ga usah pake kidding...
urusan negara bukan maen2....
melanggar kesepakatan di perbatasan... tembak aja...
apalagi yg biasa maling...
ganyang malingnya....

  -----Original Message-----
  From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Kiki
  Sent: Thursday, June 12, 2008 10:24 AM
  To: [email protected]
  Subject: Re: :: Milist NB :: Helikopter Malaysia Dinilai Langgar
Kesepakatan Perbatasan



  kayak australia doooonnnkkk...
  yang melanggar batas, tembaaakk..

  hehehe - just kidding!
  yang pasti pemerintah indosia HARUS PUNYA KETEGASAN!!
  kayaknya mesti itu deh yang harus dipunyai..

  salam

    ----- Original Message -----
    From: Reporter Milist
    Sent: Thursday, June 12, 2008 8:36 AM
    Subject: :: Milist NB :: Helikopter Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan
Perbatasan



    Kamis, 12 Juni 2008

    Nasional
    Helikopter Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan Perbatasan
    JAKARTA -- Helikopter Malaysia ditemukan berada sangat dekat di patok
perbatasan Indonesia-Malaysia. Juru bicara Markas Besar TNI, Marsekal Muda
Sagom Tamboen, mengungkapkan pihaknya menerima laporan bahwa pada April lalu
ditemukan helikopter Malaysia di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia,
tepatnya di Tanjung Lokang, Kecamatan Kedamin, Kabupaten Kapuas Hulu,
Kalimantan Barat. "Heli itu ditemukan saat patroli perbatasan oleh TNI dan
Polri," ujarnya saat dihubungi kemarin.


    Tidak diketahui pasti kegiatan helikopter di perbatasan itu. Menurut
Sagom, helikopter itu berada di wilayah Malaysia. Kendati begitu, kata dia,
keberadaannya melanggar kesepakatan perbatasan Indonesia-Malaysia yang
dibuat pada 1971. "Radius dua kilometer daerah perbatasan harus steril,"
kata Sagom. "Seharusnya pihak Malaysia meminta izin kepada Indonesia."


    Sagom mengatakan temuan itu akan dibawa dan diselesaikan melalui
pertemuan tahunan General Border Committee. Persoalan ini, kata dia, akan
diselesaikan melalui departemen luar negeri kedua negara.


    Juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizsyah, mengatakan masih
berkoordinasi dengan aparat di lapangan soal temuan itu. Pihak departemen
juga masih mengkaji isi perjanjian perbatasan. "Kami menunggu dulu laporan
dari lapangan," ujarnya.


    Adapun Duta Besar Malaysia Dato Zainal Abidin Zain mengatakan baru
mengetahui hal itu. "Kalau benar, koordinat ditemukannya helikopter itu di
mana?" ujarnya saat dihubungi. Dia menyatakan menunggu perkembangan
selanjutnya. Sukma | Harry Daya | Akbar TK



    Sumber : koran tempo



    --
    **********************************
    Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
    ************************************


  

Kirim email ke