Koko Hans yang baik,

Kalau yang muncul di permukaan memang adalah berita negatif, dan ngga ada yang 
positif yang masuk ke radar saya, ya itulah yang saya share disini. Tujuannya 
cuman dua, sharing dan berharap supaya seniors disini mengeluarkan analisanya 
secara lebih tajam, lebih mendalam dan "memaksa" mereka melakukan analisa yang 
rasional. Meskipun harapan di hati bullish, tapi kalau berita (fakta di 
lapangan) menunjukkan lain, apa tidak sebaiknya berpikir jernih dan melihat 
pada realitas saja?

Entahlah, di milis ini apakah masih ada anak buah BD apa ngga, tapi silahkan 
tanya langsung ke Mbah, apakah saya ini anak buah BD atau bukan. Beliau tahu 
siapa saya. Dengan postingan saya yang kesannya 'membombardir' milis OB dengan 
berita negatif, coba tanya Mbah, anak buah BD bereaksi bagaimana? Mendukung 
postingan saya kah, atau malah men-challenge? Kalau mendukung atau diam saja, 
bisa jadi berarti sudah inline dengan keinginan BD. Kalau pada menyanggah, 
jelas apa yang saya lakukan bertentangan dengan keinginan BD, yang mungkin 
masih punya banyak barang sehingga berusaha mempertahankan buyer di pasar.

Jujur saja, dan coba objektif, apakah persoalan politik dengan SBY itu 
benar-benar tidak akan diperhitungkan oleh Fund Manager sebagai 
political/country risk? Apakah kasus Dubai World benar-benar tidak akan ada 
efek apapun terhadap pasar modal diseluruh dunia?

Kalau soal peluang mah, selalu ada, tapi risk <> reward nya gimana? Jangan 
sampai senior masih terus memberikan optimisme kepada para pemula sehingga 
mereka tetap terus melakukan pembelian di pasar, untuk kemudian cutloss lagi, 
cutloss lagi. Lah udah jelas-jelas patah trendnya, support dah tembus, eh malah 
masih kasih sinyal untuk masuk. Walhasil? CUTLOSS!

Senior sih gampang aja ngasih tau titik masuk dan keluar, tapi coba dipikir 
lebih bijak lagi, what are the odds? Kalau ujung-ujungnya CUTLOSS lagi karena 
maksa ngelawan pasar, ngelawan kondisi pasar dunia, ini yang harus 
dipertanyakan motifnya apa? 

Mbah, saya menunggu konfirmasi hari Senin, dari Mbah dan seluruh senior lain. 
Untuk apa konfirmasi ini? Untuk mengambil keputusan terhadap sisa barang yang 
saya punya, mau cash out atau hold tight till it hurts...

Salam,
Bull

  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: Obrolan Bandar Groups 
  Sent: Friday, November 27, 2009 12:50 AM
  Subject: Re: [ob] Gimana kalau ini yang terlihat jelas di mata BIG BOZZ BEI???




  Sy perhatikan p Bull ini terus menerus mengeluarkan berita negatif. 

  Sy pikir oke aja sebagai masukan.

  Tetapi kira2 apa motif dan tujuan bapak.

  Kalau kebanyakan negatifnya nanti semua peluang lewat, bisa2 gigit jari deh...

  Thx



  Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


------------------------------------------------------------------------------

  From: "Metallic Bull" <[email protected]> 
  Date: Fri, 27 Nov 2009 00:22:21 +0900
  To: <[email protected]>
  Subject: [ob] Gimana kalau ini yang terlihat jelas di mata BIG BOZZ BEI???


    

  
http://www.detiknews.com/read/2009/11/26/191049/1249651/10/jeffry-winters-jika-pd-terlibat-kasus-century-pemerintah-tidak-sah?881103605

  Jeffry Winters: Jika PD Terlibat Kasus Century, Pemerintah Tidak Sah

  Jakarta - Berhembus kabar Partai Demokrat (PD) diduga menikmati aliran dana 
Bank Century dalam proses Pemilu 2009 lalu. Jika dugaan tersebut terbukti, SBY 
terancam jatuh dan pemerintahan dianggap tidak sah. Negara harus melakukan 
Pemilu ulang.

  Peryataan tersebut dikatakan International Political Economy Expert dari 
Nortwest University Departement of Politic, Jeffry Winters, dalam seminar The 
Origins of Oligarchy in Indonesia, di Ruang Audio-Visual FISIP Kampus Unpar, 
Bandung, Kamis (26/11/2009)

  "Seandainya kasus Bank Century diselidiki sampai ketemu tindakan kriminal 
yang melibatkan Partai Demokrat dalam kampaye, seandainya itu terjadi, SBY akan 
jatuh," kata Jeffry.

  "Tidak hanya itu, kalau sampai terbukti salah satu partai menerima saluran 
uang di luar yang sah, dan pemilunya tidak sah, pemilu harus diulang," imbuh 
profesor sekaligus penulis buku 'Dosa-dosa Orde Baru' ini.

  Ia memperkirakan dua kemungkinan dari skenario prediksi jatuhnya pemerintahan 
SBY. "Kalau dia tahan sampai Juni 2010 ia akan tahan selamanya tapi sebagai 
presiden yang cacat, tetapi sebelumnya ada kemungkinan he will fall, but if he 
let the june" jelas Jeffy.

  Lebih lanjut ia memaparkan, dalam laporan BPK RI terdapat kejanggalan dalam 
skenario penyelamatan Bank Century berdasarkan suntikan dana bertahap di akhir 
Bulan Desember 2008. Suntikan tersebut dalam bentuk tunai dilakukan setiap hari 
termasuk di Sabtu-Minggu. Padahal Cebtury disebutkan dalam keadaan emergency.

  "Yang paling aneh, kalau itu benar emergency kenapa transfernya tidak digital 
over night untuk mengamankannya langsung. Kenapa harus bertahap tahap?" ujar 
pria asal Chicago yang tengah merampungkan buku berjudul 'Oligarki'.

  "Kalau emergency kan suntikan supaya bank itu stabil seharusnya langsung 
saja. Ini tidak," sambungya.

  Sebelumnya, Presiden SBY membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya. 
Dia membantah aliran dana Bank Century masuk ke dalam rekening Partai Demokrat 
dalam Pemilu 2009. (ahy/anw) 





  

Kirim email ke