Dodo, aku tersinggung tuh. Apa maksudmu: ..... koran tempo sudah memulai, meski pilihan kartunnya agak memperlihatkan kualitas editornya yang kurang gaul.
Kurang gaul tuh apaan? Jangan-jangan lo yang kurang gaul? He he he. Saya dan beberapa teman kartunis beberapa kali ketemu dan sudah memperbincangkan beberapa hal untuk mendongkrak perkembangan kartun. Dari sekian banyak upaya, barangkali "mengindustrikan" kartun adalah langkah yang layak untuk dipertimbangkan. TV dan film butuh begitu banyak film kartun yang kompetitif harganya. Tapi, SDM-nya nggak ada, dan jangan-jangan kebanyakan kartunis hanya "mengutuk" redaktur kartun di media cetak seperti yang dilakukan Dodo Karundeng. Sehingga, peluang yang begitu besar lewat begitu aja karena tidak ada karya kartun yang aplikatif. He he he. Secara pribadi saya lagi menjalin hubungan dengan beberapa orang yang mudah-mudahan bisa mewujudkan impian saya sejak masih kanak-kanak, membuat semacam walt disney di Indonesia. Film kartun --untuk media film televisi, iklan, atau film layar lebar --- adalah bentuk yang paling ideal. Nah, belakangan ini aku lagi menulis skenario sinetron Doyok --- ini diangkat dari kartun Doyok milik mas Kelik di Pos Kota. Barangkali, kalau ada kesempatan baik lagi, nanti Lotif-nya Beng di Koran Tempo yang bakal saya usulkan untuk disinetronkan. Ini merupakan langkah paling logis, melihat peta kekuatan investor di dunia sinetron yang dikuasai oleh orang-orang film yang memang sejak awal tidak punya darah kartun seperti saya. He he he. Tapi percayalah, suatu ketika ide Ifoed (Kokkang) untuk menawarkan kartun animasi (yang benar-benar handmade) ke televisi bisa terwujud. Jadi, kartun tidak melulu dipaksakan tampil sebagai karya kartun murni satu frame di koran dan majalah. Dan jika redaktur kartunnnya mengurangi jumlah kartun yang dikirim dari luar, lantas sang redaktur akan "dikutuk" oleh Dodo Karundeng.Ha ha ha. Emang enak? Maksud saya, industri media cetak itu nilai ekonomisnya sangat kecil. Perhatikan belanja iklan tahun 2004-2005 ini, hampir 70 persen lari ke televisi. Itu artinya, pengelola media cetak akan lebih berusaha keras agar apa yang ditampilkan di medianya merupakan sesuatu yang benar-benar memiliki pangsa pasar cukup luas. Jika begitu, kenapa para kartunis harus mengikuti mahzab Dodo Karundeng yang hanya bolak-balik "mengutuk" redaktur kartun media cetak yang kian hari kian terbatas halamannya? Kenapa tidak menjadi kreatif dengan menawarkan gagasannya untuk berbagai media yang baru: iklan ( baik iklan televisi, cetak, pamflet, brosur,dll), atau film kartun (dokumenter, anak-anak, dewasa)? Sekian dulu, Dodo Karundeng yang hebat. Selamat mengutuk apa dan siapa saja, tetapi biarkan saya untuk tetap kreatif. * Nur Hidayat ----- Original Message ----- From: "dodo karundeng" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, December 06, 2005 7:18 PM Subject: [pakarti] LOMBA KARTUN INTERNASIONAL > kapan sih ada lomba kartun secara internasional yang diadakan oleh > suratkabar kita? memang koran itu kita harus mulai membuat rubrik kartun > lebih besar, dan menerima kiriman kartun dari luar. "koran tempo" sudah > memulai, meski pilihan kartunnya agak memperlihatkan kualitas editornya yang > kurang gaul. Suara Pembaruan juga boleh, tapi suka anget-anget tai ayam, eh > malah jumlah kartunnya jadi tinggal satu setiap minggunya. Apa nggak bikin > gemes tuh. Atau Kompas, tapi mereka nggak mau ambil resiko sampai sekarang > untuk memuat kartun kiriman, beda sama rubrik cerpen dan ilustrasi > cerpennya. Kalau musim Piala Dunia -- kartunisnya sudah dipilih yang bakal > muncul kayaknya. mudah-mudahan tebakanku salah. > kalau lomba kartun itu ada, harus juga juri-juri dari luar macam Plantu dari > Perancis, atau kartunis kawakan dari Iran atau Turki, yang dunia kartun di > negara yang kecil betul-betul bertumbuh dengan baik. biar kita bisa belajar > dari mereka. > saya lagi bermimpi....kartun bertumbuh seperti pohon-pohon besar di negara > kita, bukan cuma jadi rumput dan semak. > > dk > > _________________________________________________________________ > Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! > http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/ > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/FsyolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pakarti/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

