Seharusnya jadi mantan pejabat itu tidak usah meng kritik kebijakan pemerintahan sekarang, karena bagaimanapun juga, kebijakan harga (minyak) sekarang ini karena kebijakan (yg salah) sejak dulu. Apalagi dulu, si mantan pejabat ini, waktu masih menjabat, samasekali tidak ber prestasi. Tengoklah mantan pejabat US; Bill Clinton, George Bush Senior. Setelah menjadi mantan, mereka ini tidak pernah mengkritik presiden setelahnya! Sungguh memalukan. bapak RR ini sering memberi contoh apa yg terjadi di US sono, tapi yg kecil kecil spt ini dia lupa. salam,
--- On Thu, 10/9/08, Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [obrolan-bandar] BI Dikecam Naikkan Suku Bunga Sendirian To: [EMAIL PROTECTED], [email protected] Date: Thursday, October 9, 2008, 12:01 AM Kamis, 09/10/2008 10:31 WIB BI Dikecam Naikkan Suku Bunga Sendirian Aprizal Rahmatullah - detikFinance (Foto: dok detikcom) Jakarta - Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 9,5% mengundang banyak kecaman. BI dinilai salah langkah karena menaikkan BI Rate di tengah negara lain yang justru menurunkan suku bunganya. Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menyatakan, keputusan Bank Indonesia ini membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mengikuti saran IMF untuk menaikkan suku bunga. "Dua bulan lalu IMF menyarankan untuk meningkatkan suku bunga pada Indonesia, padahal sekarang semua negara turunkan suku bunganya. Satu-satunya yang ndablek ikutin saran IMF cuma Indonesia, hal ini akibat salah langkah karena pemerintah mendengarkan saran IMF," ujarnya. Ia menyampaikannya disela acara "Deklarasi Keikutsertaan Rizal Ramli untuk Presiden pada Konvensi Partai Bintang Reformasi" di Hotel Nikko, Jl Thamrin, Jakarta, Kamis (9/10/2008). Ia juga menilai semua kebijakan yang diambil pemerintah sejak Januari hingga Oktober 2008 terlalu percaya diri untuk menanggulangi bubble di sektor bursa. "Akibatnya, begitu terjadi langsung panik," katanya. The Fed menurunkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 1,5 persen. Tindakan The Fed juga langsung diikuti oleh bank sentral lain. European Central Bank (ECB) dan bank sentral Inggris, Kanada, Swiss juga ikut memotong suku bunga. Bank of England menurunkan suku bunganya setengah persen menjadi 4,50 persen. Sedangkan European Central Bank memotong suku bunganya setengah persen menjadi 3,75 persen. ECB melakukan pemotongan itu berdasarkan koordinasi dengan bank Kanada dan Swiss. Dari Asia, China juga memotong suku simpanan satu tahunnya sekitar 27 basis poin menjadi 3,87 persen mulai hari Kamis. Sedangkan suku bunga pinjaman akan turun 27 basis poin menjadi 6,93 persen. Sementara Bank Indonesia tidak bisa mengikuti karena terlebih dahulu menaikkan suku bunga BI Rate ke level 9,5 persen. Penutupan Perdagangan BEI Sementara terkait penutupan perdagangan saham di BEI yang ditutup untuk dua hari ini, menurut Rizal hal ini penuh kepentingan politis. "Ada juga menteri yang memiliki kepentingan bisnis, yang ingin melindungi sahamnya agar tidak jatuh," tudingnya.(lih/ddn)

