Salam,
Saat bangsa Yahudi melalui pengikut2 Yesus merekayasa Yesus adalah Juru
Selamat dan malah adalah Allah sendiri, dan dengan demikian maka ingin hendak
menguasai manusia dan dunia seluruhnya secara spiritual, maka timbullah
kekacauan karena sampai sekarang terbukti dengan timbulnya kolonialisme selama
ber-abad2 yang didukung oleh agama Kristen dan dominasi2 lainnya.
Dunia dan manusia setelah lebih dari 2000 tahu, terbukti tidak menjadi lebih
baik bahkan makin banyak pertentangan dan tindakan saling memusnahkan yang
kejam, yang membuat manusia tetap menderita meskipun di janjikan teori yang
muluk dalam agama.
Wasalam,
Wal Suparmo.
dede wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Khotbah Pekabaran Injil
oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.
Injil yang menggelikan
LUKAS 2:1-20
I) Kedatangan Yesus.
1) Kedatangan Yesus adalah sesuatu yang menggelikan!
Apanya yang menggelikan? Ay 7 mengatakan
‘palungan’. Ini menunjuk-kan bahwa Yesus
dilahirkan di suatu tempat untuk hewan (tidak mesti
kandang, tetapi bisa juga sebuah gua).
Bayangkan! Yesus dikatakan sebagai Allah, Mesias,
Juruselamat, Raja dsb. Tetapi ketika Ia dilahirkan,
ternyata Ia dilahirkan di tempat hewan! Adakah sesuatu
yang lebih menggelikan dan lebih tidak masuk akal dari
hal ini?
Tetapi perlu saudara ketahui bahwa Allah memang sering
menolong / menyelamatkan orang dengan menggunakan
jalan / hal-hal yang meng-gelikan dan tidak masuk
akal.
Contoh:
peristiwa ular tembaga (Bil 21:4-9).
Cara supaya sembuh dari gigitan ular berbisa adalah
memandang pada patung ular tembaga! Apakah itu bukan
sesuatu yang menggeli-kan? Kalau saudara jadi orang
yang digigit ular, maukah saudara memandang pada
patung ular tembaga itu?
peristiwa Naaman (2Raja-raja 5).
Cara supaya sembuh dari penyakit kusta adalah mandi 7
x di Sungai Yordan! Kalau saudara terkena penyakit
kusta, maukah saudara disuruh mandi 7 x di sungai?
garam untuk menyehatkan air (2Raja-raja 2:19-22).
tepung untuk menetralkan makanan beracun (2Raja-raja
4:38-41).
Tetapi, karena jalan yang tidak masuk akal dan
menggelikan ini diberikan oleh Allah, maka itu adalah
jalan / cara yang benar dan mujarab!
Karena itu, janganlah saudara tidak mau percaya kepada
Yesus hanya karena saudara melihat bahwa kelahiranNya
di tempat hewan adalah sesuatu yang menggelikan dan
tidak masuk akal!
2) Kedatangan Yesus adalah untuk saudara!
Ay 11: ‘bagimu’. Ini adalah sesuatu yang
harus ditekankan / diperhatikan secara khusus! Kecuali
saudara sadar dan percaya bahwa Yesus datang di dunia
bagi saudara, maka Natal sama sekali tidak berguna
untuk saudara! Banyak orang menyadari dan mempercayai
bahwa Yesus datang ke dunia untuk semua orang berdosa,
tetapi mereka lupa bahwa diri mereka sendiri termasuk
di dalam grup orang berdosa itu!
Karena itu, renungkanlah:
sadarkah saudara bahwa saudara adalah orang berdosa
yang seha-rusnya dimasukkan ke dalam neraka?
sadarkah / percayakah saudara bahwa Yesus datang ke
dunia untuk mati bagi dosa saudara, baik dosa yang
lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang?
II) Sikap / tanggapan terhadap Kristus.
A) Bagi orang yang belum percaya.
1) Terimalah Yesus sebagai Juruselamat saudara (ay
11).
Dalam ay 10-14, para gembala mendengar Injil dari
malaikat. Setelah malaikat itu pergi, mereka
cepat-cepat datang kepada Yesus! (ay 15-16). Mereka
tetap datang kepada Yesus sekalipun kelahiran Yesus
adalah sesuatu yang menggelikan. Bandingkan ini dengan
1Kor 1:21 yang berbunyi: "Allah berkenan menyelamatkan
mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil".
Sikap para gembala ini berbeda sekali dengan sikap
Herodes dalam Mat 2. Ia mendengar tentang Yesus, dan
ia menyelidiki lebih banyak tentang Yesus, tetapi
semua itu tidak mengubah dia. Ia tidak mau datang
kepada Yesus, dan ia bahkan ingin membunuh Yesus.
Sikap para gembala itu juga berbeda dengan sikap para
imam dan ahli Taurat dalam Mat 2. Mereka mengerti
banyak tentang Yesus / Mesias, dan mereka bahkan bisa
mengajarkannya kepada orang lain, tetapi mereka
sendiri bersikap acuh tak acuh terhadap Yesus dan
mereka tidak mau pergi untuk mendapatkan Yesus.
Tirulah sikap dari para gembala itu, dan terimalah
Yesus sebagai Juruselamat saudara! Sekarang ada banyak
orang yang menekankan Yesus sebagai dokter, penyembuh
penyakit, pembuat mujijat, peno-long, pemberi berkat,
pemberi kekayaan, teladan dsb. Tetapi ingat, bahwa
yang terpenting adalah menerima Dia sebagai
Juruselamat! Ingat bahwa malaikat menyuruh Yusuf
memberi nama Anak itu ‘Yesus’ "karena
Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa
mereka" (Mat 1:21b).
Ada seorang yang memberikan syair ini:
"Be my Example and my Guide
My Friend, yea everything beside
But first, last, best, whate’er betide
Be thou to me my Savior"
(= Jadilah Teladanku dan Pembimbingku
Temanku, ya segala sesuatu yang lain
Tapi, pertama, terakhir, terbaik, apapun yang terjadi
Jadilah Engkau bagiku Juruselamatku).
2) Terimalah Yesus sebagai Tuhan (ay 11).
Banyak orang yang menganggap bahwa mereka bisa
menerima Yesus hanya sebagai Juruselamat, dan tidak
sebagai Tuhan. Orang-orang seperti ini biasanya bisa
bersukacita dan memuji Tuhan karena me-reka menganggap
bahwa dosa mereka telah diampuni, tetapi hidup mereka
sama sekali tidak mengalami perubahan! Orang-orang
seperti ini, pada hakekatnya, belum sungguh-sungguh
menerima Yesus seba-gai Juruselamat! (bdk. Yak
2:17,26).
Kalau saudara adalah orang yang seperti itu,
perhatikanlah ay 11 yang berbunyi: "Hari ini telah
lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di
kota Daud".
Dari ay 11 ini terlihat bahwa dalam pemberitaan Injil
yang pertama yang dilakukan oleh para malaikat,
Kristus diberitakan sebagai Juru-selamat dan sebagai
Tuhan! Dua hal itu sudah dipersatukan oleh Tuhan, dan
karena itu, jangan saudara berani memisahkan! Orang
yang betul-betul menerima Yesus sebagai Juruselamat,
harus juga menerima Dia sebagai Tuhan!
Menerima Yesus sebagai Tuhan berarti menjadikan Yesus
pemimpin, penguasa, dan pemilik hidup kita! Dengan
kata lain, kita harus hidup mentaati Dia. Bandingkan
dengan ayat-ayat di bawah ini.
Mat 7:21 - "Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu:
Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,
melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di
sorga".
Luk 6:46 - "Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan,
Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku
katakan?"
2Tim 2:19b - "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan
hendaklah meninggalkan kejahatan".
B) Bagi orang yang sudah percaya.
1) Bersukacitalah (ay 10-11).
Ay 10 mengatakan bahwa kelahiran Yesus itu adalah
suatu ‘kesukaan besar / great joy’!
a) Banyak orang kristen terlalu menyoroti lagu Natal,
kartu Natal, pohon Natal dsb. Karena itu, sukacita
mereka tergantung pada hal-hal tersebut. Ini salah!
Seharusnya kita bukan menyoroti pohon, kartu, lagu
dsb, tetapi menyoroti Yesusnya! Sekalipun tidak ada
pohon Natal, kartu Natal, lagu Natal, tetapi kalau
saudara merenungkan / percaya bahwa Natal menunjukkan
bahwa Yesus sudah datang, maka saudara bisa
bersukacita!
b) Kalau saudara tidak bisa bersukacita pada Natal
ini, cobalah bayangkan, apa yang terjadi andaikata
Kristus tidak datang? Pernahkah saudara bayangkan hal
itu?
Dalam suatu buku saat teduh ada suatu cerita sebagai
berikut:
Seorang pendeta tertidur di ruang kerjanya, pada pagi
hari, di suatu hari Natal, dan ia bermimpi tentang
dunia dimana Yesus tidak pernah datang. Dalam
mimpinya, ia melihat-lihat dalam rumahnya, dan ia
tidak menjumpai hiasan-hiasan Natal. Ia lalu
berjalan-jalan di jalan raya, tetapi tidak ada
gereja-gereja. Ia kembali ke ruang belajarnya dan ia
menjumpai bahwa semua buku-buku tentang Juruselamat
sudah hilang. Tiba-tiba ada bel, dan seorang utusan
memintanya untuk mengunjungi seorang ibu yang sedang
sekarat. Ia cepat-cepat pergi ke rumah itu, dan ia
berkata kepada anak dari ibu yang sedang sekarat itu:
"Aku mempunyai sesuatu disini yang akan menghibur
kamu". Ia mem-buka Alkitabnya untuk mencari ayat-ayat
hiburan yang sudah biasa ia gunakan, tetapi Alkitabnya
berhenti pada Maleakhi, dan di sana tidak ada Injil
maupun janji tentang pengharapan dan keselamatan dan
ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan menangis
ber-sama anak itu di dalam keputusasaan yang pahit.
Dua hari setelah itu, ia berdiri di sebelah peti mati
ibu itu dan memimpin kebaktian penguburan, tetapi
disana tidak ada berita penghiburan, tidak ada firman
tentang kebangkitan yang mulia, tidak ada surga yang
terbuka, tetapi hanya ada "engkau debu dan engkau akan
kembali menjadi debu" dan suatu perpisahan yang
panjang dan kekal. Akhirnya ia menyadari bahwa Kristus
tidak datang, dan ia menangis dengan pahit dalam
mimpinya yang menyedihkan itu. Tiba-tiba ia terbangun,
dan ia mendengar nyanyian Natal dari paduan suara
gereja yang membuatnya sadar bahwa sebetulnya Kristus
sudah datang! - ‘Streams in the Desert’,
vol I, tgl 25 Desember.
Bukankah kita semua harus bersukacita, karena
kenyataannya Kristus sudah datang dalam dunia ini?
c) Calvin berkata:
o "Until men have peace with God, and are
reconciled to him through the grace of Christ, all the
joy that they experience is deceitful, and of short
duration" (= Sampai manusia mempunyai damai dengan
Allah, dan diperdamaikan kepadaNya melalui kasih
karunia Kristus, semua sukacita yang mereka alami
adalah bersifat menipu, dan hanya untuk jangka waktu
yang pendek).
o "If there be none to make peace between them
and God, the hidden stings of conscience must produce
fearful torment" (= Jika tidak ada memperdamaikan
mereka dengan Allah, sengat yang tersembunyi dari hati
nurani pasti menghasilkan siksaan yang menakutkan).
Dari kedua kutipan ini terlihat bahwa Calvin
beranggapan bahwa tanpa iman kepada Kristus, seseorang
tidak mungkin mengalami sukacita yang sejati.
Penerapan:
Apakah selama ini saudara mempunyai hati yang selalu
sumpek, gelisah, kuatir, kosong, dan tidak damai /
sukacita? Apakah selama ini saudara hanya bisa
mengalami kesenangan / kebahagiaan yang bersifat
lahiriah, semu dan sementara? Kalau ya, datanglah dan
percayalah kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan
saudara, maka saudara akan mengalami sukacita yang
sejati.
2) Ucapkanlah syukur, pujilah dan muliakanlah Tuhan!
ay 13-14: para malaikat memuji Tuhan.
ay 20: para gembala memuji / memuliakan Tuhan.
Sebetulnya, kalau saudara betul-betul bisa bersukacita
pada Natal ini, saudara pasti akan secara otomatis
bersyukur, memuji, dan memulia-kan Tuhan!
3) Beritakanlah Injil.
Natal tidak akan ada gunanya kalau tidak diberitakan.
Karena itulah maka para malaikat memberitakannya
kepada para gembala (ay 8-11). Tetapi dalam ay 10
dikatakan bahwa itu adalah untuk ‘seluruh
bangsa’, yang jelas menunjuk kepada bangsa
Yahudi. Tetapi, setelah kematian dan kebangkitan
Kristus, maka tembok pemisah antara Ya-hudi dan non
Yahudi telah dihancurkan (Ef 2:14), sehingga sekarang,
Injil harus diberitakan kepada semua orang (Ef
2:12,17).
Pada saat itu, hanya gembala yang mendengar berita
itu. Tetapi berita itu untuk seluruh bangsa. Karena
itu mereka memberitakan Injil (ay 16-17).
Maukah saudara meniru para gembala itu? Saat ini
saudara sudah mendengar berita Natal / Injil. Tetapi
berita itu sebetulnya ditujukan untuk semua umat
manusia. Maukah saudara memberitakan berita Natal /
Injil itu kepada orang-orang di sekitar saudara?
Kesimpulan:
Jangan menanggapi / merayakan Natal hanya dengan
sekedar berpesta dan berhura-hura! Rayakanlah Natal
dengan:
percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan
saudara.
bersukacita.
bersyukur dan memuji Tuhan.
memberitakan Injil!
Maukah saudara?
- AMIN -
e-mail us at [EMAIL PROTECTED]
http://www.geocities.com/golgotha_ministry0/pi/pi_11.htm
__________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com