PERNYATAAN SIKAP

PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA



Gagalkan kenaikan harga BBM !!!

Turunkan harga-harga kebutuhan hidup rakyat !!!

Potong gaji seluruh pejabat Negara !!!





Salam rakyat pekerja,



Penolakan terhadap rencana pemerintah dalam menaikkan kenaikan harga BBM
terus meningkat. Walaupun penolakan kenaikan harga BBM terus dilakukan
oleh gerakan rakyat, namun keangkuhan pemerintah tetap saja tidak
tergoyahkan. Bahkan malam ini pemerintah mengumumkan besaran kenaikan
harga BBM sebesar 28,7%. Kenaikan BBM yang telah diumumkan mala mini
tentunya akan semakin memberatkan kehidupan rakyat Indonesia. Pemerintah
kapitalis dengan angkuhnya dan tanpa mempedulikan nasib rakyat hanya
mementingkan kepentingan para kapitalis di bidang perminyakan dunia.



Alasan pemerintah dalam menerapkan kenaikan harga BBM masih saja seputar
kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $120/barel atau Rp
1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan menyebabkan kenaikan subsidi
dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, Sementara negara tidak
mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus
di naikan sesuai dengan harga BBM Internasional.



Namun sangat aneh, ketika berpikir bahwa Indonesia merupakan Negara
penghasil minyak bumi, mengapa tidak bisa menentukan harga minyak bumi
di dunia atau minimal seharusnya Indonesia tidak terkena imbas dari
kenaikan harga minyak dunia. Bahkan Indonesia seharusnya sebagai Negara
penghasil minyak bumi merupakan Negara yang diuntungkan dari kenaikan
harga minyak dunia. Namun yang tidak pernah diketahui adalah ternyata
Indonesia sebagai Negara penghasil minyak bumi, harus membeli dari
perusahaan-perusahaan asing yang menguasai minyak bumi di Indonesia. Hal
ini dikarenakan sumber daya alam minyak bumi di Indonesia dikuasai oleh
perusahaan-perusahaan asing.



Jika saja minyak bumi dikuasai oleh pemerintah Indonesia sepenuhnya,
maka keuntungan akan didapat oleh pemerintah Indonesia. Sehingga
keuntungan tersebut dapat dialihkan untuk kesejahteraan rakyat
Indonesia. Namun tentunya hal ini tidak pernah terbersit dalam benak
penguasa di Indonesia, karena penguasa di Indonesia lebih mementingkan
keuntungan pribadi dan kelompoknya dibandingkan untuk kesejahteraan
rakyat Indonesia. Penguasa lebih berpihak kepada perusahaan-perusahaan
asing dan domestik dengan dalih Indonesia membutuhkan investasi asing
untuk pembangunan. Namun kenyataannya jalan yang diambil oleh
pemerintahan kapitalis telah menjerumuskan rakyat ke dalam jurang
kemiskinan.



Dengan naiknya harga BBM yang baru saja diumumkan oleh pemerintah
kapitalis, maka semakin menunjukkan ketidakpedulian pemerintah kapitalis
terhadap rakyat. Kondisi rakyat yang sudah semakin miskin, akan semakin
membuat rakyat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Fenomena
bunuh diri pun kemudian merebak di masyarakat, karena mencari jalan
pintas untuk keluar dari kondisi ekonomi yang semakin mencekik leher
rakyat.



Maka dari itu, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

    1. Gagalkan      kenaikan harga BBM karena akan semakin
menyengsarakan kehidupan rakyat.
    2. Turunkan      harga-harga kebutuhan hidup rakyat
    3. Potong      gaji seluruh pejabat Negara untuk mensejahterakan
rakyat dan demi rasa      keadilan.
    4. Bangun      posko-posko perlawanan rakyat untuk mengkonsolidasikan
dan memobilisasi      massa untuk menggagalkan kenaikan BBM



Sampai kapanpun jika pemerintahan kapitalis yang berkuasa, maka rakyat
akan sengsara dan miskin. Hanya SOSIALISME lah yang akan mensejahtarakan
rakyat. Maka dari itu sistem Neoliberalisme harus dihancurkan oleh
rakyat dengan jalan merebut kekuasaan dari kapitalis, dan membentuk
pemerintahan Sosialis.



Jakarta, 23 Mei 2008

Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja





Sekretaris Jenderal







      Irwansyah

Kirim email ke