2009/11/23 Dean Earwicker <[email protected]>

>
> Iseng ah..
>
>    - Kenapa setiap kali anda memakai indikator teknikal tidak akurat dan
>    sering telat memberikan signal buy atau sell ?
>    *Karena sibuk pak, belum kalo ditinggal meeting, mati lampu, sekretaris
>    minta jatah, internet lambat, sakit perut, dst.*
>
>
>
Iseng juga ah..

Sebenarnya, kalau mau jujur, seringkali kita *menyalahkan* suatu indikator
tidak akurat, sering telat, etc dll, dst, dsb.
padahal sebenarnya sering kali kita yang:


   - *salah dalam menempatkan* indikator, atau put the wrong indicator. seperti
   yg telah ane tulis bbrp waktu lalu, indikator kalau ga dipahami kekurangan /
   kelebihannya, namanya asal tembak. Stetoskop dipakai untuk mengukur suhu
   tubuh, atau teleskop dipakai untuk mendeteksi gempa, ya kaga bakal dapat
   hasil yg diinginkan.
   - *terlalu berharap lebih* dari hasil yg bisa diberikan suatu
indikator. atau,
   istilah nya terlalu maksa.Indikator lagging, ga mungkin bisa menghasilkan
   leading signal.
   - *salah intepretasi* dari output yg dikeluarkan indikator. Hal ini
   berhubungan dgn jam terbang, semakin lama kita berinteraksi dgn suatu
   indikator dalam segala kondisi, biasanya semakin baik intepretasi /
   pemahaman kita atas output yg dikeluarkan dan akhirnya membimbing pada
   analisa yg benar.
   - *ga percaya* output yg dikeluarkan indikator, karena hasilnya
   berlawanan dari harapan / ekspetasi kita.


Salam,

Kirim email ke