http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Memprihatinkan, Mutu Pendidikan di Papua ** *[JAYAPURA] Mutu pendidikan di Papua dan Papua Barat semakin memprihatinkan. Faktor kondisi para guru memerlukan perhatian serius dari semua pihak, khususnya pemerintah dan masyarakat. * *"Strategi untuk membenahi kualitas pendidikan Papua dan Papua Barat yang memprihatinkan, adalah melakukan pembinaan terhadap pendidikan guru yang menekankan pada kualitas bakal calon guru, kualitas proses pembinaan calon guru, dan kualitas kualitas lulusan," kata Rektor Universitas Cenderawasih, Prof Dr B Kambuaya, MBA dalam Seminar dan Lokakarya Pembinaan Pendidikan Guru di Tanah Papua di Jayapura, pekan lalu. * *Selain itu, tambahnya, pembinaan terhadap guru-guru juga diperhatikan melalui sistem pembinaan guru yang teratur dan berkesinambungan. Model yang ditawarkan dalam upaya peningkatan kualitas guru dan pendidikan, adalah pembinaan pendidikan guru terpadu. * ** *Memiliki Kompetensi * *Lulusan model pembinaan guru dijamin akan memiliki kompetensi yang diperlukan calon guru yaitu kompentensi pedagodik, profesional, kompetensi personal dan kompetensi sosial. Model ini disebut terpadu, karena tiga alas an, yaitu model memadukan dua jenjang pendidikan calon guru, katanya. * *"Jenjang Pedidikan Menengah Atas Keguruan dan Jenjang Pendidikan Tinggi Keguruan. Jenjang Pendidikan Sekolah Menegah Atas (SMA) Keguruan adalah satuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang memberi muatan pendidikan guru pada kurikulum SMA yang digunakan," katanya. * *Model ini memadukan sarana pembinaan, yaitu sarana pembinaan formal dan non-formal (sekolah dan asrama). Murid SMA Keguruan dan mahasiswa LPTK dibina dalam asrama dengan kegiatan-kegiatan untuk ketrampilan dan sekaligus pembinaan disiplin. * *Model memadukan lembaga-lembaga yang mempunyai tanggung jawab pembinaan langsung, baik secara akademik mauppun secara financial, yaitu Perguruan Tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat (yayasan). * *Sementara itu, Gubernur Papua Barnabas Suebu menegaskan, profil guru yang dihasilkan oleh gereja dahulu memiliki kelebihan pada aspek kepribadian yang melayani sehingga mampu berdaptasi dengan tingkat kesulitan bekerjanya. * *Profil ini semakin bekurang ketika guru dihasilkan oleh pemerintah melalui LPTK yang didirikan oleh pemerintah dan dilaksanakan dalam sistem nilai dan etika yang sekuler, yang lebih menekenkan pada aspek akademik dan pedagogik. * *Rancangan model pendidikan guru untuk menjawab sisi yang hilang dan profil seorang guru saat ini bila dibandingkan dengan pendidikan masa yang lalu, yaitu kesetiaan mengabdi sebagai seorang pelayan di mana saja ditempatkan.*[154] ------------------------------ *Last modified: 9/6/08* -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist ************************************
