mungkin diantara mereka ada yang pernah 
tidur dirumah mewah namun setelah kejadian itu berada ditempat pengungsian. 
Dalam hati saya berkata lagi,”Sesungguhnya Allah berkuasa untuk mengambil dan 
memberi nikmatNya. Bila mereka bersabar tentu Allah akan membalas
 kesabaran mereka meski bersabar dalam keadaan seperti itu tidak mudah.”
   
  Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia 
kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). (Ar Ra'd  
39)
   
  Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu 
sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu 
dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang 
menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang 
demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (Ali 'Imraan 186)
   
  Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada 
sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak 
dianiaya.” (Al-Mu`minuun 62)
   
  Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan 
pembicaraan yang jelas. (Shad: 20).
   
  Pandangan saya saya alihkan kearah kanan yang menjulang tinggi hingga 
orang-orang yang menawarkan jasa ojek untuk melihat kawasan lumpur terlihat 
mini. Dalam hati saya berkata,”bila saja yang berdiri disana adalah ayah saya, 
mungkin saya semakin tidak tega melihatnya.” Marilah kita bersyukur dengan 
anugerah Allah yang masih dititipkan pada kita dan mari kita berdoa bersama, 
semoga Allah melapangkan rizki mereka amin. 
   
  Dan sesungguhnya kepada Tuhan mu lah kesudahannya segala sesuatu. Dan 
sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. (An Najm 43)
   
  Tentang peristiwa tersebut sudah pasti dikehendaki oleh Allah dan pasti ada 
hikmahNya tidak hanya bagi para penduduk atau para pemilik saham yang terlibat 
namun juga bagi kita. Ketika rumah kita terkena banjir, bahkan mungkin hampir 
tiap tahun mungkin kita pernah mengeluh, kita pernah merasa lelah mengungsi dan 
bosan membersihkan rumah yang sempat tergenang air. Mari kita bayangkan 
bagaimanakah bila yang menggenangi rumah kita adalah lumpur dan bukan air? 
bagaimanakah bila lumpur itu tidak seminggu atau sebulan tapi selamanya 
menggenangi rumah yang kita susah payah membangunnya?. Karenanya, meskipun 
rumah kita pernah atau mungkin akan terkena banjir hujan, marilah kita 
bersyukur bahwa rumah kita masih bisa dibersihkan dan mungkin masih sangat 
memungkinkan untuk kita tinggali. 
   
  Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu 
tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada 
lalai dari apa yang kamu kerjakan".(An Naml 93)
   
  ”Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang 
yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau 
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang 
yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya 
Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Ali 'Imraan 26)
   
  Semoga tulisan dibawah ini juga bisa mejadi perenungan bagi diri saya dan 
anda semua.
   
  Ketika kita bisa dengan mudahnya menghambur-hamburkan uang untuk hal yang 
kurang penting, marilah kita mengingat mereka yang rela terjemur sinar matahari 
demi sesuap nasi. 
   
  Ketika kita ingin menawar barang pedagang terlalu rendah ingatlah bahwa 
mereka mengambil keuntungan dari itu dan keuntungan itu digunakan untuk 
menyambung hidup. Siapa tahu ada kelurganya ada yang terbaring dirumah sakit
   
  Ketika kita merasa kenyang ingatlah dengan orang-orang diperempatan jalan 
yang beberapa hari tidak makan
   
  Ketika kita sampai tujuan dengan selamat setelah melakukan perjalanan, 
ingatlah dengan mereka yang mengalami kecelakaan atau kecopetan
   
  Ketika kita tidak menghabiskan makanan kita, ingatlah dengan orang-orang yang 
mencari sisa makanan di tong-tong sampah
   
  Ketika kita dengan mudah mengeluarkan 15.000 untuk tiket nonton, semoga kita 
juga mudah mengeluarkan dengan nominal yang sama atau bahkan mungkin lebih 
untuk bersedekah
   
  Ketika kita melihat batu, paku atau kulit pisang ketika kita berjalan, 
ingatlah bahwa hal itu bisa membuat saudara kita terjatuh bahkan mungkin 
meninggal
   
  Ketika kita malas belajar dengan buku-buku yang sudah kita miliki, ingatlah 
dengan mereka yang ingin belajar namun tak memiliki fasilitas
   
  Ketika kita marah dengan orang tua, ingatlah dengan mereka yang tak lagi 
memilikinya
   
  Ketika kita marah dengan kekasih, ingatlah dengan janji yang pernah 
diikrarkan dan perjuangan-perjuangan diantara kita dengannya
   
  Ketika kita ingin selingkuh dengan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada 
seorangpun yang ingin disakiti termasuk kita dan kekasih kita
   
  Ketika kita tidak ingin tinggalkan, jangan meninggalkan kecuali bila itu 
untuk kebaikan orang yang kita tinggalkan. Kadang, justru karena kita 
mencintainya kita pergi dari kehidupannya
   
  Ketika kita tidak ingin dicaci oleh orang yang tidak menyakiti kita, 
janganlah ikut-ikutan mencaci atas nama kemanusiaan. Tegur kesalahan seseorang 
itu dengan cara yang baik jauh lebih bijak daripada main hakim sendiri. 
Ingatlah bahwa yang kita lakukan pasti dipertanggungjawabkan kelak
   
  Ketika kita memperlakukan orang lain agar mereka tak berharap, maka ketika 
orang lain memperlakukan hal yang sama pada kita, kita semakin tahu, sikap 
terbaik seperti apa untuk selanjutnya
   
  Ketika kita melihat anak kecil mengamen dibus, bayangkan bila mereka adalah 
anak kita atau sepupu kita. Lantas apa yang akan kita lakukan?
   
  Ketika kita berpikir untuk menyakiti diri sendiri dengan pisau atau mau bunuh 
diri karena ditinggal pacar, ingatlah dengan mereka yang berjuang melawan 
penyakitnya
   
  Ketika kita malas bekerja, maka ingatlah dengan mereka yang tubuhnya kurang 
sempurna namun tetap berjuang mencari nafkah
   
  Ketika kita mengeluh dengan pekerjaan, maka ingatlah dengan mereka yang 
berjuang untuk mendapatkannya
   
  Ketika kita mengeluh menginginkan sesuatu yang belum dimiliki orang lain, itu 
sama saja seperti kita mengeluh menginginkan mobil mewah pada orang yang belum 
memiliki rumah untuk tempat tinggal
   
  Allah menciptakan dan merencanakan segala sesuatu memang tidak sia-sia. Ada 
yang diuji senang dan ada yang diuji duka. Namun apapun itu bentuknya, semua 
itu tidak hanya menjadi pelajaran bagi kita namun bisa juga bagi orang lain. 
Allah menetapkan ujian-ujian didunia sebagai pengingat tentang kebesaranNya, 
tentang kehebatanNya, tentang kemurahanNya, tentang besar nikmatNya dan yang 
lainnya. Jadi, ketika kita diuji tentang sesuatu, mungkin pada saat yang sama 
Allah membuka hati orang lain dengan hikmah melalui perantara ujian yang kita 
rasakan. Misalnya, ujian yang dirasakan korban lumpur tersebut bisa membuat 
kita lebih bersyukur dan ketika anda tahu saya belum mendapatkan apa yang saya 
inginkan, mungkin anda akan lebih bersyukur karena anda sudah berkali-kali 
ganti perusahaan meski anda sempat merasa kurang nyaman dengan kondisi dalam 
perusahaan tersebut. 
   
  .......... "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, 
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.( Ali 'Imraan 191)
   
  ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu 
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu 
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim :   
7)
   
  Sebab itu bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas 
kebenaran yang nyata.( An Naml 79)
   
  Insya Allah diantara kita telah Allah anugerahkan ilmu, rizki, kebaikan, nadi 
masih dengan denyutnya, jantung yang masih memompa darah, hidung untuk 
bernafas, mulut untuk berkata, telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, 
kaki untuk melangkah dan tangan untuk berbuat sesuatu. Maka, ingatlah bahwa 
semua itu hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa diambilNya dan kelak Insya 
ganjaran kebaikan dari semua itu bisa kembali pada kita bila kita amalkan 
dijalan yang tepat. Semoga kesempatan hidup yang masih ada bagi kita bisa 
bermanfaat bagi orang lain dengan berbagai cara yang ada demi ridhaNya.
   
  Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan 
oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". 
Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan 
sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat 
bagi orang yang bertakwa,( An Nahl 30)
   
  "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam 
keadaan berserah diri (kepada-Mu)".( Al A'raaf 126)
   
  "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan 
orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi 
orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang 
yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,” ( Asy Syu'araa' 83 - 85)
   
  ”Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah 
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk 
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu 
ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
   
  ” Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami 
kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak 
berbakti” (Ali 'Imraan 193)
   
  "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau 
tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami 
termasuk orang-orang yang merugi.( Al A'raaf 23)
   
  Semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas 
sehingga saya berbuat dan berbicara salah. Wallahu a’lam bishshawwab...
  Wassalamualaikum wr wb
   
   
  Pasuruan, 12 Mei 2008
  c-yakuw
  [EMAIL PROTECTED]
  http://cheya.blogspot.com

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke