semakin banyak orang yang forward email si Po ini, entah siapa yang
bikin duluan.
From: "Rahardi, Mohamad Rian" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 4 Jul 2008 09:24:09 +0700
Subject: [SSR-Klub] Motivation of The Day : " Pelajaran dari Film
Kungfu Panda "
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya,
memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak
disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga
yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas
dendam Tai Lung.
Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan tentang beberapa hal:
1. The secret to be special is you have to believe you're special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab
Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah
yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif
dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik,
berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal
yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti
kata Master Oogway, "You just need to believe"
2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa
menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya
menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran
negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, "kemarin
adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah,
makanya disebut Present ( hadiah)." Jangan biarkan diri kita
dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo
berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu
percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak
berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu
sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah
Shi Fu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh
adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu
melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus
dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang
untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain
tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita
kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.
4. Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa
mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po
tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.
Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang
kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang
unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika
kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada
anak-anak yang dirugikan.
5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa
membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa
mereka ke arah yang salah.
Master Shi Fu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid
pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung
sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian
bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu
tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung
dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri
sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja
mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar
informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini
saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi
diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan
orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan
ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang
tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya
proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan.
Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.
6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan
tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi
menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi
terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih
sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.
7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat
ayahnya pula Podapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi
Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?
Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
http://www.beraniegagal.com
Salam Sukses,
M. Rian Rahardi
# <http://www.beranibisnis.com/?id=inaya>BeraniBisnis.Com
# <http://www.keuanganpribadi.com/?id=misterryan>KeuanganPribadi.Com
P Please consider the environment before printing this email
This email and any attachments are confidential and may also be
privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy,
circulate or in any other way use or rely on the information
contained in this email or any attachments. If received in error,
notify the sender immediately and delete this email and any
attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to be
secure or error free as the message and any attachments could be
intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended.
Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability
for damage caused by this email or any attachments and may monitor
email traffic.
Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited
liability under company number 966425 and has its registered office
at 1 Aldermanbury Square, London, EC2V 7SB.
Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with
limited liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The
Principal Office of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury
Square, London EC2V 7SB. In the United Kingdom, SCB is authorised
and regulated by the Financial Services Authority under FSA register
number 114276.
peter
"Why do we fall down, Bruce? So we can learn to pick ourselves up
again." Dr. Thomas Wayne