dulu, investor kelas kakap dunia, warren buffet menemukan sebuah perusahaan tekstil yang hampir bangkrut. lalu dia masuk, membeli sebagian besar saham, lalu dengan tangan dinginnya kinerja perusahaan itu membaik, hingga kini akhirnya menjadi salahsatu holding company terbesar milik buffet.
coba andaisaja buffet tau ada pesusahaan POLY di ISX, dengan harga per lembar sahamnya lebih murah dari permen, dia beli, lalu ..... yang jadi kendalanya sekarang adalah, ga ada yang mempromosikan POLY kepada buffet, harusnya LG sebagai bandar POLY, yang pengin nglepasin barang, harus kenal buffet yang pasti ngiler dengan penawaran yang begitu murah. meski saya ga pegang POLY, tp gregetan juga, soalnya ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak. buat jangka pendek emang susah, nyang offer di harga 50 juga ada 500.000 lot, sebenernya angka yang kecil buat ML, KZ, AK paling cuan dari bluechip buat beli 100% saham POLY juga ga kerasa ngeluarin duit, ibaratnya kaya bayar parkir mobil di mal.yakinlah!!! daripada ngeluarin riset yang ga jelas (kayak ML)mendingan hajar tuh POLY, pasti langsung dipuja-puja. bukan disumpahin. POLy dibeli ML, pasti besoknya langsung AR, kayak COWL. hidup POLY..... tapi bukan 'POLY si' yang suka duit.... --- In [email protected], "Andrew wijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dari pada berharap yg masih lama mending uangnya dipake buat sektor energi > dan CPO, POLY masih lama karena saham konversi dari PPA blon dikonversi. > Jadi kalo RUPS-pun masih "jelimet" karena masih banyak yg harus dikerjakan. > OK > > Pada tanggal 27/12/07, hendry_tribal <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > menurut analisa fundamental, posisi liabilities saham POLY teramat > > besar, yaitu sebesar 11T...sehingga Equity negatif 6T..sekalipun > > penjualan POLY tahun 2008 naik..diperkirakan melebihi 2T, tetap saja > > mereka harus membayar kewajiban mereka.. > > Setelah Reverse Stock 2:1 sehingga saham POLY menjadi Rp100, pihak > > perseroan juga akan melakukan Debt Swap to Equity untuk menutup Bad > > Debt (Hutang yang terlalu besar) ke posisi Equity... > > dengan begitu, saya pikir fundamental POLY akan menjadi lebih baik. > > > > Akan tetapi, saya masih yakin saham ini hanya memiliki nilai wajar > > di bawah Rp 100 setelah Reverse stock..Jadi, lebih baik investor > > disarankan untuk memilih saham yang berfundamental baik, terutama > > saham2 pertambangan dan perkebunan, contoh ANTM TP 6000., BUMI, > > ENRG, UNSP, INCO.. > > > > itu menurut analisa saya..kalau ada salah mohon diperbaiki... :) > > > > --- In [email protected] <obrolan-bandar% 40yahoogroups.com>, > > Data Saham <datasahamku@> > > wrote: > > > > > > smoga si POLY dapet bagian juga krn dia lumayan besar buat > > ekspor...para penggemar POLY semoga bisa sedikit lega termasuk > > saya...klo fundamental membaik harga POLY bakal mental ke atas... > > > > > > > > > > Kamis, 27/12/2007 > > > Pasar ke AS bakal stagnan pada 2008 > > > Ekspor tekstil lampaui target JAKARTA: Meskipun sejumlah > > problem menekan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) > > nasional, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memprediksi kinerja > > ekspor industri ini hingga akhir 2007 bakal melampaui target > > nasional yakni US$9,6 miliar menjadi US$9,9 miliar. > > > > > > Wakil Ketua Umum API Ade Sudrajat memastikan pencapaian ekspor > > 2007 akan terjadi, mengingat pada November ekspor TPT telah > > melampaui target 2007. "Untuk pasar ekspor terjadi peningkatan > > sebesar 9% dengan volume perdagangan mencapai US$9,9 miliar, atau > > naik terhadap 2006 sebesar US$9,2 miliar," kata Ade saat > > dikonfirmasi Bisnis kemarin. > > > > > > Faktor pemicu peningkatan ekspor tersebut, kata dia, akibat > > terjadi peningkatan konsumsi produk jadi a.l. garmen di sejumlah > > negara Uni Eropa (pasar tradisional) sejak awal semester II/2007, > > kenaikan harga produk TPT di pasar dunia, dan belum berpengaruhnya > > dampak pelambatan ekonomi AS sehingga ekspor TPT ke Negeri Paman Sam > > tersebut relatif tidak terganggu pada tahun ini. > > > > > > Namun, kenaikan ekspor tersebut ternyata tidak selaras dengan > > pertumbuhan konsumsi di pasar dalam negeri yang justru tumbuh > > negatif 5% sepanjang 2007. Dia mengungkapkan, pada tahun ini produk > > TPT nasional hanya menguasai 45% atau sekitar Rp1,45 trilun dari > > total pasar domestik sebesar Rp3 triliun pada 2007. > > > > > > Penguasan pasar domestik ini turun sekitar 5% dibandingkan dengan > > 2006. Padahal, di satu sisi permintaan pasar domestik 2007 naik > > dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun. Hal > > tersebut dipicu masih maraknya impor produk garmen murah dan > > selundupan asal China, Vietnam, Bangladesh, bahkan Eropa. > > > > > > "Pasar tekstil di dalam negeri sebenarnya sudah meningkat karena > > daya beli masyarakat meningkat, tapi produk TPT dari industri kita > > hanya menguasai tidak lebih dari 50%. Kenyataan ini relatif tidak > > ada perubahan dibandingkan dengan 2006 karena upaya pemerintah baik > > Depdag dan Bea Cukai membendung produk impor murah dan ilegal belum > > maksimal," ujarnya. > > > > > > > > > > > > > > > >

