Aceh dan Kenaikan BBM (Diambil dari acehinstitute.org) Shelly Woyla Marliane*
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Boediono, mengindikasikan pemberlakuan kebijakan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 30% pada Juni 2008 mendatang. Argumen yang digunakan pemerintah untuk mendasari kebijakan di atas adalah meroketnya harga minyak mentah di pasaran dunia yang hingga hari ini mencapai angka US$ 123/barel, membuat pemerintah tidak mampu lagi membiayai subsidi BBM dari alokasi APBN yang sudah di susun. Undang-undang Penanaman Modal dan Sarjana Menganggur Ign Mahendra K* ignificantly, the latest edition of the World Bank's World Development Indicator (WDI) shows that the developing country that surpasses all others in levels of health and education is Cuba, the one developing country that has been excluded from the neoliberal world order, and the only country other than North Korea that has received no World Bank loans for the past forty years. (James Petras dan Henry Veltmeyer) Modal dan peranannya dalam masyarakat telah menjadi perdebatan sejak lama. Argumentasi yang selalu saja diajukan oleh pemerintah adalah jika kita menerima penanaman modal asing maupun dalam negeri maka akan tercipta pertumbuhan ekonomi nasional, lapangan kesejahteraan, daya saing dunia usaha nasional, kesejahteraan masyarakat dan kapasitas teknologi nasional. Itulah yang dapat ditangkap dalam UU Penanaman Modal yang ada saat ini. Is it all true or just a dream? Tantangan bagi Gerakan Sosial hari ini !!! Khamid Istakhori* May Day, Bangkitnya Kekuatan Gerakan Buruh progresive Hiruk pikuk peringatan hari buruh atau Mayday baru saja usai. Berbagai catatan "kemenangan" telah pula di tuliskan dalam buku sejarah dengan sebuah harapan besar. Gerakan buruh pada saat Mayday akan menjadi modal berharga bagi upaya-upaya perjuangan kaum buruh dan seluruh gerakan rakyat yang hari ini mengalami tantangan luar biasa. Tirto Adhi Soerjo: Pelopor Kebangkitan Nasional (Diambil dari buletin SADAR) Akbar T.Arief* "Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah)." Itulah kata-kata yang sering yang diucapkan Bung Karno pada setiap kesempatan pidatonya. Namun, pada masa pemerintahan Soeharto, terjadi banyak distorsi terhadap sejarah Indonesia. Sejarah yang dimunculkan Orde Baru sangat jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. Termasuk sejarah kebangkitan pergerakan nasional. Baca selengkapnya di www.prp-indonesia.org
