Catatan Reporter: Sebuah Dampak BBM, Siapa yang akan menangung..?

Senin, 09 Juni 2008
Ekonomi dan Bisnis Bank Siap-siap Naikkan Suku Bunga

Efisiensi biaya operasional menjadi solusi lain.

*Jakarta* -- Bank-bank mulai berancang-ancang menaikkan suku bunga kredit
setelah Bank Indonesia menaikkan bunga acuan (BI Rate) 25 *basis
point*menjadi 8,5 persen pekan lalu. Bank-bank juga akan meningkatkan
efisiensi
agar margin laba tidak berkurang.

Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Aminuddin mengatakan
manajemen mempertimbangkan untuk menaikkan tingkat bunga kredit karena
kenaikan BI Rate menyebabkan lonjakan biaya dana (*cost of fund*) yang harus
dikeluarkan bank. Namun, manajemen masih melihat kondisi perekonomian dan
perkembangan suku bunga dalam dua bulan mendatang sebelum memutuskan
menaikkan suku bunga kredit. "Kalau kami naikkan sekarang, akan memberatkan
sektor riil," katanya di Jakarta pekan lalu.

BPD Kaltim sudah menyalurkan kredit hingga Rp 3,4 triliun sampai akhir Mei
2008. Bank Niaga juga bersiap-siap menaikkan suku bunga kredit.

Menurut Wakil Direktur Utama PT Bank Niaga Tbk. James D. Rompas, ada
kemungkinan Bank Niaga akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat karena
biaya dana meningkat setelah BI Rate naik. "Tapi target pertumbuhan kredit
kami sebesar 20 persen tidak akan berubah," ujar dia.

Menurut James, untuk mempertahankan pertumbuhan, kredit Bank Niaga
mengoptimalkan prinsip kehati-hatian terhadap nasabah sebelum menyalurkan
kredit. Langkah ini untuk mempertahankan agar angka rasio kredit macet tetap
rendah. Niaga juga akan melakukan efisiensi untuk mengurangi biaya
operasional bank. Niaga pun mulai mengincar masyarakat golongan menengah ke
atas untuk penyaluran kredit konsumsi. Sebab, golongan masyarakat ini tidak
terpengaruh oleh kenaikan harga bahan bakar minyak, sehingga besaran bunga
bank tidak terlalu diperhitungkan.

Pada kuartal pertama 2008, Niaga mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp
282 miliar, naik 12,4 persen dibanding pada kuartal pertama tahun
sebelumnya. Meskipun keuntungan bunga bersih (*net interest margin*) lebih
rendah dan berada pada level 5,21 persen, *net interest income* pada kuartal
pertama 2008 mencapai Rp 657 miliar atau naik 4,6 persen dari posisi yang
sama tahun sebelumnya. Laba bersih naik 2,5 persen menjadi Rp 207 miliar. Di
tengah kondisi ekonomi yang cukup berat, pada kuartal pertama 2008, Bank
Niaga berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 32,3 persen, menjadi
Rp 42,7 triliun.

Menurut Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Evi Firmansyah,
menaikkan suku bunga merupakan alternatif terakhir yang akan dilakukan oleh
BTN. Alasannya, kenaikan suku bunga akan menyulitkan masyarakat membiayai
kredit rumah tinggalnya. Saat ini BTN mengenakan suku bunga 9-11,5 persen
untuk kredit pemilikan rumah sebagai bisnis inti perseroan. "Meskipun akan
mempengaruhi margin (laba), kami belum akan menaikkan suku bunga untuk saat
ini karena masih mengkaji dampaknya dan perkembangan ekonomi," ujar Evi.

Dia melanjutkan, langkah pertama BTN untuk mengantisipasi kenaikan BI Rate
adalah melakukan efisiensi, misalnya mengurangi biaya operasional. BTN
mengalokasikan anggaran kredit Rp 10,04 triliun. Sampai 31 Mei 2008,
realisasi kredit BTN hampir mencapai 50 persen atau sekitar Rp 4,9 triliun,
dengan jumlah rumah 63.158 unit. Dari jumlah itu, Rp 1,6 triliun disalurkan
untuk kredit rumah sederhana sebanyak 40.245 unit. *Eko Nopiansyah*

Sumber : koran tempo


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************

Kirim email ke