Rekans, Tolong diforward ke teman-teman anda agar lebih berhati-hati.
Saya kehilangan ATM Bank Mandiri saya pada hari Senin tgl 12 Februari 2007
dan
sebelum sempat mengeblok kartu, sudah terdapat transaksi 3 kali sekitar pk.
18.30 - 19.00 (dapat dilihat di bukti transaksi) sebesar Rp.2 ,5juta di
Carrefour Lebak Bulus.
Setelah saya ke Bank Mandiri utk minta catatan transaksi dan ke Kepolisian
utk
membuat Surat Lapor Kehilangan, saya ke Carrefour Lebak Bulus untuk meminta
bukti2
transaksi. D ika renakan saya sudah mempunyai tersangka yang kami curigai,
kami
ingin memast ika n dengan mendatangi Carrefour Lebak Bulus. Pada hari Kamis,
15
Februari 2007, saya dilayani oleh Ibu Ismi yg dengan cepat membantu saya
member
ika n fotokopi bukti struk kartu ATM saya pada tanggal tersebut dimana
hasilnya
adalah 2 transaksi dilakukan di kasir elektronik dan 1 transaksi di kasir
depan.
Saya kaget sekali, karena tandatangan yang tercantum pada struk transaksi
tersebut
AMAT SANGAT berbeda dengan tandatangan saya yang sudah pasti ada di kartu
ATM Mandiri saya. Dan lebih kaget lagi, kasir Carrefour bisa lalai untuk
mengecek
kemiripan tandatangan di kartu dengan tandatangan yang dilakukan di depan
kasir,
apalagi terdapat 3 transaksi di 2 kasir yang berbeda. Sungguh menyedihkan,
karena
kelalaian kasir untuk mengecek specimen tandatangan, konsumen yang dirug ika
n.
Kasir hanya mengecek, yang penting di rekening kartu ATM tersebut ada
duitnya utk
bayar belanjaan. Tanpa peduli siapa pemilik asli kartu tersebut.
Untuk memast ika n siapa yg mengambil kartu ATM Mandiri saya, saya meminta
pihak
Carrefour utk mengijinkan saya melihat hasil kamera CCTV di bagian kasir.
Saya berbicara dengan Bp. Irwan (atau Ridwan-saya agak lupa) yang ditunjuk
pihak Informasi merupakan yang berwenang dalam hal kamera security CCTV.
Dengan mudah & tanpa perasaannya, dia bilang
"Kami tidak dapat membantu, karena hal tersebut merupakan urusan internal
kami yang orang luar gak punya akses".
Bahkan ket ika saya minta untuk bicara dg kasir yang waktu itu bertugas,
dengan enteng & sombongnya beliau ini bilang,
"Wah, bu, setiap hari kami melayani 30,000-an lebih konsumen, gimana bisa
inget kasir kami?".
Sombong sekali ya?
Saya cuma menjawab, "Mas, meskipun kemungkinannya hanya 0.0001%,
saya tetap mau coba bicara dengan kasir2 itu dg memperlihatkan
foto tersangka saya. Walaupun kemungkinannya amat sangat kecil,
saya tetap mau coba. Biar Yang Diatas yang bantu saya!"
Tanpa sedikit rasa empati, Bp. Irwan menggeleng2 dan berkata, "
tapi hari ini kasirnya lagi gak tugas".
Akhirnya habis kesabaran saya, saya tinggal dia sambil
mengucapkan terima kasih ke Ibu Ismi yang sudah amat sangat membantu saya.
Pada hari Senin tgl 19 Februari 2007, saya kembali ke Carrefour Lebak
Bulus didampingi oleh polisi yang membuatkan laporan kehilangan kartu saya.
Saya bertemu dengan Bp. Pian yang membantu kami member ika n struk
belanja apa saja (diketahui yg dibeli adalah Handphone,
susu anak, sabun, voucher mentari, dan perlengkapan rumah tangga lainnya).
Dan saya bertemu dengan Manager On Duty, Bp. Julianto,
dimana beliau lebih ramah dengan berusaha membantu kami
untuk berbicara dengan departemen yang berwenang di kamera CCTV.
Terlihat niat Bp. Julianto dan Bp. Pian yg tulus membantu kami,
akan tetapi mereka terbentur dengan sombongnya departemen lain
yang berwenang di bagian keamanan, yang menurut kami terlalu
prosedural tanpa melihat bahwa kelalaian juga dari pihak Carrefour.
Bp. Julianto bilang, prosedur departemen keamanan adalah Surat dari
kepolisian daerah (Polda Metro Jaya) bahwa kasus ini dalam penyelid
ika n dan butuh data2 tersebut. Padahal, saya cuma ingin MELIHAT!
Tidak MEMINTA data!! Apa susahnya sih kasih saya lihat hasil kamera
CCTV pada tgl 12 Februari 2007 pukul 18.30-19.00 ???
Saya berterima kasih kepada Ibu Ismi, Bp. Pian dan Bp. Julianto atas
usahanya dan saya yakin terlihat dari ketulusan mereka membantu saya,
bahwa mereka sebenarnya ingin membantu saya, akan tetapi karena
Departemen yang diluar wewenang mereka terlalu arogan, mereka angkat tangan.
Buat rekan-rekan sekalian, hati-hati dengan kartu kredit,
kartu-kartu ATM yang hanya memakai spesimen tandatangan untuk transaksi,
karena proses pengecekan tandatangan sepertinya sudah DITIADAKAN
dimana-mana,
terutama di Carrefour yang "katanya" sudah terlalu sibuk untuk melayani
30,000
konsumen setiap harinya sampai udah tidak ngecek lagi. Sekali kartu
kredit/ ATM tersebut hilang, ludes lah semua. Kalo perlu, kalo rekan-rekan a
da yang iseng, coba saja test kasir2 di Carrefour dengan memakai tandatangan
yang berbeda dg di kartu. Pasti dilewatin & tidak dicek lagi.
--
Zammia M Arial
[EMAIL PROTECTED] com
---------------------------------
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com