Bunda Fattah
  Mungkin nggak, saat ini Fattah mo mulai tumbuh giginya??? kadang berpengaruh 
juga siiih, krn sakitnya jadi sulit mamam deeeh
  Artikel ini semoga membantu yaa...
   
  Salam,
  Rinalyssa
   
  Artikel : AYO MAKAN - sumber nakita
  Makan adalah “pelajaran” baru bagi si kecil yang mulai mengenal makanan 
padat. Dan ternyata, banyak “keterampilan” yang harus ia kuasai dalam proses 
belajar ini.   
    
  Sejak usia enam bulan, susu bukan lagi satu-satunya makanan yang akan 
dikonsumsi bayi Anda. Tapi, Anda tidak bisa begitu saja alias langsung 
memberikan makanan apapun padanya. Sebab, “pelajaran” makan si kecil haruslah 
berlangsung secara bertahap. 
    
  Kapan ia siap makan? 
                Kemampuan bayi untuk makan makanan padat memang tidak sama. 
Sekalipun demikian, para ahli sepakat, umumnya kesiapan bayi untuk makan 
makanan   padat pertamanya   berkisar antara usia 6–8 bulan.   
                Meski begitu, jangan mentang-mentang usia si kecil sudah 6 
bulan, lalu Anda langsung bersemangat “menjejalnya” dengan seabrek makanan 
padat. Hanya karena khawatir ia ketinggalan teman-teman seusianya! Umumnya, 
otot mulut bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat sampai usia 4–6 
bulan. Makanya, jangan heran kalau lidah si 6 bulan Anda malah “mendorong” 
makanannya ke luar mulut mungilnya. Lihat-lihat dulu kemampuannya. Bila tidak, 
bisa-bisa urusan makan ini malah jadi runyam! Kalau sudah begini, apa yang bisa 
Anda lakukan? 
  Yang pasti, ketika memperkenalkan makanan padat, sistem pencernaan si kecil 
harus benar-benar “matang”. Pokoknya, sudah siap tempur untuk memproses 
berbagai jenis makanan baru yang masuk. Kalaupun Anda terlalu dini 
memperkenalkan makanan padat, bayi Anda malah lebih mudah terkena reaksi alergi 
Jadi, tenang-tenang saja dulu.   
                   
  Jangan coba-coba ambil jalan pintas! 
                Harus diakui, bukan hal yang mudah jika si kecil Anda susah 
banget belajar mengunyah dan menelan makanannya. Sekalipun kepentok di 
sana-sini, jangan lantas ambil jalan pintas dengan cara memberi makanan 
padatnya melalui botol. 
  Tahukah Anda, cara pemberian makanan seperti ini nggak aman-aman amat! 
Malahan, ini dapat meningkatkan risiko si kecil tersedak. Kok, begitu? Ketika 
Anda memberi makanan melalui botol (biasanya lubang dot akan diperbesar), 
makanan tadi akan langsung ditelannya. Jika ia belum pintar-pintar 
mengontrolnya, bukan tak mungkin ia langsung tersedak. 
  Bahkan, tak jarang, cara pemberian makanan ini justru menjadi salah satu 
penyebab anak “terlalu banyak” makan. Ia jadi cepat sekali menelan makanannya. 
Saking cepatnya, sekalipun perutnya sudah kenyang, sinyal yang bertugas 
memberitahu kalau dia sudah kenyang “tidak sempat” sampai ke otak. Akibatnya, 
dia minta tambah terus dan terus. Wah, jadi repot lagi. 
  Selain itu, pemberian makanan lewat botol tidak akan mengajari si kecil   
menggunakan rahangnya untuk mengunyah. Padahal, proses belajar mengunyah dan 
juga menelan kelak penting untuk kemampuan bicaranya dan pertumbuhan giginya.   
    
                
  Belajar tidak berhenti di mulut saja 
                Proses belajar makan si kecil memang tidak berhenti sebatas 
mulut mungilnya saja. Ia masih harus belajar disiplin melalui tatacara makan 
yang sudah terpola waktunya. Misalnya, ketika didudukkan di kursi makannya atau 
dipasangkan celemek makannya, ia sudah tahu kalau “upacara” makan sudah tiba. 
Atau, ketika mencium harumnya aroma makanan yang sedang Anda siapkan, ia harus 
sabar menunggu. Tampaknya sepele memang, namun semua itu merupakan   rangkaian 
dalam proses belajarnya. 
  Juga, ia akan belajar bahwa aktivitas ini bisa mempererat hubungannya dengan 
Anda, bunda tercintanya. Misalnya, melalui kontak mata ketika Anda mengajaknya 
berbicara ketika mempersiapkan makanan atau duduk dihadapannya, ia tahu kalau 
Anda sangat menyayanginya dan memberikan perhatian penuh. Akan lebih baik lagi, 
bila Anda selalu tersenyum ketika menyuapinya. Ketenangan Anda dan cara Anda 
memperlakukannya sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar makan si kecil.  
  
    
  Kesabaran untuk tidak terburu-buru ketika menyuapi, kepekaan mengetahui 
kondisi anak, kreativitas dalam memilihkan menu, serta menciptakan suasana 
makan yang menyenangkan merupakan kunci utama kesuksesan Anda dalam memberi 
makan pada si kecil.   Siapkah Anda untuk itu?      
    
  Retno Wahab Supriyadi 
    
  Beberapa “Tanda” si Kecil Sudah Siap Makan   
    
  •  Ia tampak lahap sekali ketika diberi ASI. 
  •  Ia kelihatan masih lapar, sekalipun baru selesai disusui. 
  •  Ia sudah bisa duduk tegak, serta mengontrol leher dan kepalanya ketika 
didudukkan di kursi. 
    
  Agar “Pelajaran” Berjalan Sukses 
    
  Awalnya, memang tidak mudah menyuapi makanan padat pada si kecil. Selama ini, 
ia terbiasa minum susu, baik ASI maupun susu formula, yang bentuknya cair. 
Sekali glek , susu akan “meluncur” dengan mulusnya, tanpa harus “menyangkut” 
dulu di sana-sini, ke organ pencernaannya. Tapi, jangan keburu panik dulu. 
Berikut kiat suksesnya: 
  •  Makanan jangan terlalu kental . Kalau kental, si kecil susah menelannya. 
  •  Jangan masak banyak-banyak . Cukup sekitar 2-3 sendok teh dulu.    
  •  Gunakan sendok bayi. Sendok seperti ini banyak tersedia di pasaran.   
  •  Mulailah dengan seujung sendok. Lalu, sentuhkan ke ujung lidah mungilnya. 
Cara ini cukup efektif saat memperkenalkan rasa baru. 
  •  Kalau si kecil menolak. Ini karena ia belum terbiasa disuapi dengan sendok 
atau masih asing dengan aneka rasa yang “ajaib”. 
  •  Jangan pernah putus asa. Kalaupun makanannya keluar lagi, ini tidak selalu 
berarti ia tidak menyukainya. Reaksi ini terjadi karena otot-otot lidah dan 
mulutnya belum cukup terampil untuk menelan atau mengunyah. 
  •  Bersabarlah. Membiasakan si kecil makan makanan tertentu perlu waktu. 
Cobalah sampai beberapa kali selama berhari-hari. Beri kesempatan padanya untuk 
“merekam” aneka rasa dalam memorinya. Dengan begitu, diharapkan ia tidak 
terlalu “pemilih” nantinya.     
    
  Kalau si Kecil Sulit Makan 
    
  Si kecil enggan membuka mulutnya? Itu biasa! Tapi, jangan paksa terus 
menyuapinya. Suasana makan yang tidak menyenangkan pada perkenalan makanan 
padat pertamanya bisa-bisa berbuntut panjang. Nantinya, dia malah jadi “jagoan” 
sulit makan. 
  Kalau bayi Anda kelihatannya menolak makanan yang Anda sodorkan, ajak bicara 
dan “tariklah” perhatiannya melalui cerita, mainan, dan gambar yang bisa 
menggugah selera makannya. Besoknya, coba berikan kembali makanan yang sama. 
Proses pengenalan rasa makanan baru bisa berlangsung sehari, namun bisa pula 
sampai seminggu. Jika sudah terbiasa makan berbagai jenis makanan, berikan 
secara bergantian. Biar tidak cepat bosan! 
    
  Sepele, Tapi Jangan Anggap Remeh 
    
  •  ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia 1 tahun. 
  •  Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya. 
  •  Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi 
dulu. 
  •  Jangan gunakan sendok bayi untuk mencicipi apakah makanan cukup hangat 
atau tidak. Gunakan sendok Anda sendiri. 
  •  Buang makanan yang tersisa di piring, dan jangan diberikan lagi. Bisa jadi 
sudah banyak bakterinya. 
  •  Segera simpan makanan bayi siap pakai yang sudah terbuka dalam lemari es. 
  •  Buang makanan bayi buatan Anda atau kemasannya sudah dibuka dan tersimpan 
di lemari es hingga lebih dari 3 hari. Dikhawatirkan sudah “dihinggapi” 
bakteri.   
  •  Makanan yang sudah dibekukan tidak boleh dipanaskan lebih dari sekali. 
Sebaiknya, ambil untuk porsi sekali makan saja, lalu masukkan sisanya di lemari 
es. 
  •  Perhatikan dan hargai “sinyal-sinyal” si kecil ketika kenyang. Jangan 
terus memaksanya untuk menghabiskan makanannya. 
  •  Jangan tinggalkan bayi sendirian pada saat makan. 


"M. Fattah Rinjani" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            Rekan-rekan tolongin 
aku dong...
  sudah beberapa hari ini anakku Fattah gak doyan makan & susu...
  jadi mesti di paksa deh makan/minumnya, tapi kalo minum air putih dia doyan 
sekali.
  Fattah umurnya 6 bulan, bb 7,5kg. susunya bebelac 2, makannya mealtime ( 
Kacang hijau, beras merah, dan gandum madu), biskuitnya farley rasa jeruk, apel 
& klasik.
  Untuk buburnya dia sepertinya lebih suka yang rasa gandum madu. kalau biskuit 
dia suka semuanya.
  Tolong dong....
  kasih aku informasi or solusi, biar dia mau makan 'n minum susu lagi???
  tolong ya secepatnya!!!!
   
  Thanks
   
    
---------------------------------
  Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap 
spam. 
http://id.mail.yahoo.com/  

         

 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

Kirim email ke