Tolong jangan kirim2 lagi emailnya,

Bikin penuh aja.

Thanks.

 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 09 Juni 2008 10:49
To: [email protected]
Subject: :: Milist NB :: Medal of Valor

 


Di Mana Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid Sebelum Kasus Monas


Minggu, 8 Jun 08 20:01 WIB

Apa yang dilakukan Habib Rizieq dan Abdurrahman Wahid beberapa hari sebelum
pecahnya bentrokkan di Monas, Ahad, 1 Juni 2008, bisa dijadikan cerminan
siapa yang berjuang membela agama Allah SWT ini dan mana yang malah berada
di sisi musuh Allah SWT? Inilah faktanya:

Habib Muhammad Rizieq Syihab

Sejak pertengahan Mei 2008, Habib Rizieq memiliki kesibukan tersendiri
dengan pengacara Indra Sahnun Lubis, SH, sahabatnya. Keduanya bukan tengah
mengurus masalah hukum, namun tengah mempersiapkan seorang selebritis yang
mau kembali ke Islam.

Kepada sang artis, Habib berkali-kali menanyakan apakah dirinya memang
sungguh-sungguh ingin kembali ke Islam, bukan dengan paksaan atau ada
motivasi lain selain hidayah dari Alah SWT. Sang artis, bernama Steve
Emmnauel, berkali-kali pula menyatakan keseriusannya dan menegaskan jika
keinginannya itu keluar dari hati nuraninya sendiri. Bukan paksaan siapa
pun.

Akhirnya, pada hari Sabtu, 24 Mei 2008, didampingi oleh Pengacara Indra
Sahnun Lubis, Steve Emmanuel mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Habib
Rizieq, puluhan anggota FPI, dan para wartawan. Setelah bersyahadat, Steve
memilih nama baru "Yusuf Iman". Menurutnya, nama tersebut dipilih Steve
alias Yusuf Iman karena terinspirasi oleh Cat Steven, seorang penyanyi
ternama Inggris yang kembali ke Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf
Islam.

"Alhamdulillah, saya senang, bahagia, merasa excited. Sebentar lagi mau
bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya, " ujar Yusuf Iman
usai resmi mengucap dua kalimah syahadat. Kini Yusuf Iman mengisi hari demi
hari dengan mendalami Islam bersama seorang Ustadz yang ditunjuk untuk
membinanya.

Abdurrahman Wahid

Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi
undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di
AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat
Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah
negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia.

Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, sebelum keberangkatannya,
Durahman menyatakan bahwa kepergiannya ke AS selain untuk menerima
penghargaan tersebut juga akan merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas
kemerdekaan negara Israel ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika
kemerdekaan Israel merupakan awal dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan,
pengusiran yang dilakukan teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga
jutaan warga Palestina yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang
menjadi pengungsi di negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah
memilih posisi sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.

Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan
malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel,
termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly
Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai
pukul 19.00 waktu Los Angeles.

Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling
berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan
medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di
kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut.
Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam
AKKBB.

Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa
yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu
mengambil posisi dalam perjuangan ini? (rz)

 

 



Kirim email ke