Hukum Pertama : The Law of Continous Supply of Stupidity.

 

 

Hukum Pertama : The Law of Continous Supply of Stupidity.

Misalkan pada suatu hari anda sedang naik mobil, tiba- tiba di depan anda 
terdapat becak yg nyelonong seenaknya dan membuat anda kaget membanting stir ke 
kanan. Secara otomatis otak anda memerintahkan sel-sel syaraf utk mengirimkan 
command ke mulut anda. Automatically, anda pun berteriak,"ooo..dasar becak 
goblok..". Tukang becak itu pun secara otomatis akan menjawab, tentu saja 
dengan amplitudo suara yg lebih kecil,"ya kalo pinter saya ndak mbecak pak..".

Nah, misalkan anda mempunyai kapabilitas untuk mengambil satu tukang becak tadi 
untuk mengajarinya berbagai macam ilmu, maka tukang becak tadi akan menjadi 
pintar. Akibat dari kepintarannya ini, dia melihat berbagai peluang lain untuk 
mendapatkan nasib lebih baik. Sebagai akibatnya, tukang becak ini akan berhenti 
mbecak.

Konsekwensinya, becak milik juragan becak ini ndak ada yg narik. Persis seperti 
aliran elektron akibat adanya beda potensial, yg menyebabkan adanya "hole", 
"hole" becak ini akan diisi oleh calon tukang becak potensial yg lain, yg 
memang kepingin mbecak. Akibatnya, ketika anda nyetir mobil di jalan, 
kemungkinan besar anda akan mengalami kejadian yg sama. "ya kalo pinter saya 
ndak mbecak pak.."

Dengan demikian, jika laju kedatangan orang yg kita anggap goblok ini jauh 
lebih tinggi daripada orang pinter, maka untuk tiap orang pinter, tersedia 
banyak sekali orang goblok.

Perhatian : hukum ini tidak berlaku untuk orang yg mbecak karena kepingin olah 
raga.



Wi..Loe_sableng
*) Pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan

 

Kirim email ke