Bujang Anom, Jagoan Teleportasi dari Cirebon
Monday, 14 September 2009
Cover Bujang Anom dari Jagoan ComicWah, Jagoan
Comic dalam waktu yang sangat dekat bisa kembali mengeluarkan komik terbarunya
dengan format ukuran seperti komik SIJI (Serikat Jagoan Comic). Ceritanya
terdiri dari dua setting zaman yaitu penjajahan dan zaman sekarang. Bujang Anom
pun mempunyai dua kostum, kostum tradisional dan kostum modern. Dan
yang paling saya saya suka adalah kostum tradisionalnya, yang
mengenakan topeng dari Cirebon, terlihat seram dan bernuansa mistik
seperti ceritannya. Launching pertamanya Sabtu kemarin, 12 September 2009 di
Citywalk Sudirman yang dihadiri banyak pencinta komik. Dengan pembicara Rizal
Manthovani (Sutradara) dan Surjorimba
(Komunitas Komik Indonesia ), bersama tim JagoanComic dan Akademi Samali
acaranya berjalan dengan sukses.
Cover komiknya berwarna biru dengan emboss pada nama tokoh dan judul serinya
yang berwarna merah dan putih. Gambar Bujang Anom
yang difokuskan pada topeng modern-nya yang sebagian terlihat gelap
tetap memunculkan kesan misterius. Di cover belakang memunculkan gambar
suasana di zaman penjajahan dengan dua paragraph kalimat pendek seputar
cerita komiknya. Tidak hanya Bujang Anom, semua karakter yang sudah muncul di
SIJI pun dimunculkan di sini. Jadi ada kemungkinan bahwa karakter baru dari
Jagoan Comic tidak lagi muncul dengan format beredisi atau kecil, tapi bakal
muncul dengan format seperti SIJI,
dan langsung tamat dalam satu buku. Entahlah, kita tunggu kejutan buku
barunya lagi dengan karakter barunya yang baru muncul dalam pin up.
Ceritanya secara garis besar terbagi dua berdasarkan zaman, sejarah zaman
dahulunya Bujang Anom di zaman penjajahan Jepang, dan kemunculan Bujang Anom
dengan kostum modernnya di zaman sekarang. Musuhnya Bujang Anom pun, dibuat
seimbang, mengikuti kemunculan pertama kalinya Bujang Anom
sampai kemunculan terbarunya di Jakarta. Sebuah usaha balas dendam
tokoh antagonis kepada tokoh jagoan memang terasa menakutkan. Sang
jagoan akan dibuat menderita bukan secara fisik saja tapi juga mental,
karena kelicikan sang penjahat untuk membuat sengsara Bujang Anom. Dan kisah
cinta Bujang Anom pun penuh dengan ujian yang berat.
Sukses Cahyo Widyatmoko dalam membuat cerita di komik SIJI kembali diuji
kepiawaiannya dalam komik Bujang Anom. Cahyo mengaku diberikan keleluasaan
penuh untuk mengembangkan karakter Bujang Anom ini. Gambar juga tetap dibuat M.
Arief Russanto dengan gambarnya yang semakin detil. Dan pewarnaan kali ini
dibuat oleh Ari Siswanto. Ok, kita tunggu komik terbaru lainnya dari Jagoan
Comic,
apakah jagoan berkostum polisi atau manusia macan yang pertama akan
dimunculkan. Dan jangan sampai ketinggalan untuk mengkoleksi belasan
judul komik dari Jagoan Comic lainnya yang sudah terlebih dulu terbit.
Cek ulasan buku komik lainnya di www.pragatcomic.com
ahmadzeni