Bunda Fattah
Mungkin nggak, saat ini Fattah mo mulai tumbuh giginya??? kadang berpengaruh
juga siiih, krn sakitnya jadi sulit mamam deeeh
Artikel ini semoga membantu yaa...
Salam,
Rinalyssa
Artikel : AYO MAKAN - sumber nakita
Makan adalah pelajaran baru bagi si kecil yang mulai mengenal makanan
padat. Dan ternyata, banyak keterampilan yang harus ia kuasai dalam proses
belajar ini.
Sejak usia enam bulan, susu bukan lagi satu-satunya makanan yang akan
dikonsumsi bayi Anda. Tapi, Anda tidak bisa begitu saja alias langsung
memberikan makanan apapun padanya. Sebab, pelajaran makan si kecil haruslah
berlangsung secara bertahap.
Kapan ia siap makan?
Kemampuan bayi untuk makan makanan padat memang tidak sama.
Sekalipun demikian, para ahli sepakat, umumnya kesiapan bayi untuk makan
makanan padat pertamanya berkisar antara usia 68 bulan.
Meski begitu, jangan mentang-mentang usia si kecil sudah 6
bulan, lalu Anda langsung bersemangat menjejalnya dengan seabrek makanan
padat. Hanya karena khawatir ia ketinggalan teman-teman seusianya! Umumnya,
otot mulut bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat sampai usia 46
bulan. Makanya, jangan heran kalau lidah si 6 bulan Anda malah mendorong
makanannya ke luar mulut mungilnya. Lihat-lihat dulu kemampuannya. Bila tidak,
bisa-bisa urusan makan ini malah jadi runyam! Kalau sudah begini, apa yang bisa
Anda lakukan?
Yang pasti, ketika memperkenalkan makanan padat, sistem pencernaan si kecil
harus benar-benar matang. Pokoknya, sudah siap tempur untuk memproses
berbagai jenis makanan baru yang masuk. Kalaupun Anda terlalu dini
memperkenalkan makanan padat, bayi Anda malah lebih mudah terkena reaksi alergi
Jadi, tenang-tenang saja dulu.
Jangan coba-coba ambil jalan pintas!
Harus diakui, bukan hal yang mudah jika si kecil Anda susah
banget belajar mengunyah dan menelan makanannya. Sekalipun kepentok di
sana-sini, jangan lantas ambil jalan pintas dengan cara memberi makanan
padatnya melalui botol.
Tahukah Anda, cara pemberian makanan seperti ini nggak aman-aman amat!
Malahan, ini dapat meningkatkan risiko si kecil tersedak. Kok, begitu? Ketika
Anda memberi makanan melalui botol (biasanya lubang dot akan diperbesar),
makanan tadi akan langsung ditelannya. Jika ia belum pintar-pintar
mengontrolnya, bukan tak mungkin ia langsung tersedak.
Bahkan, tak jarang, cara pemberian makanan ini justru menjadi salah satu
penyebab anak terlalu banyak makan. Ia jadi cepat sekali menelan makanannya.
Saking cepatnya, sekalipun perutnya sudah kenyang, sinyal yang bertugas
memberitahu kalau dia sudah kenyang tidak sempat sampai ke otak. Akibatnya,
dia minta tambah terus dan terus. Wah, jadi repot lagi.
Selain itu, pemberian makanan lewat botol tidak akan mengajari si kecil
menggunakan rahangnya untuk mengunyah. Padahal, proses belajar mengunyah dan
juga menelan kelak penting untuk kemampuan bicaranya dan pertumbuhan giginya.
Belajar tidak berhenti di mulut saja
Proses belajar makan si kecil memang tidak berhenti sebatas
mulut mungilnya saja. Ia masih harus belajar disiplin melalui tatacara makan
yang sudah terpola waktunya. Misalnya, ketika didudukkan di kursi makannya atau
dipasangkan celemek makannya, ia sudah tahu kalau upacara makan sudah tiba.
Atau, ketika mencium harumnya aroma makanan yang sedang Anda siapkan, ia harus
sabar menunggu. Tampaknya sepele memang, namun semua itu merupakan rangkaian
dalam proses belajarnya.
Juga, ia akan belajar bahwa aktivitas ini bisa mempererat hubungannya dengan
Anda, bunda tercintanya. Misalnya, melalui kontak mata ketika Anda mengajaknya
berbicara ketika mempersiapkan makanan atau duduk dihadapannya, ia tahu kalau
Anda sangat menyayanginya dan memberikan perhatian penuh. Akan lebih baik lagi,
bila Anda selalu tersenyum ketika menyuapinya. Ketenangan Anda dan cara Anda
memperlakukannya sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar makan si kecil.
Kesabaran untuk tidak terburu-buru ketika menyuapi, kepekaan mengetahui
kondisi anak, kreativitas dalam memilihkan menu, serta menciptakan suasana
makan yang menyenangkan merupakan kunci utama kesuksesan Anda dalam memberi
makan pada si kecil. Siapkah Anda untuk itu?
Retno Wahab Supriyadi
Beberapa Tanda si Kecil Sudah Siap Makan
Ia tampak lahap sekali ketika diberi ASI.
Ia kelihatan masih lapar, sekalipun baru selesai disusui.
Ia sudah bisa duduk tegak, serta mengontrol leher dan kepalanya ketika
didudukkan di kursi.
Agar Pelajaran Berjalan Sukses
Awalnya, memang tidak mudah menyuapi makanan padat pada si kecil. Selama ini,
ia terbiasa minum susu, baik ASI maupun susu formula, yang bentuknya cair.
Sekali glek , susu akan meluncur dengan mulusnya, tanpa harus menyangkut
dulu di sana-sini, ke organ pencernaannya. Tapi, jangan keburu panik dulu.
Berikut kiat suksesnya:
Makanan jangan terlalu kental . Kalau kental, si kecil susah menelannya.
Jangan masak banyak-banyak . Cukup sekitar 2-3 sendok teh dulu.
Gunakan sendok bayi. Sendok seperti ini banyak tersedia di pasaran.
Mulailah dengan seujung sendok. Lalu, sentuhkan ke ujung lidah mungilnya.
Cara ini cukup efektif saat memperkenalkan rasa baru.
Kalau si kecil menolak. Ini karena ia belum terbiasa disuapi dengan sendok
atau masih asing dengan aneka rasa yang ajaib.
Jangan pernah putus asa. Kalaupun makanannya keluar lagi, ini tidak selalu
berarti ia tidak menyukainya. Reaksi ini terjadi karena otot-otot lidah dan
mulutnya belum cukup terampil untuk menelan atau mengunyah.
Bersabarlah. Membiasakan si kecil makan makanan tertentu perlu waktu.
Cobalah sampai beberapa kali selama berhari-hari. Beri kesempatan padanya untuk
merekam aneka rasa dalam memorinya. Dengan begitu, diharapkan ia tidak
terlalu pemilih nantinya.
Kalau si Kecil Sulit Makan
Si kecil enggan membuka mulutnya? Itu biasa! Tapi, jangan paksa terus
menyuapinya. Suasana makan yang tidak menyenangkan pada perkenalan makanan
padat pertamanya bisa-bisa berbuntut panjang. Nantinya, dia malah jadi jagoan
sulit makan.
Kalau bayi Anda kelihatannya menolak makanan yang Anda sodorkan, ajak bicara
dan tariklah perhatiannya melalui cerita, mainan, dan gambar yang bisa
menggugah selera makannya. Besoknya, coba berikan kembali makanan yang sama.
Proses pengenalan rasa makanan baru bisa berlangsung sehari, namun bisa pula
sampai seminggu. Jika sudah terbiasa makan berbagai jenis makanan, berikan
secara bergantian. Biar tidak cepat bosan!
Sepele, Tapi Jangan Anggap Remeh
ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia 1 tahun.
Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya.
Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi
dulu.
Jangan gunakan sendok bayi untuk mencicipi apakah makanan cukup hangat
atau tidak. Gunakan sendok Anda sendiri.
Buang makanan yang tersisa di piring, dan jangan diberikan lagi. Bisa jadi
sudah banyak bakterinya.
Segera simpan makanan bayi siap pakai yang sudah terbuka dalam lemari es.
Buang makanan bayi buatan Anda atau kemasannya sudah dibuka dan tersimpan
di lemari es hingga lebih dari 3 hari. Dikhawatirkan sudah dihinggapi
bakteri.
Makanan yang sudah dibekukan tidak boleh dipanaskan lebih dari sekali.
Sebaiknya, ambil untuk porsi sekali makan saja, lalu masukkan sisanya di lemari
es.
Perhatikan dan hargai sinyal-sinyal si kecil ketika kenyang. Jangan
terus memaksanya untuk menghabiskan makanannya.
Jangan tinggalkan bayi sendirian pada saat makan.
"M. Fattah Rinjani" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekan-rekan tolongin
aku dong...
sudah beberapa hari ini anakku Fattah gak doyan makan & susu...
jadi mesti di paksa deh makan/minumnya, tapi kalo minum air putih dia doyan
sekali.
Fattah umurnya 6 bulan, bb 7,5kg. susunya bebelac 2, makannya mealtime (
Kacang hijau, beras merah, dan gandum madu), biskuitnya farley rasa jeruk, apel
& klasik.
Untuk buburnya dia sepertinya lebih suka yang rasa gandum madu. kalau biskuit
dia suka semuanya.
Tolong dong....
kasih aku informasi or solusi, biar dia mau makan 'n minum susu lagi???
tolong ya secepatnya!!!!
Thanks
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap
spam.
http://id.mail.yahoo.com/
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.