Bukannya lewat ELTY nich proyek
----- Original Message ----- From: Bandar A To: [email protected] Sent: Sunday, July 22, 2007 9:29 AM Subject: [obrolan-bandar] Bakrie Diduga Kuasai Tol Pejagan-Semarang ----------------(on VirusWall Server )------------------- email-body was scanned and no virus found ----------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- Buat penggemar BNBR ------------------------------------------------------------- Minggu, 22 Juli 2007 Headline Bakrie Diduga Kuasai Tol Pejagan-Semarang Anindya Bakrie hadir saat penandatanganan jaminan kredit. JAKARTA--Kelompok usaha Bakrie dikabarkan mengambil alih hak konsesi pengelolaan ruas tol Pejagan-Semarang sepanjang 166 kilometer. Sumber Tempo yang mengetahui proses tersebut mengatakan sebenarnya pemegang konsesi lama proyek tersebut nyaris diputus kontraknya karena tak kunjung melakukan penandatanganan kredit (financial closing). Departemen Pekerjaan Umum telah mengultimatum, jika mereka tak mampu menunjukkan jaminan hingga 21 Juli 2007, kontrak akan diputus. "Pemerintah sudah meminta Jasa Marga mengambil alih untuk menyelamatkan proyek Pejagan-Semarang," kata sumber tersebut. Namun, dia melanjutkan, hingga hari-hari menjelang tenggat terakhir pada Jumat lalu (20 Juli), ketiga pemilik konsesi itu, yaitu PT Pejagan-Pemalang Tol Road, PT Pemalang-Batang Tol Road, dan PT Marga Setiapuritama, mendadak sulit dihubungi Jasa Marga. "Ternyata mereka akhirnya melakukan penandatanganan kredit dengan Credit Suisse Bank senilai US$ 720 juta (Rp 6,5 triliun)." Sumber tersebut menduga Grup Bakrie ada di balik tiga perusahaan tersebut. "Sebab, Anindya Bakrie hadir langsung saat penyerahan tanda jaminan itu pada Jumat malam lalu di Hotel Intercontinental, Jakarta," katanya kemarin. Anggota Badan Pengatur Jalan Tol, Parlindungan Simanjuntak, membenarkan adanya perwakilan kelompok Bakrie yang turut dalam penandatanganan kredit tersebut. "Ada Anindya Bakrie, tapi tanda tangan tetap oleh tiga investor pemegang kontrak," katanya. Parlindungan mengaku tidak mengetahui bagaimana keterlibatan Bakrie dalam proyek ruas tol itu. Menurut dia, itu urusan dengan perbankan dan tiga investor. "Kami tahunya jalan tol dibangun dan hubungannya dengan tiga investor," katanya. Adapun Anindya, yang dihubungi kemarin, tidak bersedia memberikan komentar soal tersebut. "Kirim dulu pesan pendek atau e-mail," katanya. Namun, hingga berita ini diturunkan, putra Aburizal Bakrie, pendiri Grup Bakrie yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, tersebut tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang dikirim Tempo. Pengambilalihan proyek tol tersebut semakin memperbesar portofolio Grup Bakrie--yang saat ini masih tersangkut masalah semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc. di Sidoarjo, Jawa Timur--pada berbagai megaproyek jalan tol. Saat ini, melalui PT Semesta Marga Raya, Grup Bakrie telah mendapat ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer Ketiga investor proyek tol Pejagan-Semarang dalam siaran pers kemarin menyatakan siap menggarap ruas itu mulai 23 Juli 2007. Kepastian ini menyusul pengucuran kredit dari Credit Suisse Bank. Perinciannya, PT Pejagan-Pemalang Tol Road mendapat kucuran kredit US$ 264 juta (Rp 2,38 triliun), PT Pemalang-Batang Tol Road US$ 182 juta (Rp 1,64 triliun), dan Marga Setiapuritama US$ 274 juta ( Rp 2,74 triliun). "Ini momentum bagus untuk memulai proyek tol Trans Jawa, sehingga nantinya ruas tol Merak-Surabaya dapat selesai akhir 2009," kata Govindhasamy, perwakilan PT Pejagan-Pemalang dan PT Pemalang-Batang. Dia melanjutkan, jaminan pelaksanaan juga sudah dibayarkan. Totalnya Rp 83,5 miliar, dengan perincian Rp 30,5 miliar untuk ruas Pejagan-Pemalang, Rp 21,6 miliar untuk Pemalang-Batang, dan Rp 31,4 miliar untuk Batang-Semarang. HARUN MAHBUB | MOHAMAD TEGUH KORAN

