Lawan Pemiskinan!
www.rakyatmiskin.wordpress.com

Orang Miskin Baru Tidak Tercakup
Jumat, 16 Mei 2008 | 03:00 WIB 
Jakarta, Kompas - Pendataan masyarakat miskin yang layak menerima
bantuan langsung tunai atau BLT tidak akan mencakup warga miskin baru,
yang sebelumnya tak tercatat pada 2005. Di Jakarta, bakal penerima
kartu BLT turun dari 160.480 menjadi 157.515 keluarga.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Djamal mengatakan,
survei penerima BLT 2008 dilakukan pada 2007, dengan menumpang survei
Program Keluarga Harapan. Model surveinya menggunakan data BLT 2005
dan dicocokkan di lapangan.
Dari lima kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta, hanya Jakarta Timur,
Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara yang disurvei. Hasilnya 2.965
penerima BLT pada 2005 dicoret. "Jika calon penerima sudah lebih kaya,
namanya akan dicoret. Namun, jika ada warga miskin baru, namanya tidak
dapat masuk dalam daftar itu," kata Djamal.
Kartu BLT akan dikirimkan petugas PT Pos Indonesia. Sebelum
menyerahkan, petugas pos harus melihat kondisi fisik calon penerima.
Apabila calon penerima dianggap tidak miskin lagi, kartu boleh tidak
diberikan.
Selain itu, jika petugas pos tak menemukan alamat calon penerima kartu
BLT, kartu itu akan diserahkan kepada kelurahan. Selanjutnya, lurah
berhak membagi kartu ke warga miskin lainnya yang dianggap layak. Pola
ini yang dinilai rawan penyimpangan.
Sementara itu, BPS Jakarta Barat belum mendapat penjelasan dari BPS
Pusat mengenai data yang akan digunakan untuk penerima BLT. "Sampai
saat ini kami belum mendapat instruksi data penduduk miskin penerima
BLT mana yang akan dipakai," kata Kepala BPS Jakarta Barat Danang
Satria MA.
Berdasarkan data penerima BLT tahun 2005 di Jakarta Barat tercatat
sebanyak 30.320 kepala keluarga miskin. "Data ini tidak akurat lagi
karena bisa saja penerima BLT yang lalu telah meninggal dunia atau ada
yang sudah pulang kampung," kata Danang. (ECA/PIN)

Kirim email ke