kayaknya judul yang lebih tepat: membumi-hanguskan ilmu telematika.

http://www.indomedia.com.au/index.php?option=com_content&task=view&id=148&Itemid=9

Roy Suryo, Membumikan Ilmu Telematika
Written by Ulk
Saturday, 21 January 2006

Kebanggaannya pada ilmu Fisika ditinggalkannya dan ia lebih memilih
Ilmu Komunikasi yang dipadukan dengan teknologi, dan kini, jadilah Roy
sebagai pakar telematika yang disegani dan bertaraf internasional.

Lima tahun terakhir ini nama Roy Suryo popular sebagai pakar
Telematika. Debut pertama keberhasilannya ketika ia mengungkap dan
menganalisa rekaman suara telepon Presiden Habibie dan Jaksa Agung
Andi Galip pada tahun 1997, kemudian pada tahun 1998 ia berhasil
menganalisa rekaman rapat skandal Cessie Bank Bali, dan pada 2000 juga
berhasil menganalisa foto dan klise Presiden Gus Dur dan Aryati Boru
Sitepi. Sejak itu setapak demi setapak karir pria kelahiran Yogyakarta
18 Juli 1968, yang punya nama lengkap KRTM (Kanjeng Raden Tumenggung)
Roy Suryo Notodiprojo terus mencuat.

Kecintaannya pada Ilmu Komunikasi berhasil mensosialisasikan perpaduan
Ilmu Komunikasi dengan Ilmu Teknologi menjadi lebih "membumi", alias
dapat berguna untuk masyarakat sehingga masyarakat mendapat keuntungan
dari ilmu tersebut. Manfaat langsung yang pernah dirasakan Roy ketika
tasnya hilang di bandara. "Ilmu Telematika sangat membantu pribadi
saya, misalnya pada 2005 lalu saya pernah kehilangan tas di bandara,
ketika itu saya naik Lion Air dan petugas meminta semua penumpang
untuk meninggalkan tasnya dengan jaminan keamanan. Tapi ternyata tas
saya raib dan setelah saya lacak akhirnya ditemukan di rumah salah
satu petugas Lion Air dalam kondisi sudah diobok-obok," jelas Roy.
Atas jasa Roy, petugas Lion Air itu masuk penjara.

Roy memulai kariernya sebagai dosen di Universitas Gajah Mada (UGM),
dan sampai detik inipun hanya mengajar di UGM saja. Sebelumnya ia
pernah merangkap di ISI, di perguruan tingi ini ia pernah mendapat
penghargaan sebagai Dosen Teladan II FSMR-ISI Yogyakarta. Selain
memilih mengajar di UGM, ia juga memilih menetap di Kota Gudeg, meski
aktivitas lainnya sebagai pembicara dan konsultan Multimedia banyak
dijalaninya di Jakarta, kota besar lain, dan di luar negeri. "Tinggal
di Yogyakarta sangat menyenangkan, ini tidak menjadi masalah dengan
aktivitas saya, terutama dalam mengajar. Bisa diatur, saya sering pp
Yogja - Jakarta, atau Yogja - kota lain, malah satu mingu saya bisa
naik pesawat pp sampai enam kali," akunya. Istri tercinta, Ririen SH
bekerja di Bank Mandiri, Yogyakarta. Ia juga mengaku tidak kesulitan
berkomunikasi dengan suaminya yang super sibuk. "Mas Roy memang sibuk,
tapi waktu dapat diatur, karena tinggal di Yogya itu enak sekali,
jalan tidak macet dan jaraknya dekat, dari rumah ke kantor saya hanya
15 menit. Kami tidak pernah punya keinginan membeli rumah di Jakarta,"
aku Ririen pada acara HUT Mercedes-Benz ke-111 di Jakarta.

Kelebihan Ilmu Telematika juga memudahkan Roy berkomunikasi dengan
mahasiswanya lewat internet, malah metode mengajar dengan internet ini
sangat ia tekankan pada mahasiswanya. Ia membuka email-nya dan hp-nya
untuk mahasiswanya selama 24 jam, malah materi yang akan diajarkan
seringkali lebih dulu diinformasikan pada mahasiswanya lewat internet
dan hasilnya, begitu masuk kelas mahasiswa telah siap dan diskusi
berlangsung hidup karena sebelumnya mereka telah memiliki bekal. Roy
juga mengaku bahwa ia mengetahui email dan hp semua mahasiswanya,
sehingga ia mudah berkomunikasi dengan mereka. "Saya punya visi jauh
ke depan, internet memegang peranan penting untuk masa depan
mahasiswa, namun untuk memulai sistem mengajar ini ia banyak ditentang
dan dijuluki dosen borjuis. "Maklumlah saat itu HP dan internet di
Yogyakarta masih dianggap sebagai barang mewah," jelas Roy. Tapi demi
kemajuan, segala tudingan negatif ia anggap angin lalu, Roy membuka
pikiran dan wawasan mahasiswanya justru dengan internet.

Belakangan para mantan mahasiswanya yang dulu tidak setuju dengannya
dan telah bekerja malah mencarinya dan mengutarakan keuntungan diajar
Roy dengan internet, karena hal itu sangat membantu di dalam pekerjaan
mereka, alias tidak gaptek. Roy boleh dikata merupakan dosen pelopor
di Indonesia yang mengajar mahasiswa dengan internet. Di luar negeri
sistem ini telah lama dilaksanakan, cukup bermodal laptop atau bagi
mahasiswa Indonesia yang belum punya komputer dapat sering-sering ke
Warnet agar mempermudah proses belajar dan mengajar. Kecintaan Roy
pada mahasiswanya ditunjukkan dengan memberi nilai A, B dan E. Ia
tidak pernah memberi nilai C, karena memberi nilai C artinya sama
dengan tidak memberi nilai, kata dosen yang mengambil Program Pasca
Sarjana di UGM dengan judul "Perilaku dan Promosi" ini. Ia juga akan
mengambil program doktor di universitas yang sama. "Mengambil program
doktor di dalam negeri tidak kalah  kualitasnya dengan di luar
negeri," tambahnya lagi.

Sosok Roy tampil penuh percaya diri, mudah akrab dengan siapapun,
murah senyum dan suka menolong orang lain. Ia selalu mengimbangi
kesibukannya dengan hobinya yaitu reli, memelihara kucing Siam,
Anggora, dan Himalaya serta mengoleksi Mercerdes-Benz yang kini telah
terkumpul lebih dari 20 unit dari tahun 1952-2002. Aktif di klub
Mercedes-Benz Tiger dan klub mobil kuno dan menjabat sebagai
penasehat. Pada pertengahan tahun lalu ia pernah menjadi juara I reli
mobil kuno di Jawa Timur. Hobi lainnya adalah fotografi. Malah pertama
kali sebagai dosen ia mengajar fotografi. Roy juga beberapa kali
berhasil meraih juara lomba foto, diantaranya Juara I Lomba Foto
Nasional Perkebunan Piala Menteri Pertanian, juara I lomba foto
'Beauty at the Pool Side II di Semarang, dan juga pernah menjadi juri
lomba foto Digital I (MURI = Musium Record Indonesia).

Terjun ke dunia Telematika sebetulnya bukan cita-cita Roy, sejak kecil
ia lebih suka pada bidang Ilmu Fisika, malah lepas SMP ia meneruskan
SMA-nya dengan jurusan Fisika. "Saat itu terdapat anggapan bahwa
bidang IPA lebih bergengsi dibanding bidang IPS, namun setelah lulus
SMA ia mulai beralih haluan dan memilih Ilmu Komunikasi dan
memadukannya dengan Ilmu Teknologi.

Di bidang Fisika, pada 1984-1995 ia pernah menjadi Ketua kelompok
Bidang Fisika Kelompok Remaja (KIR) Padmanaba, di Yogyakarta.
"Ternyata ilmu sosial dapat dipadukan dengan teknologi, jadi tidak ada
istilah IPA bergengsi dan IPS tidak," kata pengagum ayahnya, almarhum
Prof.Dr.dr.KPH Soejono Prawirohadikusumo SpS SpKJ. Berkat gemblengan
ayahnya, ia mengaku bisa sukses dan berguna untuk orang banyak.

Obsesi Roy adalah menjadikan Ilmu Telematika agar berguna untuk
masyarakat dan dapat langsung dirasakan manfaatnya. Kepiawaiannya
telah mengantarnya sebagai Saksi Ahli Judicial Review UU Penyiaran dan
Kasus KPU di mahkamah Agung,  Saksi Ahli dalam berbagai perkara
menyangkut Teknologi Komunikasi, dipercaya Merancang Sistem
Videoconferencing, Intranet & Internet Polda DIY, dan sebagai Tim SBY
untuk Sistem Informasi Kepresidenan. Kini, ia juga tercatat sebagai
anggota Partai Demokrat.

Kasus heboh yang sempat ditanganinya adalah di tahun 2001 ketika ia
memberikan arahan Teknis Pelacakan Telepon Buronan Tommy Soeharto,
hingga membuat "Putra Mahkota" Cendara itu cukup berang kepadanya.
Disela semua kesibukannya, pria yang pernah menjadi iklan
Mercedes-Bens ini juga aktif membawakan acara Edutainment
"e-lifestyle" di Metro TV.

Last Updated ( Monday, 23 January 2006 )

--
I solemnly swear that I'm up to no good, http://data.startrek.or.id
things left unsaid, http://ryosaeba.wordpress.com


--
junker juga manusia... punya rasa punya hati...
jangan samakan dengan... pisau belati... (SEURIEUS MOD TM)

nusagames, it's a new way of life!
---====*SPAMMERS WELCOME!!*====---
 http://nusagames dot cjb dot net
--------==================-------- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nusagames/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Attachment: file.pdf
Description: Adobe PDF document

<<attachment: profiljan.jpg>>

<<attachment: profil2jan.jpg>>

Reply via email to