Jakarta - Situs layanan data base, Google dikabarkan tertarik akan membeli 
saham Bumi Resources (BUMI.JK). Namun rumor ini dinilai aneh meskipun sah 
sebagai sebuah investasi.

Menurut pengamat pasar modal Robin Setiawan, pemilik Google ingin membeli saham 
BUMI sah-sah saja. sebab setiap investor asing bisa berinvestasi di Indonesia 
salah satunya lewat pasar modal.

"Tapi bisnis Google tidak berhubungan langsung dengan bisnis batubara BUMI. 
Saya lihat Google dan BUMI tidak berhubungan langsung bisnisnya. Tapi kalau 
investasi bisnis sah-sah saja," ujar Robin saat dihubungi INILAH.COM, kemarin. 

Sementara itu research analyst PT Asia Kapitalindo Arga Paradita mengatakan, 
kabar pemilik Google ingin membeli saham BUMI bisa menopang penguatan harga 
saham batubara. Isu ini sudah terdengar pertengahan pekan lalu. Tetapi investor 
harus memperhatikan business core Google di information technology sedangkan 
BUMI di batubara. 

"Dari sisi ini memang agak aneh. Apakah Google akan melakukan ekspansi business 
corenya ke batubara. Tapi bisa juga Google melirik BUMI karena perseroan 
didukung oleh Credit Suisse dari sisi pendanaan," tutur Arga secara terpisah 
kepada INILAH.COM.

Ia menambahkan, hal tersebut berita baik bagi BUMI karena perseroan mendapatkan 
dana segar baru. "Tapi terkait berita ini saya belum cross check," kata Arga.

Saham BUMI pekan lalu ditutup melemah Rp225 ke Rp2.375 dengan volume 1.001.911 
unit saham senilai Rp1,214 triliun sebanyak 18.265 kali transaksi. Saham BUMI 
sempat menyentuh level tertinggi di 2.600 dan terendah di 2.325. [hid]

Kirim email ke