YUP - setuju dg Pak DA - saya perhatikan jg begitu - SS (spt halnya C/A laennya) tidak selalu memberi dampak harga2 naek - paling tidak tergantung pd si-kon yg ada di seputar pergerakan/perkembangan harga2 pd waktu itu (current) - jadi pd kenyataannya prakteknya bisa 'aja berbeda dg teoritis-nya
Happy Chuan, Aria > > > > > Cuma ada 2 jawaban utk masalah stock split  harga turun, yaitu: > > 1. Menjelang SS adalah harga buruan, jadi agak lepas kendali dari harga > wajarnya > 2. setelah SS, populasi pemegang sahamnya jadi lebih banyak berbanding > lurus dgn besaran rasio SS, jadi Bandar lebih susah control harga > > kira2 begitu lah penjelasan sederhananya > > A3K > > ________________________________________ > From: [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Daddy Aussie > Sent: Thursday, July 03, 2008 10:41 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [saham] > Pengalaman saya beli saham yang mau stock split kok nyangkut terus ya... > - INCO nyangkut d puncak gunung (Rp. 106.500) - sampai sekarang belum > balik tuh. > - ANTM nyangkut di Rp. 15.250 (Rp. 3050), sempat terjun ke Rp. 1800-an - > walau akhirnya cuan juga dijual di Rp. 4250. > Apa memang harga saham pasca stock split selalu turun?. (saya lihat BBCA > juga begitu walau saya tidak punya). Apakah akan kejadian juga dengan > TINS??? > > Salam > DA > > ----- Original Message ---- > From: rina mayapada <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, July 3, 2008 10:06:13 PM > Subject: [saham] Buruan borong TINS, mumpung lagi OBRAL...! > Darling, hari ini TINS lagi obral gede2an. Buruan borong sebelum > terlambat. Udah devidennya segede gajah, (Rp. 1.773 per lembar saham) > eh.., entar tgl 8 Juli ini dia mau STOCK SPLIT, bo. Hmmm asyiknya... > Deh...;-) > > -- > Recent Activity > > >

