Kapitalisasi Bakrie jadi Rp70 triliun JAKARTA:
Kapitalisasi pasar saham PT Bakrie & Brothers Tbk diperkirakan meroket menjadi
Rp50 triliun-Rp70 triliun dari posisi kemarin Rp7,55 triliun, setelah kelompok
usaha itu mengakuisisi perusahaan tambang, energi, dan properti. Beberapa
bankir investasi asing mengatakan dengan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar
566%-833%, saham perusahaan milik Keluarga Bakrie itu bakal menjadi acuan
investasi untuk pemodal asing. "Saham Bakrie & Brothers bakal menjadi salah
satu portofolio yang mewakili industri strategis di Indonesia," tutur seorang
bankir investasi asing. Bakrie & Brothers berencana mencari dana segar
senilai Rp45 triliun dari penawaran umum terbatas (rights issue) dan utang
untuk mengakuisisi beberapa perusahaan. Berdasarkan perkiraan awal, kombinasi
rights issue dan utang maksimum 1:1, tetapi bisa juga rights issue mencapai
60%. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun eksekutif Bakrie &
Brothers yang bersedia memberikan komentar secara terinci. Presdir Bakrie &
Brothers Bobby Gafur Umar ketika dihubungi belum bersedia memberi penjelasan
yang cukup rinci mengenai rencana tersebut. Direktur Keuangan Bakrie & Brothers
Yuanita Rohali tidak mengangkat telepon selulernya. Begitu pun Direktur
Bakrie & Brothers Jualiandus Tobing menolak berkomentar lebih lanjut. "Saya
akan ngomong kalau sudah matang," katanya. Presdir Bumi Resources Ari Saptari
Hudaya juga enggan berkomentar banyak. "Itu terserah pemegang saham, saya kan
hanya manajemen." Kendati belum ada penjelasan resmi dari Bakrie & Brothers
mengenai perusahaan yang akan diakuisisi, spekulasi di kalangan pelaku bursa
memunculkan nama PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Tbk, dan PT Bakrieland
Tbk. .cat { font-weight: bold; font-size: 14px; color: #003399;
font-family: Arial, helvetica, sans-serif} .judul1 { font-weight: bold;
font-size: 11px; color: #FFFFFF; font-family: Arial, helvetica,
sans-serif; text-align: center} .isi { font-weight: bold; font-size: 11px;
font-family: Arial, helvetica, sans-serif; vertical-align: top} .isi1 {
font-weight: bold; font-size: 11px; font-family: Arial, helvetica, sans-serif;
text-align: right} .isiq { font-weight: bold; font-size: 11px; font-family:
Arial, helvetica, sans-serif; text-align: center; vertical-align: top} .judula
{ font-weight: bold; font-size: 11px; color: #000000; font-family: Arial,
helvetica, sans-serif; text-align: center} Kinerja perusahaan yang
akan diakuisisi Bumi Resources Bakrieland Development Energi Mega
Persada Harga saham Rp6.300 Rp640 Rp1.500 Kapitalisasi pasar Rp122,24
triliun Rp12,56 triliun Rp21,60 triliun P/E (x) 14,13 55,46 485,28
Estimasi P/E (x) 20,19 88,19 39,96 Penjualan bersih US$1,64 mililar
(Rp15,42 triliun) Rp507,39 mililar Rp726,43 miliar Laba bersih US$800,02
mililar (Rp7,52 triliun) Rp88,87 miliar Rp85,34 miliarSumber:
Bloomberg, laporan keuangan perusahaan
Ket.:harga dan kapitalisasi per 8 Januari 2008, kinerja per 30 September 2007.
Asumsi US$1=Rp9.400 Namun, ada spekulasi lain yang mengatakan bahwa Bumi
Resources tidak masuk dalam target akuisisi, karena ukurannya terlampau besar.
Sebagai ganti Bumi, mereka justru menyebut PT Darma Henwa sebagai target dalam
akuisisi itu. Dalam melaksanakan aksi korporasi itu, Bakrie & Brothers
dibantu oleh penasihat keuangan Danatama Makmur dan Morgan Stanley. Bank
investasi yang membantu mencarikan dana Rp45 triliun itu adalah Danatama,
Barclays Capital, Morgan Stanley, Credit Suisse, dan CLSA. Lampaui Telkom
Seorang analis mengatakan sebagian besar transaksi itu bersifat nonkas, karena
hanya transfer kepemilikan saham, sehingga pengendali tidak berubah. Jika
transaksi itu bisa dijalankan, Bakrie & Brothers menjadi perusahaan yang
memiliki total ekuitas terbesar Rp50 triliun, lebih besar dari PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk yang per September 2007 hanya Rp31,8 triliun.
Head of Research Recapital Securities Poltak Hotradero mengatakan bila benar
Bakrie &
Brothers mengubah konsep perusahaan dari konglomerasi menjadi private equity
investment, ada kemungkinan perusahaan itu melepas (spin-off) anak usahanya di
masa datang. "Secara teoritis, dia akan mengakuisisi perusahaan lalu
memperbaiki struktur modalnya untuk kemudian dilepas. Dengan bentuk private
equity, anak perusahaan tidak bisa lagi menyusu pada induknya. Manajemen akan
menjadi lebih sehat dan terbuka. Namun, di Indonesia hal itu bisa terjadi
berbeda." Menurut Poltak, penyerapan rights issue akan terletak di tangan
pembeli siaga. Analis Optima Securities Ikhsan Binarto menilai rencana rights
issue itu berlebihan. Hal ini karena keluarga Bakrie memiliki saham di PT Bumi
Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrieland Development Tbk.
Kesuksesan penyerapan saham rights issue tergantung pada tujuan penggunaan
dana. Sementara itu, Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany mengatakan dia belum
mendengar rencana aksi korporasi Bakrie & Brothers. "Saya belum
mendengar soal itu, barangkali Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan
Sektor Jasa [M. Noor Rachman] sudah mendengar rencana itu, tetapi saya belum
menerima dokumen resmi apa pun sampai hari ini." Noor Rachman mengatakan dia
belum menerima berkas pengajuan rencana rights issue Bakrie & Brothers. Dia
bahkan mengaku belum mendengar soal itu. (06/M. Munir Haikal) ([EMAIL
PROTECTED]/[EMAIL PROTECTED]) Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com