Saya beranggapan setiap orang yang mau posting di sini berdasarkan good faith... maksud baik.... dia sudah susah2 mikir, corat coret chart, ngetik, bahkan bayar bandwith supaya info nya bisa jadi bahan pertimbangan kita.... makanya please jangan pake di serang.... kalo tidak setuju kan bisa pake jurus... yes, but.... tidak perlu sampai menyerang.... sudah jatuh beberapa korban... I'm newbie too, postingan suhu2 sungguh banyak membuka wawasan saya.. Mbah, mohon agar sensornya agak di perketat ya...
Redy --- In [email protected], "Widhie !!!" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Iya nih, bung Vibby kok tiba-tiba ngambek. Jika kiranya saya jadi salah satu > penyebab bung Vibby berniat lengser keprabon, saya bener-bener minta maaf > karena email-email saya mungkin dianggap menyalahkan prediksi bung Vibby. > Kalau dibaca dengan lebih teliti, sebenarnya email saya tidak pernah > menyalahkan analisa TA siapapun, baik bung Vibby, pak Alfatih, maupun yang > lain, karena saya tahu orang-orang di sini jago TA. > > Perlu dimengerti bahwa setiap metode analisa TA, secara inherent memiliki > probabilitas failure. Tidak ada satupun metode yang menjamin akurasi 100%. > Selain itu, setiap chart juga bisa dilihat dari berbagai point of view. > Contohnya, sewaktu pak Fatih posting garis trend line PGAS dengan titik > singgung bulan oktober 2005 dan july 2006, ternyata ada trend line lain > dengan titik singgung yang dimulai di bulan november 2005 dan satu lagi di > bulan desember 2005. Mana yang paling bener di antara ketiganya? Hanya > market yang tahu. Dengan demikian, jika satu orang bilang, indikator/analisa > TA dia menunjukkan saham A akan turun, kemudian ada orang lain bilang, > indikator atau analisa TA dia menunjukkan saham A mau naik, jangan dilihat > bahwa terjadi pertentangan di antara kedua orang itu. Cukup lihat > indikator/parameter apa saja yang dipakai masing-masing orang. Selama metode > analisa kedua orang itu bener, berarti tidak ada kesalahan SOP (standard > operation procedure) dalam penarikan kesimpulan. Analisa mana yang bener? > Kembali lagi, tidak ada yang tahu, only the market will tell. > > Merunut 'kasus' PGAS, kalau kita sebut kasus :-), sejak rabu atau kamis > pagi, bung Vibby beberapa kali bilang ada Dead Cross. Secara TA, dead cross > emang akan diikuti jatuhnya harga, tapi dead cross hasil dari indikator apa > (dan berapa parameternya) ini yang tidak terlihat di chart. Yang keliatan > cuma garisnya aja. Dicoba-coba dengan beberapa parameter standard kok ndak > ketemu. Eh ndak taunya bung Vibby pakai parameter sendiri. Kalau dari awal > kita tahu parameternya berapa, kita kan bisa ikut mengevaluasi akurasi dan > konsistensi parameter tersebut dilihat dari price history saham PGAS. Dari > situ keputusan jual/beli akan lebih mantep daripada sekedar mengikuti > omongan/analisa orang. Justru dengan pemahaman yang lebih mantep ini kita > tidak akan menyalahkan orang lain klo terbukti keputusan kita salah. > Bayangin aja klo ada orang buru-buru jual barang hanya karena denger omongan > Dead Cross, klo di kemudian hari ternyata keliru, bisa saja orang itu bilang > "Gara-gara si A sih". Bagaimanapun semua keputusan jual/beli di trading > saham ini kan menyangkut duit yang tidak sedikit. Rugi 2.5% aja klo > modalnya 10 juta kan uda senilai pendaftaran KDO (Kursus Dasar Option) > tuh... hehehehe... > > Jika kemaren saya posting perbandingan lapkeu CTRS dan PGAS, itu bertujuan > agar rekan-rekan tidak termakan rumor dan issue dari siapapun (PGAS mau > turun ke 10 ribu lah, 7 ribu lah). Di dunia ini ndak ada perusahaan yang > performance-nya (baca : EPS) cenderung meningkat, sementara harga sahamnya > cenderung menurun. Kalau ada perusahaan yang seperti itu, pasti segera > disantap para Fund Manager dan Hedge Fund deh. Koreksi harga sedikit-dua > dikit mungkin masih wajar, tapi kalau drop 30% - 40% sementara EPS > meningkat, apalagi di saat market bullish, itu tidak masuk akal. Kecuali, > nah ini kecuali, lapkeu PGAS ternyata penuh dengan bull shit seperti ENRON > (klo emang begini sih pak WMP Simanjuntak pasti uda nglepas 2 juta lembar > sahamnya duluan), atau PGAS terbelit masalah seperti ENRG/LAPINDO. Kita > tidak tau apakah kedua hal terakhir akan/sedang terjadi. Selama recent news > selalu positif (gas price increase, supply to east Java increase), dan > laporan keuangannya bagus, bisa diasumsikan bahwa PGAS baik-baik ajah (spt > lagunya pinkan Mambo). Ke depan, bisa saja asumsi ini salah. Tapi kalau kita > tidak mau ambil resiko, ya jangan investasi di saham perusahaan, mending > duitnya didepositokan aja, kan beres. > > Terkait dengan FA, sekedar cerita, saya lagi buka-buka kembali bukunya > William J O'neill dengan CANSLIM-nya. > Di salah satu bagian buku tersebut, diceritakan bahwa pada saat market > bullish, om Bill bisa melipatgandakan modalnya dua puluh kali lipat dalam > waktu 2 tahun. Katakanlah tahun pertama gain 400% (plus 100% modal), dan > tahun kedua gain 300% (plus 100% modal) maka genaplah pelipatan 2000% dari > modal awal. Kalau kita lihat imbal hasil reksadana saham di indonesia yang > dikelola Fund Manager profesional, jarang ada yang mencapai 100% YoY. Posisi > terbaik saat inipun baru sekitar 70%an. Padahal kalau para FM itu (atau para > nasabahnya) blindly invested their capital on, for instance, PGAS (please do > not refer this with our recent case), they will got nett 900% for 2 years > investment. So, if you serious on increasing your capital, please put > considerable amount of FA awareness rather than focusing only on TA. Don't > be too excited with "riding the wave" as in the end, FA (company's > performance) will take a lead. It does'nt mean that I recommend to get rid > TA, but please use FA side by side with TA. > > rgds > > > On 10/6/06, redyherinantoalb <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > C'mon guys... bulan puasa neh... jangan gitu dong.... ayo mbah... > > ikut campur dong... kalo suhu2 nya pada nggak posting bisa bubar neh > > milist... > > > > Redy > > --- In [email protected], "Santo Vibby" <vibby@> > > wrote: > > > > > > Dear Stock Trader, > > > > > > Serebu temen tidaklah cukup, musuh 1 sangatlah kebanyakan... > > > > > > Tidak ada yg menang atau kalah... Yang penting belajar dari > > kesalahan.. > > > > > > Kesalahan saya adalah : Saya Sok Tahu ttg PGAS kemaren.. > > > > > > Saya ingat waktu itu P' Budi Suryono juga dicaci maki karena > > beberapa postingannya tentang potential short on several stocks.. > > akhirnya beliau jgn skrg duduk jadi penonton tanpa komentar lagi.. > > kapok kali hehehe.. > > > > > > I learned my lessons.. skrg jadi penonton juga aja ahh.. nemenin > > P' Busur dan Uncle FS > > > > > > Salam > > > > > > Vibby > > > > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: Stock Trader > > > To: [email protected] > > > Sent: Friday, October 06, 2006 5:01 PM > > > Subject: Re: [obrolan-bandar] was PGAS : Mendingan Beli BUKU aja > > deh hehehe > > > > > > > > > Bung Vibby, anda MEMANG SAKTI !!! > > > > > > PARA ANTI TA bertekuk lutut bungkam seribu bahasa !!! Tidak ada > > yg berkoar2 lagi > > > > > > > > Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

