Indonesia Paska Kenaikan Harga BBM (diambil dari buletin SADAR)
Muhammad Haedir*

Kondisi
negara belakangan ini sedang dirundung nasib yang buruk. Kenaikan harga BBM
dunia hingga 130 US$/barel sangat berpengaruh kepada sistem perekonomian
Indonesia. Hal ini wajar, karena sistem perekonomian yang diterapkan merupakan
sistem ekonomi yang sangat tergantung pada sistem ekonomi luar negeri, dalam
hal ini sistem ekonomi neo-liberal (globalisasi).

Satu Jam bersama Ason, seorang tukang sol sepatu
"Kenaikan (Harga) BBM Memang Menyengsarakan (Rakyat)!"
Khamid Istakhori*

Tukang Sol Sepatu itu mangkal di pos ronda deket
rumah, tempat yang memang biasa dipakai istirahat tukang dagang ketika keliling
perumahan menjajakan dagangan dan jasanya. 
Pos itu, juga jadi tempat mangkal favorit ibu2 di  blok tempat tinggal 
deket rumah saya, selain
ngrumpi juga menjadi arena “konsolidasi” internal kaum ibu untuk membicarakan
problem-problem kseharian khas ibu2 di perumahan dengan alasan ngasuh anak,
membuang penat dan tak jarang jadi semacam pasar kagetan bagi ibu2. Selain
memang karena tukang sayur dan tukang dagang memilih lokasi itu untuk mangkal,
juga tak jarang antar ibu-ibu itu 
berbarter segala  keperluan.
Misalnya saja nitipin anak balitanya karena harus nyuci baju, nganter si sulung
berangkat sekolah TK, tak jarang pula saling bertukar bumbu dapur dan kue-kue
basah bikinan mereka. Yang paling sering tentu saja transaksi utang piutang,
uang senilai 10-20 ribuan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. 

Pernyataan Sikap PRP Komite Persiapan Jogjakarta
Kebebasan Berserikat dan Kesejahteraan bagi Pekerja Carrefour Jogjakarta !!!

Baca selengkapnya di website PRP

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja



JL Gading 9 No 12

Pisangan Lama, Jakarta Timur



Phone/Fax: (021) 47881632

Email: [EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]

Website: www.prp-indonesia.org

Petugas Kesekretariatan:

- Fandris (021-99485643)

- Rizky (08999869106)


      

Kirim email ke