----- Original Message ----- 
  From: agussyafii 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, May 26, 2008 8:34 AM
  Subject: :: Milist NB :: Kesetiaan


  Kesetiaan

  Malam sudah larut. Saya membuka pintu dan memberi salam. terdengar
  jawaban salam yang begitu pelan karena Istri saya nampak sibuk
  menyeterika sambil melapalkan bacaan ayat-ayat suci al-Qur'an yang
  dihapalkannya diluar kepala. wajahnya nampak tersenyum dan mengatakan,
  "Mas, udah makan?" "sudah tadi makan bakso di Sarinah." Jawab saya.
  Wajahnya nampak berkeringat dengan kesetiaannya setiap malam menunggu
  saya pulang.

  Itulah sebabnya buat saya kesetiaan merupakan jaminan untuk menjaga
  sebuah kepercayaan. kesetiaan yang utama adalah kesetiaan kepada
  pasangan hidup saya, yang setiap malam selalu berdoa agar diri saya
  pulang dengan selamat. Kesetiaan buat saya berarti juga kebahagiaan
  buat hana, putri saya. maka Bersyukurlah saya sebab apapun yang saya
  kerjakan selalu saja mendapat dukungan dari orang yang saya cintai dan
  dengan dukungan itulah saya menjaga kesetiaan, karena kesetiaan adalah
  kebahagiaan hidup. 

  Hampir setiap orang menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran
  kebahagiaan yang sebenarnya. Meski seseorang gagal karirnya di luar
  rumah, tetapi sukses membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera, maka
  tetaplah ia dipandang sebagai orang yang sukses dan berbahagia.
  Sebaliknya orang yang sukses di luar rumah, tetapi keluarganya
  berantakan, maka ia tidak disebut orang yang beruntung karena
  betapapun sukses diraih, tetapi kegagalan dalam rumah tangganya akan
  tercermin di wajahnya, tercermin pula pada pola hidupnya yang tidak
  bahagia.

  salam Cinta,
  agussyafii

  =======
  Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye "Keluargaku, Surgaku"
  silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di
  http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72



   

Kirim email ke