Menkominfo : Kalau BLT Tak Mendidik, Subsidi BBM Juga Sama

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh  
mengatakan, kalau bantuan tunai langsung (BTL) dikatakan tidak mendidik,  
maka subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang berjumlah jauh lebih besar  
seharusnya juga dikatakan tidak mendidik.

Ia mengatakan hal itu usai menghadiri pembukaan pameran "Refleksi Satu  
Abad Kebangkitan Nasional, Membangun Budaya, Membina Bangsa" di Museum  
Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa.

Nuh mengemukakan hal itu menanggapi sejumlah kritik yang antara lain  
menyebutkan bahwa BLT itu tidak mendidik, menjadikan rakyat sebagai  
pengemis dan mengajari meminta-minta.

"Lantas, bagaimana dengan subsidi (BBM) yang dinikmati orang-orang `atas`  
itu? Sudah subsidinya besar, dinikmati terus menerus pula," katanya  
menegaskan.

Dikatakannya, masalah BLT yang merupakan subsidi bagi masyarakat miskin  
seharusnya dipandang sama dengan subsidi BBM yang sebagian besar dinikmati  
orang kaya.

"Kalau untuk rakyat miskin itu dikatakan tidak mendidik, terus apakah  
untuk orang kaya itu juga dikatakan mendidik," ucapnya.

Nuh menyatakan, 70 persen subsidi BBM hanya dinikmati 40 persen penduduk  
Indonesia yang merupakan orang-orang kaya.

Jika subsidi BBM mencapai Rp220 triliun, maka sebanyak Rp140 triliun  
dinikmati penduduk kaya yang jumlahnya 40 persen dari jumlah penduduk  
Indonesia.

"Apa itu mendidik?," katanya dengan dana bertanya.


Tiga Paket

Nuh mengatakan, BLT hanya satu paket dari tiga paket bantuan yang  
disiapkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan.

"BLT memang tidak dapat menyelesaikan kemiskinan sehingga tidak hanya BLT  
yang disalurkan," katanya.

Ketiga paket itu adalah BLT itu sendiri, pemberdayaan masyarakat dan  
kredit.

"Jika mau diibaratkan, paket BLT itu ikan, paket pemberdayaan itu kail,  
sedangkan paket kredit itu adalah kolam," katanya.

Selain BLT, paket "ikan" lainnya adalah beras rakyat miskin (raskin) dan  
bantuan operasional siswa (BOS).

"Masih banyak masyarakat yang butuh `ikan` semacam ini," katanya.

Untuk paket pemberdayaan, pemerintah akan mengucurkan dana langsung ke  
desa untuk mengerjakan sendiri proyek yang ada di sekitarnya.

Proyek itu direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh masyarakat  
tanpa melibatkan birokrasi.

"Proyek ini juga mengandung unsur membuka kesempatan kerja," katanya.

Sedangkan paket kredit adalah pemerintah membuka akses kredit bank kepada  
rakyat miskin tanpa perlu memakai jaminan.

"Jaminan kredit ya pekerjaan yang dimiliki rakyat. Saudara-saudara kita  
ini tidak perlu pakai jaminan kalau pinjam ke bank," ujarnya.

Untuk paket ini, pemerintah menyediakan dana Rp5 triliun, dimana Rp1,4  
triliun merupakan jaminan dari pemerintah kepada pihak bank.

"Dengan begitu, BLT bukan satu-satunya paket untuk membantu rakyat  
miskin," katanya.

Terkait dengan adanya penolakan BLT dari beberapa kepala daerah, Nuh  
mengatakan, pemerintah akan memberikan penjelasan langsung kepada mereka  
dalam waktu dekat ini.

"Insya Allah, Gubernur, Bupati dan Walikota akan memahami setelah  
mendengarkan penjelasan," katanya. (*)

-- 
Using Opera's revolutionary e-mail client
http://adijundi.blogspot.com/

------------------------------------

**************************************************
Dear Nongkrong-Mania 
Di Minta untuk dapat beriklan pada hari Kamis-Minggu
***************************************************
Kalau ada yang mau bagi Info Lowongan Kerja Juga Boleh
***************************************************
Bersama Group Nongkrong Bareng
Kita Ciptakan Suasana yang Menyenangkan.
-Nongkrong Bareng Tempat Gaul Yang Asik, Bebaskan Expresi mu-
-Sesuatu Perubahan Bukan Untuk ditakuti, Tetapi Untuk Dimengerti-
------------------------------------------------------
Pasang iklan anda disini....
Hanya dengan Rp 30000/bulan iklan anda akan dibaca 800 orang cukup efektif
kirim email ke [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] penawaran yang menarik, 
tunggu apa lagi
------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Nongkrong_bareng/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Nongkrong_bareng/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke